Bali Teguhkan Spirit Kebangsaan: Kibarkan 10 Juta Bendera Merah Putih Sambut HUT Ke-80 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Provinsi Bali Ke-67

REDAKSI NTB

- Redaksi

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 04:24 WIB

50128 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bali Teguhkan Spirit Kebangsaan: Kibarkan 10 Juta Bendera Merah Putih Sambut HUT Ke 80 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Provinsi Bali Ke 67

 

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oposisinews86.com – Denpasar | Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Renon, Denpasar, menjadi saksi menggeloranya semangat nasionalisme saat Pemerintah Provinsi Bali menggelar Gotong Royong Kebangsaan dan Pencanangan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, Jumat (1/8). Acara nasional ini merupakan inisiasi Kementerian Dalam Negeri RI sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mewakili Gubernur Bali, sambutan utama disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Gede Suralaga, yang menekankan bahwa gerakan ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wujud cinta tanah air yang nyata dan pengingat atas perjuangan panjang para pendiri bangsa.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar kain yang berkibar, tapi lambang keberanian, persatuan, dan pengabdian. Di Bali, semangat gotong royong telah mengakar kuat dalam budaya ngayah, sebagai cerminan ketulusan dan pengabdian tanpa pamrih demi harmoni bersama,” tegas Gede Suralaga.

Ia juga mengaitkan gerakan ini dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dilandasi nilai-nilai luhur Sad Kerthi—meliputi pemuliaan jiwa (Atma Kerthi), manusia (Jana Kerthi), air (Danu Kerthi), hutan (Wana Kerthi), laut (Segara Kerthi), dan alam semesta (Jagat Kerthi). Nilai-nilai ini dinilainya sangat relevan dalam membangun Bali yang harmonis, lestari, dan berkeadaban.

Baca Juga :  Danramil 1607-06/Lape Lopok Hadiri Pelepasan Purna Tugas Sekdes dan Bendahara Desa Dete

Lebih lanjut, Suralaga mengajak generasi muda Bali untuk menghidupi semangat gotong royong di setiap lini kehidupan, menjadikan Bali tak hanya destinasi pariwisata, tetapi juga teladan harmoni sosial dan ketahanan budaya di tengah arus globalisasi.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, yang hadir langsung untuk menyampaikan pesan kebangsaan yang mendalam. Dalam sambutannya, Bahtiar menekankan pentingnya merawat rasa cinta terhadap negara sebagai legacy bersama.

“Ini adalah cara sederhana untuk mengingatkan kita bahwa bendera Merah Putih bukanlah sesuatu yang gratis. Ia hasil perjuangan panjang, dan tidak ada jaminan bahwa negara akan selalu ada selamanya,” ujar Bahtiar.

Ia menekankan bahwa ulang tahun ke-80 Republik Indonesia adalah momentum refleksi, bukan sekadar perayaan. Ia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyadari bahwa seperti tubuh manusia, negara pun bisa ‘sakit’ dan bahkan ‘bubar’, seperti yang pernah dialami oleh Uni Soviet dan Yugoslavia.

Baca Juga :  23 Advokat Diangkat Hadirkan DPP AAI ON Jaga Profesionalisme

“Mari kita rawat Merah Putih dengan cinta bangsa. Indonesia memang baru 80 tahun, tapi semangat kita harus 1000 tahun. Dan Bali selalu menjadi teladan bagi kita semua,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Bahtiar menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh masyarakat atas partisipasinya dalam pencanangan gerakan nasional ini.

“Dari Bali, kita nyalakan semangat merah putih ke seluruh penjuru negeri,” tutupnya.

Acara yang diselenggarakan pula dalam Peringatan Hari Jadi ke 67 Provinsi Bali turut diisi berbagai acara diantaranya Pemberian Sembako, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Senam, Doorprize, dan Lomba Panjat Pinang. Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan Biaya Sekolah dan Paket Sembako untuk Anak Sekolah, Alat Bantu Jalan beserta Paket Sembako kepada lansia Penderita Disabilitas, serta bantuan Paket Sembako kepada Legiun Veteran.

Acara ini tidak hanya menjadi momentum pemersatu bangsa, tetapi juga pengingat kolektif bahwa kemerdekaan dan keutuhan Indonesia adalah tanggung jawab seluruh rakyat, dari pelosok desa hingga pusat kota, untuk terus dirawat, dijaga, dan diwariskan ke generasi mendatang.

Berita Terkait

Bersinergi Pulihkan Negeri, TNI–Polri dan Warga Ulim Gotong Royong Pascabencana Banjir
Data Warga Diminta Mendadak, SHU Tak Merata: Kades Aimual Angkat Suara
DPC PJI Bojonegoro Tasyakuran 27 Tahun PJI dan HUT ke 1 DPC Bojonegoro
Ironis!! Dituduh Curi Dokumen di Hotel Miliknya, Pasutri Pemilik Hotel Menjerit Cari Keadilan
Kapolres Badung Ajak Lapisan Masyarakat Manfaatkan Layanan SIM di Satpas Badung
Pengabdian dan Prestasi, Dandim 1607/Sumbawa Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat dan Purna Tugas
DARAH PENGKHIANAT G30S/PKI, DALAM LUKA KOLEKTIF DAN TANTANGAN GENERASI MUDA
Selamat Menempuh Hidup Baru, Do,a Terbaik Untuk Kedua Mempelai Semoga Terpilih Menjadi Pasangan yang Bahagia

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:44 WIB

Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:10 WIB

Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB

Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:07 WIB

Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB