Menhan Tekankan Peran Pers Hadapi Perang Psikologis di Era Digital

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:24 WIB

5083 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Muhammad Amru saat foto bersama dengan Menhan RI Jenderal TNI Safrie Sjamsoeddin di Pusdiklat Bela Negara Bogor.

Bogor — Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa tantangan pertahanan negara saat ini tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional, melainkan bergeser ke medan yang lebih halus namun berdampak luas, yakni perang psikologis di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/01/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan ratusan wartawan dari berbagai daerah, Sjafrie memaparkan bahwa derasnya arus informasi digital telah membuka ruang manipulasi opini, distorsi fakta, hingga pelemahan nilai kebangsaan jika tidak disikapi dengan kewaspadaan kolektif.

Dalam pemaparannya yang berlangsung hampir satu jam, ia mengulas ancaman non-militer yang berpotensi menggerus ketahanan nasional, mulai dari penyebaran informasi menyesatkan hingga praktik-praktik ilegal yang berdampak langsung pada keberlangsungan negara.

Baca Juga :  Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Menhan menekankan bahwa kesiapsiagaan nasional harus dimaknai secara menyeluruh. Mengutip adagium klasik si vis pacem, para bellum, ia menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi ancaman bukan hanya soal kekuatan senjata, tetapi juga ketahanan mental, ideologi, serta kesadaran kebangsaan masyarakat di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Menurut Sjafrie, pers memiliki posisi strategis dalam menjaga kesehatan ruang publik. Wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga nalar publik agar tetap berpijak pada fakta, rasionalitas, dan kepentingan bangsa.

Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan bagi insan pers menjadi bagian penting dari upaya memperkokoh ketahanan nasional.
Kehadiran Menteri Pertahanan di Pusdiklat Bela Negara diawali dengan penyambutan resmi melalui upacara yang dipimpin Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo.

Baca Juga :  Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Sjafrie kemudian diterima oleh jajaran pengurus PWI Pusat sebelum menyampaikan pembekalan di Auditorium Bela Negara.

Retret PWI Pusat ini diikuti wartawan lintas generasi, termasuk para jurnalis senior yang telah malang melintang sejak era 1990-an. Salah satunya adalah H. Muhammad Amru, wartawan asal Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran wartawan senior dari daerah-daerah memperkaya perspektif diskusi, terutama dalam melihat dinamika kebangsaan dari sudut pandang pengalaman panjang di lapangan.

Melalui kegiatan ini, PWI Pusat berharap insan pers semakin memiliki ketahanan profesional dan kebangsaan dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama di tengah tantangan disrupsi digital yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan dalam menyampaikan informasi kepada publik. []

Berita Terkait

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa
Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:44 WIB

Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:10 WIB

Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB

Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:07 WIB

Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB