FPPK Laporkan Dugaan Pungli SDN Lempeh Ke Polres Sumbawa

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 21 November 2025 - 11:02 WIB

501,442 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, oposisinews86.com, (Jum’at  21 November 2025),—Aroma dugaan pungutan liar (pungli) di dunia pendidikan kembali mencuat. Kali ini, tudingan serius dialamatkan kepada jajaran SDN Lempeh, Kecamatan Sumbawa, setelah Abdul Hatab, Ketua Umum Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Pulau Sumbawa, resmi melaporkan dugaan praktik pungli terhadap siswa dan wali murid.

Dalam keterangan persnya, Jum’at (21/11/025), Hatab menegaskan bahwa oknum Kepala Sekolah SDN Lempeh bersama sejumlah guru diduga melakukan pungutan tanpa dasar hukum. Pungutan itu disebut-sebut kerap muncul setiap kali ada acara perpisahan guru maupun kepala sekolah, dengan nilai antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per siswa.

Tidak berhenti di situ, Hatab juga membeberkan adanya praktik lain yang lebih krusial dan meresahkan wali murid. Pihak sekolah diduga “mewajibkan” para siswa membeli berbagai buku dan perlengkapan sekolah dengan harga yang dinilai tidak wajar dan jelas tidak memiliki dasar regulasi. Harga-harga yang dibebankan disebutkan sebagai berikut:

• Buku BUPENA 5A: Rp108.000

• BUPENA 5B: Rp95.000

• BUPENA 4B: Rp125.000

• Grow With English: Rp120.000

• Paket buku cerita/Bazar (3 jenis): Rp50.000

• Seragam merah putih lengkap: Rp200.000

• Baju batik kuning/biru: Rp260.000

• Baju olahraga: Rp150.000

• Baju muslim: Rp150.000

Lebih jauh, Hatab mengungkap adanya pengambilan uang sebesar Rp4 juta dari wali murid untuk pengadaan buku LKS, yang disebut tidak pernah melalui kesepakatan terbuka bersama komite sekolah.

Bukti Laporan ketua umum FPPK Pulau Sumbawa, Abdul Hattab

Dalam pernyataannya, Abdul Hatab tak hanya berbicara sebagai aktivis, tetapi juga sebagai orang tua murid. Ia mengaku anaknya kini mengalami gangguan psikologis, histeris, bahkan menolak pergi ke sekolah karena merasa tertekan akibat tidak mampu membeli buku dan seragam yang diduga diwajibkan pihak sekolah.

“Anak saya trauma, menangis setiap kali diminta sekolah. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi sudah menyentuh kondisi psikologis anak,” tegas Hatab.

Baca Juga :  Peras Guru Terpencil hingga Ratusan Juta, Kabid Dikbudpora Bima Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

Rentetan dugaan praktik tak wajar tersebut membuat FPPK mempertanyakan transparansi penggunaan Dana BOS di SDN Lempeh. Menurut Hatab, BOS setiap tahun digelontorkan untuk menunjang kebutuhan siswa tanpa memungut biaya tambahan, sehingga pungutan dan penjualan buku mahal dinilai tidak dapat dibenarkan.

“Kami mempertanyakan, untuk apa dana BOS dialokasikan jika siswa tetap dibebani biaya sedemikian besar? Apakah kepala sekolah pernah melakukan sosialisasi transparan kepada wali murid?” ujarnya.

Hatab meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit dan investigasi. Ia menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak boleh dibiarkan, karena pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak, bukan ladang keuntungan bagi oknum tertentu.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik, khususnya para wali murid SDN Lempeh yang berharap adanya langkah tegas dan cepat dari pemerintah daerah. (Af)

Berita Terkait

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya
Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga
Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam
Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa
Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah
Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial
Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!
Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru