Lunyuk, Sumbawa — Babinsa Desa Lunyuk Ode, Serka Sahruddin, anggota Koramil 1607-07/Lunyuk, menghadiri pembukaan Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQ dan MHQ) tingkat Desa Lunyuk Ode, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/9/2026).
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI melalui pembinaan teritorial untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kegiatan keagamaan yang memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan kehidupan sosial yang harmonis.
Pelaksanaan MTQ dan lomba Hadis tingkat desa tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda agar memiliki fondasi moral, spiritual, dan akhlak yang kuat di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Serka Sahruddin menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti MTQ dan lomba Hadis memiliki arti penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai agama.
«“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keagamaan. Kami dari TNI akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat bagi pembinaan generasi,” ujar Serka Sahruddin.»
Menurutnya, semangat berkompetisi dalam MTQ hendaknya dimaknai secara lebih luas. Prestasi bukan sekadar menjadi tujuan akhir, melainkan bagian dari proses menumbuhkan disiplin, keberanian, sportivitas, serta kecintaan terhadap ilmu dan nilai-nilai luhur agama.
Kegiatan tersebut juga mencerminkan kuatnya sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga dalam menciptakan lingkungan sosial yang religius, aman, dan kondusif.
Melalui kehadiran Babinsa, TNI turut memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan pembangunan karakter sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang beradab dan berkelanjutan. (Pendim Sumbawa)




































