Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. (C) Jamaluddin,S.Sos,M.Pd. Plt.Sekda Aceh. (Foto,Doc,Rasyidin/SR).

ACEH UTARA — Di tengah sisa-sisa dampak banjir yang belum sepenuhnya pulih, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali mengumumkan kabar baik: perekonomian daerah disebut tetap berada di jalur aman. Hingga akhir Januari 2026, tekanan inflasi diklaim terkendali dan harga kebutuhan pokok relatif stabil.

Pernyataan optimistis itu disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Dr. (C) Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., usai mengikuti agenda nasional pengendalian inflasi yang digelar pemerintah pusat secara virtual, Selasa, 27 Januari 2026, dari kantor Setdakab Aceh Utara.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jamaluddin mengatakan, hasil pemantauan harga di pasar-pasar tradisional belum menunjukkan gejolak berarti. Pemerintah daerah menilai distribusi logistik mulai pulih setelah sempat terganggu akibat banjir yang merendam sejumlah kecamatan.
“Distribusi barang kembali berjalan normal. Pasokan mencukupi dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak stabil,” ujar Jamaluddin.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Utara Buka Seleksi Calon Direksi PT Pase Energi Migas

Ia merujuk data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan terakhir Januari 2026 yang, menurut pemerintah, mencerminkan tekanan inflasi rendah. Salah satu komoditas yang disebut memberi sinyal positif adalah cabai merah keriting, yang sebelumnya sempat melonjak akibat terputusnya akses distribusi saat banjir.

Meski demikian, klaim stabilitas ekonomi itu datang bersamaan dengan proses pemulihan yang masih berlangsung di lapangan. Sejumlah warga terdampak banjir masih berupaya memulihkan aktivitas usaha dan sumber penghidupan mereka.

Pemerintah daerah menyatakan tidak ingin berhenti pada pengendalian harga jangka pendek. Jamaluddin menegaskan Pemkab Aceh Utara tengah menyiapkan langkah pemulihan ekonomi berkelanjutan dengan mendorong kembali sektor-sektor produktif masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Bireun Mukhlis Takabeya Alihkan Anggaran Mobil Dinas 4 Milyar untuk Rakyat Kecil

“Kami mendorong pemanfaatan lahan yang relatif aman dari banjir, penguatan sektor pertanian dan perkebunan, serta percepatan pemulihan UMKM agar pendapatan masyarakat bisa kembali meningkat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menjaga ketersediaan bahan pangan, terutama menjelang periode rawan inflasi seperti meugang dan hari besar keagamaan yang kerap memicu lonjakan harga.

“Stabilitas ekonomi harus terus dijaga agar masyarakat merasa aman memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Jamaluddin.

Pemerintah daerah memastikan pemantauan harga dan distribusi pangan akan terus dilakukan. Namun, efektivitas klaim stabilitas ekonomi itu pada akhirnya akan diuji oleh kondisi riil di pasar dan daya beli masyarakat pascabanjir. (SR)

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat
Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB