Pemerintah Kabupaten Blitar Menghadapi Kendala Serius Dalam Realisasi Anggaran Tahun 2025.

KORWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:31 WIB

50374 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar – Hingga pertengahan Agustus, serapan belanja daerah hanya mencapai 48%, jauh di bawah target ideal 50%.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan tersendatnya berbagai proyek infrastruktur vital, yang berpotensi menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, Kurdiyanto, menyatakan bahwa dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp2,65 triliun, serapan anggaran yang baru tercapai 48% pada pertengahan Agustus 2025 sangat mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengakui bahwa target ideal seharusnya sudah mencapai 50% pada periode ini. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap efektivitas dan kelancaran pelaksanaan program-program pemerintah yang sedang berjalan maupun yang akan dimulai.

Baca Juga :  Grand Opening Azana Style Hotel Tulungagung Menawarkan Kemewahan dan Kenyamanan di Pusat Kota

Proyek-proyek yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya, terancam tertunda akibat lambatnya pencairan anggaran.

Salah satu dinas yang paling disorot adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Hingga bulan Agustus 2025, serapan anggaran PUPR baru mencapai 10%. Angka ini jauh di bawah harapan dan menjadi perhatian serius, mengingat dinas ini mengelola proyek-proyek infrastruktur krusial.

Menurut Kurdiyanto, rendahnya serapan anggaran di Dinas PUPR sebagian besar disebabkan oleh proses pengadaan pekerjaan yang masih dalam tahap awal.

Meskipun alokasi anggaran sudah ditetapkan, hambatan administratif membuat proyek-proyek ini belum bisa berjalan maksimal. Hal ini mengindikasikan adanya kendala struktural yang perlu segera diatasi.

Baca Juga :  Anggota Polres Blitar Kota. Bubarkan Ronda Sahur Yang Menggunakan Sound Horeg.

Lambatnya serapan anggaran ini juga mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar.

Wakil Ketua DPRD, M. Rifai, menyatakan bahwa selain faktor pengadaan, ada masalah struktural yang memengaruhi kelancaran program pemerintah secara keseluruhan.

Rifai menegaskan bahwa pemerintah kabupaten harus segera mengambil langkah tegas untuk mempercepat serapan anggaran.

Tanpa tindakan cepat, kondisi ini dapat menjadi hambatan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Blitar.

Pihak legislatif mendesak eksekutif untuk mengevaluasi dan memperbaiki prosedur yang ada agar alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal. [MUJANI]

Berita Terkait

Belum dapat Lahan, 12 Kelurahan Tulungagung Belum Usulkan Pembangunan Koperasi Merah Putih
Polres Tulungagung Anugerahkan Tanda Kehormatan Pengabdian Kepada Personel
Paska Keracunan MBG,Kepala Dinas Ketahanan PanganTulungagung Lakukan Survei Epidemiologi ke Siswa SMK 3 Boyolangu
Kejari Tulungagung Musnahkan Barang Bukti 27 Perkara Pidana Umum
Proses Hukum Bus Harapan Jaya yang Tewaskan Dua Orang Dilimpahkan ke Kejaksaan
UMP 2026 Tulungagung Naik Signifikan,DPRD Ingatkan Resiko Tekanan Pada Pengusaha
Bupati Tulungagung Gatot Sunu Wibowo Melantik Pejabat Administrator dan Pengawas
Dinas PUPR Tulungagung “Giat Lakukan Perbaikan Aspal di Ruas jalan Ketanon- Simo”

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:24 WIB

Menhan Tekankan Peran Pers Hadapi Perang Psikologis di Era Digital

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:14 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB