Tuntutan Provinsi Pulau Sumbawa Menguat, Massa Akan Duduki Titik Strategis

REDAKSI NTB

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:31 WIB

50388 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB, oposisinews86.com, (12 Mei 2026),— Gelombang perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) kembali memanas. Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa bersama jaringan Aliansi PPS se-Pulau Sumbawa secara terbuka menyerukan perlawanan rakyat terhadap sikap pemerintah pusat yang dinilai terus mengabaikan aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Ketua Presedium Aliansi PPS se-Pulau Sumbawa, Sahril Amin, bersama seluruh Ketua Umum Aliansi PPS kabupaten/kota disebut telah melakukan serangkaian konsolidasi dan pertemuan di berbagai daerah. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk menyatukan kekuatan rakyat menjelang aksi besar-besaran yang direncanakan berlangsung pada 26 Mei 2026 di sejumlah titik strategis di Pulau Sumbawa.

Dalam pernyataannya, Aliansi PPS menilai pemerintah pusat hanya terus menggulirkan alasan klasik terkait kondisi keuangan negara untuk menunda pembentukan DOB, tanpa memberikan kepastian nyata terhadap perjuangan masyarakat Pulau Sumbawa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbagai perjuangan sudah kami lakukan, mulai dari aksi daerah hingga ke Jakarta, tetapi tidak pernah mendapatkan jawaban yang jelas. Pemerintah pusat justru terus berlindung di balik alasan moratorium dan kemampuan keuangan negara,” tegas pernyataan Aliansi PPS pada media ini, Selasa (12/5).

Aliansi PPS menilai alasan pemerintah pusat sangat bertolak belakang dengan realita kekayaan alam Pulau Sumbawa yang selama ini menjadi penyumbang besar devisa negara, khususnya dari sektor pertambangan.

Baca Juga :  Sinergi Kodim dan Polres Sumbawa di Jalan Santai Hari Bhayangkara ke-79 ‎

“Kalau pemerintah mengatakan pembentukan provinsi baru membebani keuangan negara, maka kami bertanya, selama ini ke mana hasil bumi Pulau Sumbawa dibawa? Ratusan kilogram emas setiap tahun diambil dari tanah kami, tetapi rakyat Pulau Sumbawa masih hidup dalam kemiskinan dan pengangguran,” bunyi pernyataan tersebut.

Mereka juga menyoroti ketimpangan dana bagi hasil (DBH) yang dianggap tidak sebanding dengan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi akibat aktivitas perusahaan tambang besar yang beroperasi di Pulau Sumbawa.

Aliansi PPS bahkan menegaskan bahwa pemerintah pusat seharusnya mampu mendorong perusahaan-perusahaan tambang besar untuk ikut membiayai pembangunan infrastruktur calon provinsi baru tersebut.

“Jangan jadikan alasan anggaran negara sebagai penghambat. Perusahaan tambang yang menikmati hasil bumi Pulau Sumbawa seharusnya ikut bertanggung jawab membangun daerah ini,” lanjut mereka.

Tak hanya soal ekonomi, Aliansi PPS juga mengangkat sejarah perjuangan Kesultanan Sumbawa saat bergabung dengan Republik Indonesia. Mereka menilai semangat kesejahteraan rakyat yang dulu dijanjikan kini justru terasa jauh dari harapan masyarakat Pulau Sumbawa.

“Kami bukan ingin memisahkan diri dari NKRI. Kami cinta Indonesia. Tetapi rakyat Pulau Sumbawa juga punya hak untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri melalui pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa,” ujar Hatab, sapaan akrab Ketua Umum Aliansi PPS Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga :  ‎Babinsa Lebangkar Gencarkan Edukasi Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan

Hatab menegaskan, aksi akbar pada 26 Mei 2026 nanti bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk ultimatum moral kepada pemerintah pusat agar segera memberikan kepastian terhadap pembentukan PPS.

Menurutnya, apabila suara rakyat terus diabaikan, maka bukan tidak mungkin gelombang people power akan meluas di Pulau Sumbawa dan berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

“Rakyat bisa melakukan apa saja ketika cita-cita luhur mereka terus diabaikan. Jangan salahkan masyarakat jika nantinya kekuatan massa besar turun ke jalan,” tegas Hatab.

Aliansi PPS pun mengajak seluruh elemen masyarakat Pulau Sumbawa, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bersatu dalam aksi akbar yang dipusatkan di Pelabuhan Poto Tano pada 26 Mei 2026 mendatang.

Aksi tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh di sejumlah titik strategis di Pulau Sumbawa sebagai bentuk tekanan politik terhadap pemerintah pusat agar segera membuka jalan bagi terbentuknya Provinsi Pulau Sumbawa. (Red)

Berita Terkait

Mutya Gustina: “Viral Dulu Baru Bertindak?” Dugaan Kasus Anak Panti Asal KSB di Bali Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak
Meski Hadir Usai Acara Berlangsung, Kehadiran Kasat Lantas Polres Sumbawa Tetap Menjadi Kehormatan Besar bagi Keluarga Mempelai
Satlantas Polres Sumbawa Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Kapolres Bekali Pengemudi Ojek Online dengan Pelatihan PPGD dan Salurkan Bansos
‎Bupati Sumbawa Hentikan Tambang Emas Ilegal di Lantung, Green Bulaeng Desak Polisi Pasang Police Line dan Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
‎ ‎Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Sampe Siapkan Perayaan HUT ke-81 RI ‎
Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda Sidak Tambang Rakyat di Lantung, Tegaskan Tak Ada Lagi Aktivitas Tanpa Legalitas
Dituduh Tanpa Bukti Terkait Narkoba, IRT Klaim Diintimidasi Kades Kukin, Polisi Sebut Informasi Masih Sebatas Isu

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru