Petani di Plampang Dianiaya Sekelompok Pria Tak Dikenal, Diduga Dipicu Sengketa Wilayah

REDAKSI NTB

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 05:15 WIB

50592 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar | NTB — Insiden kekerasan kembali mencoreng ketenangan warga di Kabupaten Sumbawa. Seorang petani asal Dusun Lenang Belo, Desa Pode, Kecamatan Plampang, bernama Ismail H. Daut (53), menjadi korban dugaan penganiayaan brutal yang dilakukan oleh sekelompok pria tak dikenal, Minggu siang, (20/8/2025).

Kejadian ini bermula saat Ismail sedang beristirahat di pondok di lahan garapannya yang berlokasi di wilayah Ale. Sekitar pukul 12.00 WITA, ia didatangi oleh tetangganya, Aswat, yang menyampaikan bahwa sejumlah pria dari Desa Gapit, Kecamatan Empang, tengah mencarinya.

Tanpa rasa curiga, Ismail kemudian menemui Kelompok tersebut di pondok milik Aswat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun alih-alih terjadi dialog damai, salah satu dari mereka justru langsung memukul Ismail dengan sarung parang ke bagian pelipis kiri, mencekiknya, dan bahkan mengancam dengan parang terhunus.

“Saya hanya ingin mencari tahu maksud kedatangan mereka. Tapi tiba-tiba saya dipukul, dicekik, dan diancam. Saya sempat melarikan diri karena takut nyawa saya terancam,” ungkap Ismail kepada media ini.

Baca Juga :  Bank Dinar Cabang Sumbawa Tebar Ratusan Paket Daging Kurban, Wujud Kepedulian untuk Masyarakat

Akibat kejadian itu, Ismail mengalami luka robek di pelipis kiri dan rasa sakit di bagian leher.

Pada malam harinya, sekitar pukul 20.13 WITA, ia melaporkan insiden tersebut secara resmi ke Polres Sumbawa, dengan harapan agar aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya hanya ingin bertani dengan tenang tanpa diganggu. Saya mohon kepada pihak Kepolisian agar laporan saya segera ditindaklanjuti,” kata Ismail.

Menanggapi kejadian tersebut, Sunardin, Ketua Ranting Lembaga Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Pulau Sumbawa Kecamatan Plampang, mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

Ia meminta Polres Sumbawa bertindak cepat untuk mencegah konflik meluas di antara warga dua desa.

“Kami minta pihak Kepolisian tidak menganggap remeh kasus ini. Harus ada proses hukum yang tegas agar tidak muncul konflik berkepanjangan antarwarga,” tegasnya pada media ini, senin (4/8/2025).

Meski belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Sumbawa terkait perkembangan laporan tersebut, kasus ini menyoroti persoalan krusial terkait sengketa batas wilayah dan klaim kepemilikan lahan yang kerap menjadi pemicu konflik horizontal di sejumlah desa perbatasan di Sumbawa.

Baca Juga :  Bupati Sumbawa Tegaskan Perang Ilegal Logging Saat Safari Menanam di Lunyuk

Diketahui, kelompok pelaku mengklaim bahwa lahan garapan milik Ismail masuk dalam wilayah administratif Desa Gapit, Kecamatan Empang, dan tanah kawasan tersebut sudah digarap puluhan tahun lamanya oleh Ismail H.Daut.

Persoalan batas wilayah yang tidak ditangani secara tuntas kerap berujung pada gesekan antar warga, bahkan kekerasan fisik seperti yang dialami Ismail.

Pemerintah daerah, aparat desa, dan pihak keamanan diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret untuk memediasi persoalan ini, sekaligus menyusun peta tapal batas yang jelas agar konflik serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama para petani di wilayah perbatasan desa, yang berharap bisa menggarap lahan mereka dengan aman tanpa ancaman kekerasan dari pihak manapun. (Af)

Berita Terkait

Mutya Gustina: “Viral Dulu Baru Bertindak?” Dugaan Kasus Anak Panti Asal KSB di Bali Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak
Meski Hadir Usai Acara Berlangsung, Kehadiran Kasat Lantas Polres Sumbawa Tetap Menjadi Kehormatan Besar bagi Keluarga Mempelai
Satlantas Polres Sumbawa Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas, Kapolres Bekali Pengemudi Ojek Online dengan Pelatihan PPGD dan Salurkan Bansos
‎Bupati Sumbawa Hentikan Tambang Emas Ilegal di Lantung, Green Bulaeng Desak Polisi Pasang Police Line dan Usut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
‎ ‎Sinergi Babinsa dan Pemerintah Desa Sampe Siapkan Perayaan HUT ke-81 RI ‎
Bupati Sumbawa Bersama Forkopimda Sidak Tambang Rakyat di Lantung, Tegaskan Tak Ada Lagi Aktivitas Tanpa Legalitas
Dituduh Tanpa Bukti Terkait Narkoba, IRT Klaim Diintimidasi Kades Kukin, Polisi Sebut Informasi Masih Sebatas Isu

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru