FPPK Mengamuk! Lempar Air Ikan Busuk, Desak Bongkar Proyek Irigasi Bermasalah ‎

REDAKSI NTB

- Redaksi

Kamis, 9 April 2026 - 08:26 WIB

50350 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa, oposisinews86.com, (9 April 2026),— Aksi demonstrasi yang berlangsung panas dan tak biasa terjadi di Kabupaten Sumbawa pada Rabu (8/4/2026). Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Pulau Sumbawa menggelar unjuk rasa dengan cara ekstrem: melempar air ikan busuk sebagai simbol kekecewaan terhadap dugaan praktik korupsi dalam proyek jaringan irigasi Program INPRES 02 Tahun 2025.

‎Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum FPPK, Abdul Hatab, yang bersama massa mendatangi Kantor BWS NT 1 OPE 4 Sumbawa. Dalam orasinya, Hatab menuntut agar seluruh pekerjaan jaringan irigasi yang tersebar di 50 titik di Kabupaten Sumbawa segera dibongkar.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ia menilai proyek tersebut sarat penyimpangan anggaran negara yang berdampak pada buruknya kualitas fisik bangunan.

‎“Ini bukan sekadar dugaan, tapi fakta di lapangan menunjukkan mutu pekerjaan jauh dari spesifikasi. Ini bentuk nyata pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Hatab di tengah aksi.

‎Ketegangan meningkat saat massa tidak menemukan kehadiran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di kantor tersebut. Ketidakhadiran PPK ini disebut bukan yang pertama kali, melainkan sudah terjadi berulang kali, termasuk dalam dua agenda hearing sebelumnya di DPRD Kabupaten Sumbawa yang selalu diwakilkan kepada bawahan.

Baca Juga :  Pengamanan Lebaran dan Nyepi 2026 Diperketat, Dandim Sumbawa Tinjau Langsung Lapangan

‎Merasa tidak mendapat respons yang memadai, FPPK langsung bergerak ke Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek tersebut. Laporan itu diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa pada hari yang sama.

‎Tak berhenti di situ, massa aksi kemudian melanjutkan demonstrasi ke Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa. Mereka diterima oleh Anggota Komisi III DPRD yang langsung menjadwalkan hearing lanjutan pada Kamis, 16 April 2026. DPRD pun memberikan ultimatum keras: jika PPK kembali mangkir, maka Komisi III akan “menjemput paksa” dengan mendatangi langsung kantor OPE 4 BWS NT 1 Sumbawa.

‎FPPK mengungkap sejumlah temuan serius di lapangan. Di antaranya, pengurangan volume tinggi dan lebar irigasi, tidak adanya pondasi dasar, tidak dipasangnya lantai irigasi, serta penggunaan material batu kapur dan pasir yang tidak melalui uji spesifikasi. Bahkan, beberapa bangunan irigasi dilaporkan sudah mengalami retak dan kerusakan meski baru selesai dikerjakan.

Baca Juga :  ‎Sinergi dan Kepedulian, Koramil 03/Ropang Hadir Jaga Ketertiban Wilayah ‎

‎Lebih mengejutkan lagi, dalam hearing sebelumnya, pihak OPE 4 disebut menyatakan bahwa proyek tersebut tidak memiliki batas waktu penyelesaian yang jelas dan tidak melalui uji spesifikasi material. Hal ini memicu dugaan kuat adanya pelanggaran terhadap regulasi dalam Undang-Undang Jasa Konstruksi.

‎“Bagaimana mungkin proyek negara tidak punya standar waktu dan uji kualitas? Ini sangat tidak masuk akal dan patut diduga melanggar hukum,” tambah Hatab.

‎Aksi lempar air ikan busuk menjadi simbol kuat kemarahan publik terhadap dugaan praktik korupsi yang dinilai merugikan petani dan masyarakat luas. FPPK menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab diproses secara hukum.

‎Sorotan kini tertuju pada agenda hearing 16 April mendatang. Akankah PPK akhirnya hadir dan memberikan jawaban, atau justru memperpanjang daftar ketidakhadiran yang memicu kemarahan publik. (Fr)

Berita Terkait

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎
Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia
‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla
Jaga Ketertiban Pawai Ta’aruf, Babinsa Plampang Hadir di Tengah Warga
Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran
‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎
Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras
Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru