Mutya Gustina: “Viral Dulu Baru Bertindak?” Dugaan Kasus Anak Panti Asal KSB di Bali Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak

REDAKSI NTB

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:09 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Barat, oposisinews86.com, (26 Juli 2026),– Aktivis perempuan Mutya Gustina menyoroti video viral yang memperlihatkan sejumlah anak, termasuk bayi asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang tengah menjalani perawatan lanjutan di Bali. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm keras bagi sistem perlindungan anak di daerah dan harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Mutya menyatakan, apabila dugaan penelantaran terhadap anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga sosial tersebut benar adanya, maka hal itu merupakan persoalan yang sangat serius dan tidak boleh dipandang sebagai kasus biasa.

“Kasus dugaan penelantaran anak-anak panti asal Sumbawa Barat yang berada di Bali menjadi tamparan keras bagi kita semua, terutama pemerintah daerah yang memiliki kewajiban memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan, pengasuhan, dan pemenuhan hak-haknya,” ujar Mutya pada awak media (26/7).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, anak-anak yang tinggal di panti asuhan bukan sekadar penerima bantuan sosial. Mereka merupakan anak-anak yang berada dalam tanggung jawab negara ketika keluarga atau lingkungan terdekat tidak mampu memberikan pengasuhan yang layak. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap lembaga pengasuhan menjalankan standar perlindungan anak secara maksimal.

Baca Juga :  ‎TNI-Polri Bersinergi Bentuk Paskibraka Utan yang Disiplin dan Tangguh

“Negara tidak boleh hadir hanya ketika masalah sudah viral. Negara harus hadir sejak awal melalui pengawasan, pendampingan, dan sistem perlindungan yang nyata,” tegasnya.

Mutya mempertanyakan efektivitas pengawasan yang dilakukan terhadap lembaga pengasuhan anak di Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, jika benar terdapat anak-anak yang diduga tidak memperoleh pemenuhan kebutuhan dasar hingga harus menjalani perawatan di luar daerah, maka kondisi tersebut seharusnya dapat terdeteksi lebih dini.

“Pertanyaan besarnya, bagaimana mungkin anak-anak yang berada dalam pengasuhan lembaga sosial bisa sampai berada dalam kondisi yang diduga tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya tanpa terdeteksi lebih awal? Di mana fungsi pengawasan Dinas Sosial? Di mana mekanisme perlindungan anak yang seharusnya memastikan lembaga pengasuhan berjalan sesuai standar?” katanya.

Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya bergerak setelah muncul tekanan publik maupun pemberitaan media. Menurutnya, perlindungan anak merupakan kewajiban yang harus dijalankan secara konsisten tanpa bergantung pada viral atau tidaknya suatu kasus.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup aman, sehat, memperoleh makanan yang layak, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan yang manusiawi. Hak-hak itu tidak boleh bergantung pada seberapa ramai sebuah kasus dibicarakan di media sosial,” ujarnya.

Baca Juga :  Serda Evendi Dampingi BNPB, Pemerintah Siapkan Pembangunan Kembali Rumah Warga

Mutya mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi anak-anak yang berada di bawah pengasuhan lembaga tersebut, mengevaluasi sistem pengelolaan panti, serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Ia juga meminta agar proses penanganan dilakukan secara transparan dengan melibatkan instansi terkait dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

“Kasus ini harus menjadi momentum evaluasi serius. Pemerintah daerah tidak cukup hanya memberikan klarifikasi, tetapi harus memastikan kondisi seluruh anak benar-benar aman, hak-haknya terpenuhi, dan apabila ditemukan adanya kelalaian, maka harus ada tindakan yang tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” pungkas Mutya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat maupun pihak pengelola panti asuhan terkait informasi yang beredar. Oleh karena itu, media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang. (*)

Berita Terkait

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎
Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia
‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla
Jaga Ketertiban Pawai Ta’aruf, Babinsa Plampang Hadir di Tengah Warga
Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran
‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎
Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras
Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru