Rusaknya Sumber Air, Akibat Penambang Pasir, Akibatnya Ratusan Petani Di 4 Kecamatan Demo.

KORWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025 - 17:00 WIB

50228 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLITAR/JATIM – Warga 4 Kecamatan geruduk penambang pasir di lokasi penambangan di Kali Putih Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar meminta agar para penambang pasir hengkang dari lokasi penambangan. Karena menimbulkan debit air di sungai Kali Putih terganggu merugikan Petani.

Dengan adanya Demo ini bentuk kekesalan Warga Petani adanya aktifitas Tambang Pasir di Kali Putih tersebut Menurut warga sejak tambang Pasir beroperasi, sumber Air serta Irigasi yang mengalir ke Sawah Petani menjadi terganggu tidak bisa lancar.

Akibatnya tanaman petani tidak bisa tumbuh maksimal. Bahkan tanaman menjadi rusak akibat air sungai yang bercampur berbagai material kotoran tambang.

“Kami meminta agar tambang pasir ini Tutup sekarang juga, Pokoknya alat berat harus pergi dari sini hengkang dari sini sekarang juga”.Kata salah satu petani yang di temui Awak Media, Kamis. (13/03/2025).

Dengan adanya tambang pasir di Kali Putih ini membuat Warga resah, sebab setelah ada penambangan ini sumber air warga, serta Irigasi ke area petani menjadi terganggu.

Para petani sudah sangat muak juga enggan di ajak komunikasi dengan para penambang pasir. Yang jelas tuntutanya, Tambang Pasir di tutup sekarang juga Dan alat berat harus pergi dari aliran Lahar Gunung Kelud.

Baca Juga :  Ada Apa, DPRD Tulungagung Panggil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Tulungagung -Trenggalek

“Karena ada penggalian pasir ini malah sangat merugikan Petani penggarap khususnya pengairan baik jumlah debit air juga sedimen sedimenya dan juga zat zat yang di timbulkan dari penggalian ini juga sangat merugikan Petani,” Jelasnya.

Ratusan Warga yang Demo dari 4 Kecamatan, Adalah Gandusari, Garum, Talun, Kanogoro Kabupaten Blitar. Warga mengancam akan melakukan aksi lagi yang lebih besar bila tambang pasir tetap saja beroperasi.

Para petani minta mulai Hari ini tambang pasir Tutup total.
Pihak pengelila tambang diminta untuk meninggalkan lokasi penambangan.

“Jika tidak di tanggapi kami tetap akan berjuang terus,” Pungkasnya. [MUJANI]

Berita Terkait

PPPK Paruh Waktu Menjerit, Gaji Rp300 Ribu Sebulan Jadi Sorotan DPRD Tulungagung
Vonis SKTM RSUD dr. Iskak: Ketika Surat Orang Miskin Diduga Dijadikan Ladang Bancakan
Bersih Desa Picisan, Wujud Syukur dan Kekompakan Masyarakat
Tri Hariadi Dilantik sebagai Pj Sekda, Menjaga Kontinuitas dan Stabilitas Tata Kelola Pemerintahan Tulungagung
Plt. Bupati Tulungagung Segera Definitifkan Jabatan Kosong Kepsek
Workshop Pantomim di Tulungagung Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa
OTT Di Tulungagung: Ketika Kekuasaan Daerah Kembali Diuji Oleh Hukum
Tetap Masuk Kantor, Kepala Dinas di Tulungagung Dilarang Lakukan WFH

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru