Maut di Tambang Emas Lantung! Tiga Penambang Dikabarkan Tewas Tertimbun Reruntuhan, Lima Luka Berat

REDAKSI NTB

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026 - 00:03 WIB

501,269 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa, oposisinews86.com, (6 September 2026),— Kabar duka datang dari lokasi tambang emas di Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedikitnya tiga orang dikabarkan meninggal dunia, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka berat setelah tertimpa reruntuhan tanah di lokasi pertambangan.

Peristiwa nahas tersebut, berdasarkan informasi sementara yang dihimpun media dari narasumber yang berada di lokasi, terjadi pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.

Suasana di lokasi disebut sempat diliputi kepanikan. Para penambang dan warga yang berada di sekitar lokasi berupaya melakukan evakuasi terhadap para korban yang tertimbun reruntuhan tanah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang narasumber yang berada di lokasi kejadian saat memberikan keterangan kepada media mengatakan, terdapat tiga korban yang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan lima korban lainnya mengalami luka berat.

“Tiga orang meninggal, lima orang luka-luka berat akibat tertimpa reruntuhan tanah di lokasi tambang emas. Lokasi kejadiannya di Lawang Tua, Desa Lantung. Kejadiannya tadi sekitar pukul 9 kurang lebih,” ungkap sumber tersebut.

Menurut keterangan sementara yang diterima media, dua korban disebut meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya sempat dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Lantung, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Baca Juga :  Ketua DPN PPWI Berikan Penghargaan Kepada Ketua MPR RI 

“Yang meninggal di tempat ada dua orang, kepala dusun Leweng dan sama Desa Pelita. Yang meninggal di puskesmas satu orang, sempat dilarikan ke puskesmas namun nyawanya tidak tertolong,” katanya.

Sementara itu, lima korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka berat. Bahkan, beberapa di antaranya disebut mengalami patah tulang akibat tertimpa material tanah.

Proses evakuasi korban disebut berlangsung dalam kondisi serba terbatas. Warga bersama orang-orang yang berada di lokasi berupaya mengangkat dan membawa korban menggunakan tandu sederhana yang dibuat dari karung.

“Yang lima orang luka-luka berat, ada yang patah tulang. Yang meninggal tadi kita pikul sama-sama pakai tandu yang terbuat dari karung, kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Lantung,” lanjut narasumber.

*Kondisi Darurat, Identitas Korban Masih Menunggu Verifikasi*

Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai identitas lengkap seluruh korban, jumlah pasti korban, kondisi terkini lima korban luka, serta penyebab pasti runtuhnya material tanah masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Baca Juga :  ‎Malam Aman, Warga Nyaman Berkat Kepedulian Bersama

Media juga belum memperoleh keterangan resmi terkait apakah aktivitas pertambangan di lokasi tersebut memiliki legalitas atau tidak, termasuk mengenai aspek keselamatan kerja di lokasi tambang.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan pada aktivitas pertambangan, khususnya di lokasi yang memiliki kondisi tanah dan struktur galian yang rawan mengalami longsor atau runtuh secara tiba-tiba.

Jika informasi mengenai tiga korban meninggal dunia dan lima korban luka berat tersebut nantinya dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, atau instansi terkait, maka tragedi di Lawang Tua ini menjadi insiden serius yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan menyeluruh.

oposisinews86.com masih berupaya menghimpun informasi resmi dari pihak kepolisian, pemerintah Kecamatan Lantung, Pemerintah Desa Lantung, maupun petugas kesehatan mengenai perkembangan penanganan para korban.

Catatan redaksi: Informasi jumlah korban dan kronologi dalam berita ini merupakan informasi sementara berdasarkan keterangan narasumber di lokasi kejadian. Redaksi akan melakukan pembaruan setelah memperoleh konfirmasi resmi dari pihak berwenang. (Af)

Berita Terkait

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya
Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga
Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam
Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa
Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah
Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial
Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!
Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru