Lombok Timur, oposisinews86.com, (28 Agustus 2026), — Rangkaian kegiatan Apel Komandan Satuan (Dansat) Terpusat Jajaran Korem 162/Wira Bhakti Tahun Anggaran 2026 resmi berakhir. Kegiatan penutupan berlangsung di Camp Mawar, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (28/8/2026).
Penutupan Apel Dansat tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Komandan Satuan Korem 162/Wira Bhakti untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi dinamika dan tantangan tugas ke depan.
Kegiatan penutupan dihadiri Kasrem 162/WB Kolonel Inf I Made Alit Yudana, Kasiops Kasrem 162/WB Kolonel Inf Ruben Ratu Rihi, Kasilog Kasrem 162/WB Kolonel Czi Purbo Awin Niarto, S.Si., M.M., Kasipers Kasrem 162/WB Letkol Inf Sutikno, S.M., serta Kasi Intel Kasrem 162/WB Letkol Inf Joko Wahyu Hanggono.
Selain itu, kegiatan juga diikuti sekitar 300 peserta, terdiri dari peserta Apel Dansat, penyelenggara dan unsur pendukung kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan amanat Danrem 162/WB yang sekaligus menjadi tanda resmi ditutupnya seluruh rangkaian Apel Komandan Satuan Jajaran Korem 162/WB TA 2026.
*Bukan Sekadar Seremonial*
Dalam amanat Danrem 162/WB yang disampaikan pada kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa Apel Dansat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi forum strategis bagi para Komandan Satuan untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta menyamakan persepsi dan langkah dalam menghadapi tugas-tugas ke depan.
Berbagai materi, arahan dan persoalan yang telah dibahas selama pelaksanaan Apel Dansat diharapkan tidak berhenti sebagai bahan diskusi di dalam forum.
Sebaliknya, seluruh hasil pembahasan harus dipahami dan ditindaklanjuti secara nyata di satuan masing-masing.
Para Komandan Satuan diminta menjadikan hasil Apel Dansat sebagai pedoman dalam meningkatkan kualitas pembinaan satuan, kesiapan operasional serta pelaksanaan tugas di wilayah.
*Komandan Harus Jadi Teladan*
Penekanan khusus juga diberikan terhadap peran Komandan Satuan sebagai unsur pimpinan sekaligus teladan bagi seluruh anggotanya.
Seorang komandan dituntut mampu memberikan contoh dalam sikap, perilaku, kedisiplinan maupun tanggung jawab. Kehadiran komandan di tengah-tengah anggota juga dinilai penting untuk memahami kondisi personel secara langsung.
Komandan diharapkan tidak hanya hadir ketika muncul persoalan, tetapi mampu mendeteksi dan menyelesaikan berbagai permasalahan sejak dini sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai. Terus lakukan pembenahan, tingkatkan kemampuan dan ciptakan budaya kerja yang semakin baik,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat Danrem 162/WB.
*Disiplin dan Profesionalisme Jadi Perhatian*
Dalam menghadapi perkembangan situasi dan kompleksitas tugas yang semakin dinamis, disiplin, profesionalisme serta kesiapsiagaan seluruh personel ditekankan untuk terus dipelihara dan ditingkatkan.
Soliditas internal juga menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas. Di sisi lain, sinergitas dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat juga harus terus dibangun.
Para Komandan Satuan diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan dan arahan pimpinan menjadi langkah konkret di lapangan, sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing.
*Prajurit Diingatkan Jaga Kehormatan TNI*
Dalam amanatnya, Danrem 162/WB turut mengingatkan seluruh prajurit agar senantiasa menjaga kehormatan dan citra TNI.
Setiap personel diminta menghindari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi, termasuk penyalahgunaan narkoba, perjudian online, pelanggaran lalu lintas serta penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting di tengah perkembangan lingkungan tugas yang semakin kompleks, termasuk pesatnya penggunaan media sosial yang dapat memberikan dampak terhadap pribadi maupun citra institusi apabila tidak digunakan secara bijak.
Karena itu, seluruh prajurit diharapkan mampu menjaga integritas, kedisiplinan dan profesionalisme, baik saat menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
*Segera Evaluasi Setelah Kembali ke Satuan*
Menghadapi tantangan tugas ke depan, para Komandan Satuan diminta segera melaksanakan evaluasi internal setelah kembali ke satuan masing-masing.
Hasil Apel Dansat diharapkan tidak hanya menjadi catatan, tetapi diwujudkan dalam program dan langkah nyata untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kemampuan personel serta memperkuat kesiapan satuan.
Dengan demikian, pelaksanaan Apel Dansat TA 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan satuan dan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Setelah amanat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Hymne Korem 162/WB, pembacaan doa, pimpinan acara meninggalkan lokasi serta sesi foto bersama.
Sekitar pukul 07.40 Wita, seluruh peserta Apel Dansat meninggalkan lokasi kegiatan untuk kembali ke satuan masing-masing.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 07.50 Wita, dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Penutupan Apel Dansat TA 2026 di Sembalun menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan, sekaligus awal bagi jajaran Korem 162/Wira Bhakti untuk menerapkan berbagai hasil evaluasi dan arahan yang telah diperoleh.
Melalui momentum tersebut, diharapkan semakin kuat komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan kualitas pembinaan, memperkokoh soliditas, memperkuat sinergitas serta mewujudkan satuan yang semakin profesional, tangguh dan siap melaksanakan setiap tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. (Af)




































