Sumbawa, NTB – Kasdim 1607/Sumbawa Mayor Inf Amdatullah turut serta dalam kegiatan Konsultasi Publik Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Banda yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di sekitar wilayah Bendungan Banda, Desa Banda, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Konsultasi publik ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat yang dapat terjadi di sekitar Bendungan Banda.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, serta unsur pemerintah daerah dan stakeholder terkait lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Banda disusun sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kondisi darurat. Melalui konsultasi publik, berbagai masukan dan informasi dari pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan rencana sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan tepat apabila terjadi keadaan yang tidak diharapkan.
Kehadiran Kasdim 1607/Sumbawa Mayor Inf Amdatullah merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Sumbawa. Kesiapan seluruh unsur menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi darurat, terutama dalam memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas sektor menjadi salah satu perhatian utama. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BBWS, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat diperlukan agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin.
Masyarakat yang berada di sekitar wilayah Bendungan Banda juga diharapkan memiliki pemahaman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kondisi darurat. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat dapat mengambil tindakan secara cepat dan tepat sesuai dengan arahan pihak berwenang.
Melalui Konsultasi Publik RTD Bendungan Banda tersebut, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan koordinasi yang semakin kuat dalam menghadapi kemungkinan bencana. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan sistem penanganan darurat yang lebih terencana, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar serta menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat di wilayah Kabupaten Sumbawa.
**(Pendim 1607/Sumbawa)**



































