Ribuan Warga Turun ke Jalan! Aliansi Rakyat Tolak Penutupan Tambang Emas Lantung Desak Pemerintah Terbitkan IPR

REDAKSI NTB

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 09:47 WIB

50192 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

Sumbawa, oposisinews86.com, (17 September 2026),— Gelombang penolakan terhadap rencana penutupan aktivitas tambang emas di wilayah Lantung, Kabupaten Sumbawa, kembali mencuat. Aliansi Rakyat Tolak Penutupan Tambang Emas Lantung menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, (17/9/2026), di depan Kantor Camat Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang meminta agar pemerintah tidak sekadar menutup aktivitas pertambangan, tetapi mencari solusi melalui penataan, pembinaan, serta percepatan legalisasi pertambangan rakyat melalui Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Kapolres Sumbawa melalui Kasat Intelkam Polres Sumbawa tertanggal 15 September 2026, Aliansi Rakyat Tolak Penutupan Tambang Emas Lantung menyampaikan bahwa aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai, dengan titik aksi di Kantor Camat Lantung.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi tersebut, massa aksi diperkirakan mencapai 1.500 orang, dengan perlengkapan berupa sound system, spanduk, mobil pickup, truk dan sepeda motor.

Koordinator aksi menyatakan bahwa tuntutan utama mereka adalah menolak rencana penutupan Tambang Emas Lantung sekaligus mendorong pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar segera melakukan pembinaan, penataan dan menerbitkan izin pengelolaan pertambangan bagi masyarakat.

Aliansi menilai keberadaan aktivitas pertambangan selama ini berkaitan langsung dengan mata pencaharian sebagian masyarakat Lantung.

Dalam aksi tersebut, mereka menyebut tambang emas Lantung sebagai salah satu tempat masyarakat mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Mereka juga menyampaikan kekhawatiran bahwa penutupan tambang tanpa adanya solusi alternatif dapat berdampak terhadap pendapatan masyarakat.

Baca Juga :  ‎TNI Bersama Rakyat Jaga Keamanan, Koramil 1607-09/Utan Gelar Patroli Malam

“Kami meminta Pemerintah segera membina, menata, dan menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar kegiatan tetap legal, aman, dan tidak merugikan negara.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam tuntutan Aliansi Rakyat Tolak Penutupan Tambang Emas Lantung.

Nuansa tuntutan massa juga terlihat dari sejumlah poster yang dibawa dalam aksi.

Salah satu poster yang terlihat jelas bertuliskan:

“Jangan tutup tambang, permudah izin dan segera terbitkan ijin,”

“Pak gubernur jangan tutup tambang emas lantung, dapur kami tidak ngebul”

“Rakyat menolak.!! Tambang lantung harus tetap buka!!,”

Pesan tersebut menggambarkan tuntutan massa agar pemerintah mengedepankan pendekatan legalisasi dan penataan, bukan semata-mata penutupan.

 

Massa meminta pemerintah mencari jalan keluar agar aktivitas masyarakat dapat berjalan melalui mekanisme perizinan yang berlaku.

Dalam latar belakang tuntutan yang disampaikan kepada pihak kepolisian, Aliansi juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak sosial apabila pertambangan ditutup tanpa solusi.

Mereka menyebut potensi dampaknya antara lain pengangguran, kesulitan ekonomi keluarga hingga risiko anak putus sekolah.

Namun, berbagai persoalan tersebut merupakan pandangan dan kekhawatiran yang disampaikan pihak Aliansi dalam surat pemberitahuan aksinya dan masih perlu dilihat bersama dengan data serta kebijakan pemerintah mengenai kondisi pertambangan di Lantung.

Di sisi lain, tuntutan legalisasi melalui IPR menunjukkan bahwa massa tidak hanya menyuarakan penolakan terhadap penutupan, tetapi juga meminta adanya kepastian hukum dan pengelolaan pertambangan yang lebih tertata.

Aksi ini berlangsung di tengah perhatian publik terhadap persoalan pertambangan emas di Lantung, termasuk insiden longsor tambang yang sebelumnya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Baca Juga :  Musdes RKPDes 2026, Sertu Arifudin Tegaskan Pentingnya Perencanaan Tepat Sasaran

Karena itu, tuntutan agar aktivitas pertambangan rakyat tetap berjalan melalui mekanisme legal juga membawa tantangan tersendiri bagi pemerintah: bagaimana memastikan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berlangsung, tetapi pada saat yang sama aspek keselamatan kerja, lingkungan, tata kelola, serta kepatuhan terhadap hukum pertambangan benar-benar diperhatikan.

Pemerintah tentunya perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai status kawasan, mekanisme perizinan, persyaratan IPR, serta langkah penataan yang dapat dilakukan masyarakat.

Dengan estimasi massa mencapai 1.500 orang, aksi Aliansi Rakyat Tolak Penutupan Tambang Emas Lantung menunjukkan bahwa persoalan tambang bukan hanya menyangkut aktivitas ekonomi, tetapi juga menyentuh kepentingan sosial masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.

Kini bola berada pada pemerintah dan pihak terkait untuk memberikan jawaban atas tuntutan tersebut secara terbuka dan terukur.

Apakah aktivitas pertambangan rakyat akan ditutup, ditata, atau diarahkan melalui mekanisme perizinan seperti IPR, menjadi persoalan yang membutuhkan kejelasan berdasarkan ketentuan hukum dan hasil kajian teknis di lapangan.

Yang jelas, suara warga Lantung pada Kamis, 17 September 2026, telah disampaikan secara terbuka di depan Kantor Camat Lantung: mereka meminta tambang tidak sekadar ditutup, tetapi ditata dan diberikan jalan menuju legalitas.

Sementara itu, oposisinews86.com masih berupaya memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pihak Kecamatan Lantung, serta instansi teknis terkait mengenai status pertambangan di wilayah tersebut dan tindak lanjut atas tuntutan massa aksi. (Af)

Berita Terkait

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya
Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga
Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam
Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa
Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah
Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial
Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!
Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru