Lhokseumawe – Kebijakan Pj.Bupati Aceh Utara menempatkan dr.Intan Sahara Zein sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM)-Aceh Utara tambah kacau balau. Kondisi tersebut menimbulkan kekesalan Anggota DPD RI H.Sudirman terhadap kebijakan Pj.Bupati Aceh Utara Dr.Mahyuzar.
H.Uma panggilan sehari- hari anggota DPD itu nilai penempatan Dr.Intan Sahara sebagai PLT Direktur sarat kepentingan dan tidak merespon keluhan rakyat Aceh Utara.
Pasalnya,selama ini di ketahui Dr.Intan sebagai Wakil Direktur Pelayanan di RSUCM di nilai berkinerja buruk dan tidak baik- baik saja.
Selama menjabat Wadir,Dr.Intan dianggap gagal menjalankan fungsi pelayanan terhadap pasien.
Pelayanan terhadap pasein tidak maksimal sehingga sering terjadinya komplain dari masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis.
Menurut H.Uma, baru baru ini sempat viral terjadinya kutipan liar yang terjadi di RSU itu terhadap pasien rujukan dengan dalih untuk supir dan minyak ambulance, ini tidak boleh terjadi.
Kala itu tambah H.Uma, kutipan itu dibawah kendali dr.Intan selaku Wadir Pelayanan,itu sebenarnya tidak boleh terjadi dan ini sangat fatal, kata dia.
Haji Uma menilai,kinerja dr.Intan selama ini tidak menunjukkan prestasi apa- apa, tidak juga punya nilai plus yang yang lebih selama menjadi Wadir pelayanan di RSU plat merah itu.
Yang ada hanya kegaduhan dan membawa bencana bagi keluarga pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan utamanya pasien rujukan dengan berbagai kutipan.”Ini saya tegas kan tidak ada kutipan apa pun dengan dalih apapun di RSU,”tegas H.Uma dalam bincang-bincang dengan wartawan beberapa waktu lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya ,salah seorang tohoh Masyarakat Aceh Utara, Nurdin kepada media ini kemarin menyebutkan, Persoalan yang kerap terjadi selama dr.Intan Sahara menjabat Wadir sering terjadi kegaduhan dari pasein terutama saat pasein menerima pelayanan yang buruk.
Sebuah contoh yang paling parah sebut Nurdin,yang terjadi di RSUCM jam masuk dokter spesialis di semua Poli sering terlambat,sementara pasein yang datang dari pelosok seperti Langkahan,Sawang,Nisam dan daerah terpencil lainnya terpaksa menunggu berjam-jam hingga siang.
Kasus lain, tambah tokoh tadi,terjadinya kutipan liar yang dilakukan supir Ambulan dari keluarga pasien yang sempat heboh dan viral di Medsos.
Sementara jadwal operasi yang sering dikeluhkan keluarga pasien juga menjadi hal yang paling fatal, karena ini menyangkut nyawa manusia,informasi pasien sering diabaikan selama ini juga sudah menjadi rahasia umum di RSUCM.
Untuk itu, Nurdin yang dikenal sebagai tokoh sentral di Aceh Utara mempertanyakan kebijakan Pj.Bupati Aceh Utara yang mengangkat dr.Intan Sahara Zein,Sp.S lewat SK no.821/195/2024 tanggal 30 Juni 2024 Sebagai Plt Rumah sakit plat merah itu.
Untuk meredam komplik interes dan meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh Utara dalam hal pelayanan kesehatan, Nurdin meminta kepada Pj.Bupati Aceh Utara Dr.Mahyuzar untuk meninjau ulang Sk penetapatan Plt RSUCM tersebut.
Sementara itu,dari pantauan media ini,sejumlah persoalan yang timbul terutama tentang pelayanan kepada masyarakat di RSUCM dinilai tidak baik- baik saja.
Persoalan pelayanan secara umum sangat buruk terutama dalam penanganan pasien rawat inap, pasien rujukan hingga adanya dugaan persekongkolan jahat antara RSUCM dengan pihak BPJS.
Hingga berita ini naik ke meja Redaksi,media ini belum berasil mengkonfirmasi dr.Intan Sahara Zein,Sp.S yang baru saja menerima SK Pengangkatan sebagai PLT Direktur RSUCM Aceh Utara.
Sementara kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Aceh Utara,Saifuddin kepada Pers membenarkan kalau dr Intan sudah menjabat sebagai Plt Dir.RSUCM.
“Benar bang Sk nya sudah ditanda tangani oleh pak Pj.Bupati tanggal 30 Juli lalu,”katanya.
(Red)




































