Jambi |Oposisi News 86 — Nama Difa Minati mencuri perhatian di panggung Duta Wisata Nasional 2026 setelah putri asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu meraih dua penghargaan sekaligus: Winner Puteri Pesona Indonesia 2026 dan Best Talent Duta Wisata Nasional 2026. Prestasi tersebut diraih dalam ajang yang digelar di Wiltop Hotel, Kota Jambi.

Difa tampil sebagai delegasi Bangka Belitung dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Di tengah persaingan tersebut, ia dinilai mampu menunjukkan kemampuan, karakter, serta potensi yang mendukung perannya sebagai representasi generasi muda dalam memperkenalkan pariwisata dan kekayaan budaya daerah.
Bagi Difa, kemenangan itu bukan sekadar pencapaian personal. Gelar yang diraihnya justru menjadi tanggung jawab baru untuk membawa nama Bangka Belitung lebih luas, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia melalui peran yang kini berada di pundaknya.
“Saya sangat bersyukur, bahagia, sekaligus terharu. Bagi saya, gelar ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga sebuah amanah dan tanggung jawab yang besar,” kata Difa.
Ia mengatakan mahkota yang dikenakan setelah dinyatakan sebagai pemenang tidak semata-mata menjadi simbol keberhasilan dalam sebuah kompetisi. Menurut dia, gelar tersebut membawa konsekuensi untuk terus memberikan kontribusi dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah.
“Mahkota yang saya kenakan bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan simbol kepercayaan untuk membawa nama Indonesia, memberikan inspirasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Saat namanya diumumkan sebagai pemenang, Difa mengaku hal pertama yang dirasakan adalah rasa syukur. Ia teringat proses panjang yang telah dilalui sebelum sampai ke panggung nasional, termasuk dukungan keluarga dan orang-orang yang memberikan kepercayaan kepadanya.
“Yang pertama kali terlintas adalah rasa syukur yang luar biasa. Saya teringat seluruh proses dan perjuangan yang telah saya lalui, serta doa dan dukungan dari orang-orang yang selalu percaya kepada saya,” katanya.
Perjalanan mengikuti Duta Wisata Nasional 2026 juga memberikan pengalaman yang lebih luas bagi Difa. Kompetisi tersebut mempertemukannya dengan peserta dari berbagai daerah, sehingga membuka kesempatan untuk mengenal keberagaman budaya, karakter masyarakat, serta potensi wisata yang dimiliki Indonesia.
Bagi Difa, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada destinasi alam. Setiap daerah memiliki budaya, sejarah, tradisi, kuliner, serta cerita masyarakat yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Bertemu dengan peserta dari berbagai provinsi membuka wawasan saya bahwa Indonesia memiliki kekayaan wisata dan budaya yang luar biasa. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa menjadi duta wisata bukan hanya tentang sebuah gelar, tetapi tentang bagaimana kita mampu membawa nama daerah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Difa juga memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan sejumlah potensi unggulan Bangka Belitung. Pulau Belitung, Pantai Tanjung Tinggi, Pulau Lengkuas, budaya Melayu, hingga kuliner khas daerah menjadi bagian dari kekayaan lokal yang ia perkenalkan kepada peserta maupun dewan juri.
Upaya tersebut menjadi bagian dari cara Difa menunjukkan bahwa Bangka Belitung memiliki lebih dari sekadar panorama pantai. Daerah itu juga mempunyai kekayaan budaya, sejarah, kuliner dan kehidupan masyarakat yang dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata.
“Saya ingin menunjukkan bahwa Bangka Belitung bukan hanya memiliki alam yang indah, tetapi juga kaya akan budaya, sejarah, dan masyarakat yang ramah. Pariwisata bukan hanya tentang tempat yang indah, tetapi juga tentang pengalaman dan cerita yang membuat wisatawan ingin kembali,” kata Difa.
Ia memandang gelar Winner Puteri Pesona Indonesia 2026 sebagai ruang untuk berbuat lebih banyak. Setelah meraih penghargaan di tingkat nasional, Difa ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk memperluas promosi pariwisata, khususnya dengan memanfaatkan perkembangan media digital yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
Rencana tersebut diarahkan untuk mengajak anak-anak muda mengenal lebih dekat destinasi wisata, kebudayaan, kuliner dan ekonomi kreatif daerah. Menurut Difa, generasi muda tidak semestinya hanya menjadi penonton perkembangan pariwisata, tetapi dapat mengambil peran sebagai penggerak sekaligus pengenalnya melalui berbagai platform digital.
“Gelar ini adalah amanah dan tanggung jawab. Saya ingin menjadi representasi generasi muda yang mencintai budaya dan pariwisata Indonesia serta memanfaatkan platform ini untuk memperkenalkan Bangka Belitung kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Keberhasilan itu tidak dicapai dalam waktu singkat. Difa menyebut dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan utama dalam perjalanannya menuju kompetisi nasional. Selain dukungan tersebut, proses pembinaan bersama Josa Entertainment turut menjadi bagian dari persiapan yang dijalaninya.
Dalam proses pembinaan, Difa mendapatkan penguatan pada sejumlah aspek yang diperlukan dalam kompetisi, mulai dari kemampuan berbicara di depan publik, sikap, personal branding, kedisiplinan hingga cara membawa diri ketika tampil sebagai representasi daerah.
“Josa Entertainment menjadi bagian penting dalam proses perjalanan saya. Saya belajar tentang public speaking, attitude, personal branding, kedisiplinan, dan bagaimana membawa diri sebagai representasi daerah,” katanya.
Menurut Difa, pembinaan tersebut tidak hanya membantunya menghadapi kompetisi, tetapi juga memberikan bekal untuk menjalankan tanggung jawab setelah memperoleh gelar nasional.
National Director Duta Wisata Nasional sekaligus CEO Josa Entertainment, Adijosa, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Difa. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil dari proses, konsistensi dan kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Difa menunjukkan bahwa kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus berkembang akan selalu menemukan jalannya menuju prestasi,” ujar Adijosa.
Ia berharap pencapaian Difa tidak berhenti pada seremoni kemenangan. Gelar yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pintu bagi Difa untuk terus berkontribusi dalam promosi pariwisata dan memberikan inspirasi kepada generasi muda.
“Gelar Winner Puteri Pesona Indonesia 2026 dan Best Talent Duta Wisata Nasional 2026 adalah bukti bahwa putri-putri Bangka Belitung mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” katanya.
Prestasi Difa menjadi kabar menggembirakan bagi Bangka Belitung. Di tengah persaingan antardaerah dalam mempromosikan destinasi wisata dan ekonomi kreatif, kehadiran figur muda yang mampu membawa identitas daerah ke tingkat nasional menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan promosi.
Difa kini tidak hanya membawa dua gelar yang diraihnya dari panggung Duta Wisata Nasional 2026. Ia juga membawa ekspektasi agar prestasi tersebut diterjemahkan menjadi kegiatan yang nyata, terutama dalam memperkenalkan kekayaan Bangka Belitung kepada khalayak yang lebih luas.
Panggung nasional akhirnya menjadi titik baru bagi Difa Minati. Dua penghargaan yang dibawanya pulang dari Jambi menjadi penanda pencapaian, sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar: menjadikan popularitas yang diperoleh bukan berhenti pada mahkota, melainkan bergerak menjadi energi untuk mempromosikan pariwisata, budaya dan potensi generasi muda Indonesia. [Red]




































