Home / NTB

Polisi Sebut Berita di Pelintir, Korban Balik Tuduh Kasatlantas Rekayasa

REDAKSI NTB

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:36 WIB

50771 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA BARAT–Issue dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oknum petugas Polisi Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Sumbawa Barat terhadap pemilik truk, ternyata berbuntut panjang.

Kepala Satlantas Polres Setempat menuduh media memutar balikkan fakta serta memelintir fakta dilapangan. Perwira balok dua, Kepolisian satuan lalulintas ini mengatakan uang Rp 5 juta yang dituduhkan diperas ke anggotanya ternyata untuk biaya pengobatan atau ganti rugi terhadap korban tabrakan truk, milik HD, warga Telaga Bertong, Taliwang.

“Fakta dilapangan tidak sesuai dalam berita di media itu. Banyak info dipelintir gituloh pak. Beritanya banyak dipelintir. Nanti biar korban saja yang menyampaikan. Dari pihak truk itu tidak pernah memberikan santunan kepada korban, hanya sanggup memperbaiki saja. Jadi anggota berisiatif memfasilitasi itu,” kata, Kasat Lantas Polres Sumbawa Barat, IPTU Dani Agung Pratama, S.Ik, dikonfirmasi wartawan, Sabtu (7/2).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, HD, pemilik truk mengaku, keterangan Kasat lantas itu tidak benar. Ia balik menuduh bahwa Kasatlantas merekayasa fakta.

Baca Juga :  Budaya Baca di Tubuh Polri: Polres KLU Gagas Program Dua Lembar Sehari

Menurut, HD, ia telah menyetorkan dana melalui transfer ke rekening penanggung jawab pemilik Pick Up atas nama Fadillah sebesar Rp 15 Juta. Uang itu diberikan berdasarkan kesepakatan damai yang ditandatangani HD dengan Fadillah untuk biaya perbaikan atau uang damai.

Kemudian, HD menuturkan, bahwa uang Rp 5 juta yang diberikan kepada oknum anggota Satlantas atas suruan Kasat Lantas murni untuk biaya mengeluarkan truk yang ditahan Satlantas setempat sejak 29 November 2025 lalu. Sebab awalnya, HD kembali menegaskan bahwa Satlantas meminta Rp 15 juta untuk mengeluarkan truk itu. Tapi dinegosiasikan dan akhirnya diminta Rp 5 juta.

“Uang Rp 5 juta saya antarkan langsung ke Polres melalui oknum Brigadir JM tadi. Karena dia mengaku diperintahkan Kasat Lantas. Uang itu murni untuk tebus truk bukan biaya ganti rugi dan pengobatan sebagaimana diklaim Kasat Lantas. Biaya ganti rugi dan uang damai sudah saya berikan lebih awal tidak ada kaitan dengan tebus truk,” kata, HD melurukan.

Baca Juga :  Bupati Sumbawa Geram: PO Idola Trans Harus Dihentikan!

Satlantas Polres Sumbawa Barat, merilis foto transaksi pemberian uang yang difasilitasi anggota Satlantas dengan korban pemilik Pick Up. Beredar juga kwitansi senilai Rp 5 juta yang diterima pemilik Pick Up. Kwitansi dan foto ini yang diklaim pihak satlantas sebagai uang ganti rugi pengobatan, bukan pemerasan.

Sebelumnya, media memberitakan dugaan pemerasan yang dilakukan, Oknum anggota Satlantas Brigadir JM. Dugaan pemerasan itu diketahui setelah, HD, Warga Taliwang menyampaikan pengakuan kepada media dipaksa dimintai uang 15 juta hingga Rp 5 juta untuk menebus truk miliknya yang telah ditahan kepolisian lalulintas setempat.

Brigadir JM sendiri menurut, HD, diperintahkan Kasat Lantas untuk meminta uang kepadanya, jika ingin truk miliknya segera dilepaskan atau tidak ditahan lagi.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Muhammad Kholid belum memberikan keterangan resmi soal viralnya kasus ini. Pihak Polda menurut Muhammad Kholid akan segera melakukan mengecekan dan berjanji akan segera memberikan klarifikasi. (Af)

Berita Terkait

Mabes Polri Usut Skandal Pemerasan Polisi Libatkan Oknum Anggota DPRD KSB
Apresiasi Mengalir! Penyidik Polres Sumbawa Dinilai Serius Bongkar Dugaan Pelanggaran Perizinan
Komisi 1 DPRD Kabupaten Sumbawa, Gelar Hearing Ungkap Dugaan Kerugian Besar Nasabah Bumdes Olat Planing
Koramil 1607-02/Empang Gelar Patroli Rutin Jaga Keamanan Wilayah
Kasat Lantas Polres KSB dan Anggota Diperiksa Propam Polda
Oknum Kasat Narkoba Polres Bima Kota Diproses Hukum dan Dipecat, Polda NTB Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba
Beredar Kabar, di Propam Mabes Polri Oknum Kasat Sebut Kapolres KSB Terlibat Dugaan Pemerasan
Diduga Terlibat Pemerasan, Kapolres KSB dan Anak Buah Diperiksa Mabes Polri

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:05 WIB

Kapolres Gayo Lues dan Forkopimda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:01 WIB

Residivis Pencuri Drum BBM Bantuan Bencana Ditangkap, Polisi Tegaskan Tidak Ada Toleransi terhadap Kejahatan yang Merugikan Masyarakat

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:05 WIB

Stok BBM di Gayo Lues Dipastikan Aman, Polisi Imbau Warga Tidak Terpengaruh Isu Kelangkaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:50 WIB

Khianati Kepercayaan Majikan, Karyawan Toko Perabot di Gayo Lues Ringkus Polisi Usai Aksi Pencurian Lintas Kabupaten Terbongkar

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:08 WIB

Operasi Pasar Murah Digelar di 11 Kecamatan, Pemkab Gayo Lues Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:12 WIB

Warga Padati Pusat Kota Jelang Berbuka, Arus Lalu Lintas Blangkejeren Direkayasa

Jumat, 20 Februari 2026 - 22:16 WIB

Pemkab Gayo Lues Pastikan Bantuan Sapi Meugang Tepat Sasaran dan Terbuka

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:33 WIB

Sinergi Polisi dan Jurnalis Menguat di Tengah Bencana Hidrometeorologi Gayo Lues

Berita Terbaru

BANGKA SELATAN

Tawa Anak-Anak di Serambi Masjid, Isyarat Tumbuhnya Harapan Generasi

Minggu, 8 Mar 2026 - 14:00 WIB