Operasi Senyap Imigrasi Batam: Skandal TKA di “Panda Club”, Penegakan Hukum Digaungkan

alba

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:50 WIB

50393 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penindakan Tegas dan Cepat, Tiga WNA Tiongkok Terjaring dalam Pengawasan Mendadak

Batam – Malam hiburan di Kota Batam tiba-tiba tegang. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam melancarkan operasi pengawasan lapangan yang menggemparkan di salah satu pusat hiburan malam terkemuka, Panda Club, pada Senin, 27 Oktober 2025.

Penindakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan respons tajam terhadap laporan masyarakat yang mencium aroma pelanggaran serius terkait keberadaan dan aktivitas Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

PENGGEREBEKAN DAN TEMUAN AWAL
Indikator Detail Operasi

Waktu Pelaksanaan Senin, 27 Oktober 2025, pukul 22.00 WIB. Lokasi Target, Panda Club Arena, Jl. H. Fisabilillah Nomor 9, Teluk Tering. Dasar Operasi, Laporan masyarakat mengenai dugaan kegiatan WNA sebagai TKA.

Tim Pelaksana, Petugas Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian. Hasil Awal, Diamankan 1 (satu) orang WNA berinisial LK di salah satu ruang klub.

WNA berinisial LK, yang diidentifikasi sebagai Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT), berhasil diamankan. LK diklaim memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dengan jabatan Marketing Manager.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesiap Siagaan Petugas, Rutan Batam Gelar Pelatihan Simulasi Keadaan Darurat Bersama Dinas Pemadam Kebakaran.

Namun, Imigrasi mencurigai adanya ketidaksesuaian mendasar antara izin tinggal dengan aktivitas riil yang bersangkutan di lokasi hiburan malam tersebut.

KEJANGGALAN DATA DAN PERBURUAN

Investigasi mendalam mengungkap fakta mencengangkan:
– Disparitas Data: Catatan administratif Imigrasi sebelumnya menunjukkan Panda Club hanya mempekerjakan 3 (tiga) orang TKA.

– Kehilangan Jejak: Saat penyisiran awal, 2 (dua) WNA lainnya yang dicurigai terlibat dalam pelanggaran tidak ditemukan di lokasi. Hal ini mengindikasikan kemungkinan kebocoran informasi atau upaya melarikan diri sesaat sebelum kedatangan petugas.

Kejanggalan ini memicu tindakan keras Imigrasi. Jefrico Daud Marturia, Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, menyatakan, “Ini adalah komitmen Imigrasi Batam dalam merespons laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran keimigrasian. Penindakan tegas akan diberikan kepada WNA yang melanggar.”

PERKEMBANGAN TERKINI: DUA BURONAN TERTANGKAP

Hanya berselang sehari, upaya Imigrasi membuahkan hasil. Pada Selasa, 28 Oktober 2025, dua WNA Tiongkok yang sempat menghilang, berinisial HS dan WG, berhasil ditemukan dan diamankan di kawasan Batam Center.

Baca Juga :  Polresta Barelang Gelar (KRYD) Patroli Cipta Kondisi Antisipasi Balapan Liar C3 Dan Kejahatan Jalanan.

Ketiga WNA, termasuk LK, HS, dan WG, kini berada dalam proses pendalaman dan pemeriksaan oleh Imigrasi. Fokus utama adalah mengurai jaringan kerja dan menentukan apakah mereka melakukan pelanggaran Izin Tinggal, penyalahgunaan profesi, atau bekerja tanpa Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) yang sah—sebuah pelanggaran yang dapat berujung pada Deportasi dan penangkalan masuk ke Indonesia.

SERUAN AKSI MASYARAKAT

Kantor Imigrasi Batam menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari implementasi program Akselerasi yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang memprioritaskan penegakan hukum terhadap orang asing.

Masyarakat Batam kini didorong untuk menjadi mata dan telinga bagi negara. Imigrasi Batam menghimbau agar setiap kegiatan Orang Asing yang mencurigakan segera dilaporkan melalui hotline pengaduan di nomor 0821-8088-9090.

Operasi Panda Club menjadi peringatan keras: Batam bukan lagi tempat aman bagi WNA yang mencoba mencari celah hukum dan menyalahgunakan izin tinggal demi keuntungan ilegal. Penegakan hukum Imigrasi kini semakin kuat dan tak pandang bulu.

[Albab, Kabiro Oposisi News86 Batam]

Berita Terkait

SKANDAL DUGAAN TAMBANG PASIR LAUT DI KARIMUN! ABDUL RAHMAN, S.H., M.H.: APH DAN MINTA APH BESERTA KEMENTERIAN ESDM JANGAN TUTUP MATA
GEJOLAK GELPER BATAM! 10 Lokasi Di SURATI  ALIANSI LSM ORMAS PEDULI KEPRI INGATKAN RESIKO HUKUM
Mawar Putih
Lima Tersangka Kasus Blackout Batam-Bintan, Tanggung Jawab Manajemen PLN Batam Dipertanyakan
Misteri Blackout Batam Terungkap! IPJI Kepri Tantang Bareskrim Bongkar Fakta
Respons Cepat Laporan Pengeroyokan di Bengkong Batam, Polisi Sudah Periksa 4 Saksi
Polda Kepri Tindak Lokasi Penyalahgunaan Narkotika Di Kota Batam, Dorong Pemulihan Kawasan.
Kasus Dugaan Korupsi PLN Batam: Transfaransi Dipertanyakan, KPK Ditantang Turun Tangan?

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB

NASIONAL

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:33 WIB