Meulaboh/Oposisi News 86 — Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah Aceh (PW HUDA) Aceh Barat masa khidmat 2026–2031 di Dayah Ruhul Qurani, Sabtu, 7 Maret 2026. Kehadiran orang nomor satu di Aceh Barat itu menegaskan pentingnya peran ulama dayah dalam menjaga arah pelaksanaan syariat Islam di daerah.
Dalam sambutannya, Tarmizi menyampaikan penghargaan kepada para ulama yang selama ini dinilai konsisten mendampingi pemerintah daerah dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Ia mengatakan, sejak awal masa jabatannya, pemerintah daerah langsung membangun komunikasi dengan kalangan ulama guna merumuskan langkah penguatan syariat Islam.
“Setelah dilantik, kami segera duduk bersama para ulama untuk membahas arah syariat Islam ke depan. Dari pertemuan itu lahir sejumlah rekomendasi yang menjadi pijakan bersama,” ujar Tarmizi.
Ia menilai Aceh Barat saat ini menghadapi tantangan sosial yang tidak ringan, mulai dari peredaran narkoba, munculnya paham menyimpang, praktik perjudian, hingga berbagai tindak kriminal. Situasi tersebut, kata dia, tidak mungkin ditangani pemerintah semata.
Menurut Tarmizi, keterlibatan ulama dan tokoh masyarakat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah, persoalan ini tidak akan selesai. Kewenangan kami terbatas. Aparat yang ada hanya kepolisian dan Satpol PP,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang luas bagi ulama untuk memberikan nasihat maupun kritik terkait pelaksanaan syariat Islam. Baginya, pandangan ulama merupakan rujukan moral dalam menjaga arah kebijakan daerah.
“Nasihat ulama harus didengar. Samikna wa athokna. Tanpa itu, arah kebijakan bisa melenceng. Karena itu sinergi antara ulama dayah, MPU, santri, dan pemerintah harus terus diperkuat,” kata Tarmizi.
Pelantikan pengurus PW HUDA Aceh Barat itu dihadiri pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah yang berharap organisasi ulama dayah tersebut dapat memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. (SR)









































