Tuntutan Provinsi Pulau Sumbawa Menguat, Massa Akan Duduki Titik Strategis

REDAKSI NTB

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:31 WIB

50425 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB, oposisinews86.com, (12 Mei 2026),— Gelombang perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali memanas. Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa bersama jaringan Aliansi PPS se-Pulau Sumbawa secara terbuka menyerukan perlawanan rakyat terhadap sikap pemerintah pusat yang dinilai terus mengabaikan aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Ketua Presedium Aliansi PPS se-Pulau Sumbawa, Sahril Amin, bersama seluruh Ketua Umum Aliansi PPS kabupaten/kota disebut telah melakukan serangkaian konsolidasi dan pertemuan di berbagai daerah. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk menyatukan kekuatan rakyat menjelang aksi besar-besaran yang direncanakan berlangsung pada 26 Mei 2026 di sejumlah titik strategis di Pulau Sumbawa.

Dalam pernyataannya, Aliansi PPS menilai pemerintah pusat hanya terus menggulirkan alasan klasik terkait kondisi keuangan negara untuk menunda pembentukan DOB, tanpa memberikan kepastian nyata terhadap perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbagai perjuangan sudah kami lakukan, mulai dari aksi daerah hingga ke Jakarta, tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas. Pemerintah pusat justru terus berlindung di balik alasan moratorium dan kemampuan keuangan negara,” tegas pernyataan Aliansi PPS pada media ini, Selasa (12/5).

Aliansi PPS menilai alasan pemerintah pusat sangat bertolak belakang dengan realita kekayaan alam Pulau Sumbawa yang selama ini menjadi penyumbang besar devisa negara, khususnya dari sektor pertambangan.

Baca Juga :  Babinsa Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan Lewat Pelatihan PBB di Kecamatan Plampang

“Kalau pemerintah mengatakan pembentukan provinsi baru membebani keuangan negara, maka kami bertanya, selama ini ke mana hasil bumi Pulau Sumbawa dibawa? Ratusan kilogram emas setiap tahun diambil dari tanah kami, tetapi rakyat Pulau Sumbawa masih hidup dalam kemiskinan dan pengangguran,” bunyi pernyataan tersebut.

Mereka juga menyoroti ketimpangan dana bagi hasil (DBH) yang dianggap tidak sebanding dengan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi akibat aktivitas perusahaan tambang besar yang beroperasi di Pulau Sumbawa.

Aliansi PPS bahkan menegaskan bahwa pemerintah pusat seharusnya mampu mendorong perusahaan-perusahaan tambang besar untuk ikut membiayai pembangunan infrastruktur calon provinsi baru tersebut.

“Jangan jadikan alasan anggaran negara sebagai penghambat. Perusahaan tambang yang menikmati hasil bumi Pulau Sumbawa seharusnya ikut bertanggung jawab membangun daerah ini,” lanjut mereka.

Tak hanya soal ekonomi, Aliansi PPS juga mengangkat sejarah perjuangan Kesultanan Sumbawa saat bergabung dengan Republik Indonesia. Mereka menilai semangat kesejahteraan rakyat yang dulu dijanjikan kini justru terasa jauh dari harapan masyarakat Pulau Sumbawa.

“Kami bukan ingin memisahkan diri dari NKRI. Kami cinta Indonesia. Tetapi rakyat Pulau Sumbawa juga punya hak untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri melalui pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa,” ujar Hatab, sapaan akrab Ketua Umum Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga :  Kebahagiaan Warga Jadi Bukti Nyata Kehadiran TNI di Tengah Pembangunan Desa

Hatab menegaskan, aksi akbar pada 26 Mei 2026 nanti bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk ultimatum moral kepada pemerintah pusat agar segera memberikan kepastian terhadap pembentukan PPS.

Menurutnya, apabila suara rakyat terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin gelombang people power akan meluas di Pulau Sumbawa dan berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

“Rakyat bisa melakukan apa saja ketika cita-cita luhur mereka terus diabaikan. Jangan salahkan masyarakat jika nantinya kekuatan massa besar turun ke jalan,” tegas Hatab.

Aliansi PPS pun mengajak seluruh elemen masyarakat Pulau Sumbawa, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bersatu dalam aksi akbar yang dipusatkan di Pelabuhan Poto Tano pada 26 Mei 2026 mendatang.

Aksi tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh di sejumlah titik strategis di Pulau Sumbawa sebagai bentuk tekanan politik terhadap pemerintah pusat agar segera membuka jalan bagi terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa. (Red)

Berita Terkait

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎
Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia
‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla
Jaga Ketertiban Pawai Ta’aruf, Babinsa Plampang Hadir di Tengah Warga
Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran
‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎
Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras
Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru