Presidium ITK dan Pedagang Blok C Seketeng Nyalakan Alarm Perlawanan: Tolak Proyek Pembangunan Kios yang Dianggap Tidak Pro Rakyat Kecil

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 13:04 WIB

50394 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, oposisinews86.com —Aroma perlawanan mulai menyeruak dari jantung perdagangan rakyat, Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Melalui wawancara eksklusif bersama media ini, Jum’at (7/11/2025), Wakil Ketua Lembaga Integritas Transformasi Kebijakan (ITK), Iswanto—yang akrab disapa Sadam— menegaskan sikap tegas lembaganya bersama para pedagang bakulan Blok C untuk menolak rencana proyek pembangunan kios baru yang dinilai tidak berpihak pada pedagang kecil.

“Kami, presidium ITK bersama pedagang bakulan Blok C, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap proyek pembangunan kios yang akan dilakukan di area Blok C. Aspirasi ini kami sampaikan langsung melalui surat resmi kepada Bupati Sumbawa serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (KoprinDAG),” tegas Sadam dalam nada yang penuh keyakinan.

Menurut Sadam, langkah tersebut bukan bentuk penentangan tanpa dasar, melainkan hasil musyawarah dan pertimbangan matang dari para pedagang yang setiap hari menggantungkan hidup di lokasi itu. Ia menilai, proyek pembangunan kios yang direncanakan justru berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi baru di tubuh komunitas pedagang.

Sadam mengurai sejumlah alasan yang menjadi dasar kuat penolakan tersebut. Pertama, katanya, pembangunan kios akan mengurangi ruang berjualan yang selama ini menjadi tumpuan hidup pedagang bakulan yang membutuhkan area luas untuk menata barang dagangan mereka.

Kedua, proyek ini dikhawatirkan akan menimbulkan potensi konflik antar pedagang, terutama dalam perebutan lokasi strategis yang kerap menjadi sumber gesekan di lapangan.

Dan ketiga, lanjutnya, ada kecurigaan kuat bahwa proyek kios ini lebih menguntungkan kepentingan segelintir individu atau kelompok tertentu, bukan kepentingan umum para pedagang Blok C.

“Pembangunan semestinya memihak pada rakyat kecil, bukan malah meminggirkan mereka dari ruang nafkahnya,” sindir Sadam dengan tajam.

Lebih jauh, Sadam menegaskan bahwa ITK dan para pedagang tidak menolak pembangunan secara membabi buta, melainkan mendorong agar proyek pemerintah lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan nyata.

Pihaknya mengusulkan agar fokus pembangunan diarahkan pada urugan tanah untuk meninggikan lantai Blok C, guna mengatasi banjir dan genangan air yang selalu menghantui para pedagang saat musim hujan.

Baca Juga :  Sinergi TNI dan Instansi Pemerintah Cegah Penyebaran HIV/AIDS di Labuhan Mapin

Selain itu, mereka juga meminta pembangunan saluran drainase baru yang lebih memadai, serta pembuatan jembatan penghubung antara Blok A dan Blok C demi memperlancar akses pedagang dan pembeli di kawasan pasar tradisional tersebut.

“Kalau tujuannya memperbaiki kondisi pasar, kami sangat mendukung. Tapi jangan sampai atas nama pembangunan, pedagang kecil justru tersingkir,” ujar Sadam menambahkan.

Menutup keterangannya, Sadam menegaskan bahwa ITK bersama para pedagang Blok C akan terus bersatu dalam satu barisan perjuangan jika aspirasi mereka tidak diindahkan. Ia bahkan menyebut momentum ini sebagai “alarm perlawanan rakyat pasar” terhadap kebijakan yang dianggap tak berpihak.

“Kami siap berdialog, tapi kami juga siap melawan jika kepentingan rakyat kecil diabaikan. Solidaritas adalah kekuatan kami, dan kami akan berdiri tegak menjaga hak pedagang Blok C,” pungkasnya lantang.

Suara dari Blok C kini telah menggema ke telinga pemerintah daerah. Tinggal menunggu—apakah aspirasi pedagang ini akan direspons dengan kebijakan yang bijak, atau justru diabaikan hingga menjadi bara sosial di tengah denyut ekonomi rakyat?. (Sdm)

Berita Terkait

Meski Hadir Usai Acara Berlangsung, Kehadiran Kasat Lantas Polres Sumbawa Tetap Menjadi Kehormatan Besar bagi Keluarga Mempelai
Satlantas Polres Sumbawa Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Kapolres Bekali Pengemudi Ojek Online dengan Pelatihan PPGD dan Salurkan Bansos
‎Bupati Sumbawa Hentikan Tambang Emas Ilegal di Lantung, Green Bulaeng Desak Polisi Pasang Police Line dan Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
‎ ‎Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Sampe Siapkan Perayaan HUT ke-81 RI ‎
Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda Sidak Tambang Rakyat di Lantung, Tegaskan Tak Ada Lagi Aktivitas Tanpa Legalitas
Dituduh Tanpa Bukti Terkait Narkoba, IRT Klaim Diintimidasi Kades Kukin, Polisi Sebut Informasi Masih Sebatas Isu
Nomor Admin Di-Hack, Panca Sari Tours & Travel Imbau Pelanggan Sumbawa–Mataram Jangan Lagi Hubungi Nomor Lama

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terbaru