Kopdes Merah Putih, Simbol Harapan Baru bagi Kemandirian Ekonomi Desa

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 23:10 WIB

50487 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Junaidi Yusuf

Pelaku Program PPK-PNPM-MP & BRA

Peluncuran program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan positif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari kalangan pelaku koperasi di tingkat desa. Salah satunya datang dari Junaidi Yusuf, SE, Wakil Ketua Bidang Usaha Koperasi Merah Putih Desa Lamteh, yang ditemui oleh redaksi…. pada Selasa pagi (22/07/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perbincangan santai tersebut, Junaidi menyampaikan apresiasinya atas langkah pemerintah yang dinilainya serius dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui jalur koperasi. Menurutnya, Kopdes Merah Putih merupakan sebuah terobosan yang strategis karena tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga menyasar ketimpangan struktural yang selama ini menempatkan desa sebagai objek pembangunan.

“Kopdes Merah Putih adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memberdayakan desa. Ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan dari pinggiran yang berkeadilan,” ujarnya.

Junaidi juga menyoroti bahwa koperasi merupakan bentuk usaha yang paling sesuai dengan karakter sosial masyarakat desa. Namun selama ini, koperasi kerap hanya hadir sebagai entitas administratif tanpa fungsi produktif yang maksimal. Oleh karena itu, menurutnya, keberhasilan program ini sangat tergantung pada kesiapan sistem manajerial, infrastruktur pendukung, serta keberlanjutan pendampingan yang terstruktur.

Baca Juga :  Emansipasi Wanita seharusnya ditujukan pada Cut Nyak Dien, bukan pada RA. Kartini

“Transformasi tidak bisa hanya mengandalkan dana atau instruksi pusat. Kita butuh tata kelola yang baik, akses pasar yang adil, penguatan kelembagaan koperasi, dan tentunya keterlibatan aktif BUMN sebagai mitra yang tidak sekadar simbolik,” tegas Junaidi.

Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap kelompok masyarakat kecil—petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga masyarakat adat—yang selama ini menjadi pihak paling rentan dalam rantai distribusi ekonomi. Menurutnya, pemangkasan rantai distribusi dan pengendalian harga menjadi langkah krusial untuk mewujudkan keadilan ekonomi di tingkat akar rumput.

Lebih lanjut, Junaidi menyebut bahwa secara ideologis, Kopdes Merah Putih selaras dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program ini, menurutnya, mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong redistribusi kekuatan ekonomi agar tidak terpusat di kota-kota besar.

Baca Juga :  Perdana, Tulisan Dosen Ekonomi Syariah UIA Tembus Jurnal Scopus Q1

Sebagai alumni program PPK-PNPM-MP dan aktivis organisasi masyarakat, Junaidi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa. Ia menilai bahwa penguatan literasi keuangan, pelatihan manajemen usaha, dan pendidikan karakter kewirausahaan harus menjadi bagian integral dari program ini agar benar-benar berdampak jangka panjang.

“Desa tidak boleh lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang menggerakkan perubahan. Untuk itu, generasi muda desa perlu terlibat aktif dalam mendukung dan mengawal program ini,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Junaidi menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukan hanya kebijakan teknokratis, tetapi simbol harapan baru bagi masa depan desa yang lebih mandiri dan sejahtera di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Namun apabila substansi program ini hanya sebatas teori dan instruksi, tanpa penerjemahan yang tepat di lapangan, saya khawatir implementasinya hanya akan berjalan di tempat. Saya bukan pesimis, tapi realistis,” pungkasnya. []

Berita Terkait

Geusyik di Tengah Pusaran Tuduhan Bantuan Sosial
SERAKAHNOMICS”* Revolusi Sunyi dari Desa
Perdana, Tulisan Dosen Ekonomi Syariah UIA Tembus Jurnal Scopus Q1
Ketidakadilan di Menara Gading: Kampus Membusuk dari Atas
Emansipasi Wanita seharusnya ditujukan pada Cut Nyak Dien, bukan pada RA. Kartini
Polemik ambigu, “Syahwat” Dewan Pers dan “Dosa” UKW yang membelenggu insan pers, siapa yang mesti disalahkan?

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 14:14 WIB

Korban Keracunan MBG Di Kecamatan Pringasela Lotim Capai 35 Orang.

Minggu, 26 April 2026 - 13:34 WIB

Danramil Empang Hadiri Gerakan Makan Ikan Bersama DPR RI, Dorong Gizi dan Daya Saing Produk Perikanan

Minggu, 26 April 2026 - 13:28 WIB

Jembatan Gantung Garuda, Simbol Kuat Sinergi TNI dan Rakyat di Alas Barat

Minggu, 26 April 2026 - 13:18 WIB

Bahu Membahu untuk Negeri, Jembatan Ini Adalah Asa Kita Bersama

Minggu, 26 April 2026 - 11:35 WIB

Jaga Ekosistem Gili, Bhayangkari NTB dan Lombok Utara Menutrisi Laut Dengan Eco-Enzim dari Sampah Organik

Sabtu, 25 April 2026 - 21:37 WIB

Tak Kenal Waktu, Koramil Alas Gencarkan Patroli Demi Keamanan Masyarakat

Jumat, 24 April 2026 - 20:26 WIB

Anggota Posramil Plampang Laksanakan Patroli Jaga Keamanan Wilayah

Jumat, 24 April 2026 - 20:05 WIB

Langkah Nyata Cegah Kenakalan Remaja, Danramil Empang Pimpin Sosialisasi di Sekolah

Berita Terbaru

NASIONAL

Bahu Membahu untuk Negeri, Jembatan Ini Adalah Asa Kita Bersama

Minggu, 26 Apr 2026 - 13:18 WIB