“Amir” Diduga Kebal Hukum: Penambangan Liar di Nongsa Mengancam Lingkungan dan Integritas Aparat

alba

- Redaksi

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 07:50 WIB

50602 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM – Aktivitas penambangan ilegal jenis Cut and Fill di kawasan Bukit Perkemahan, Kecamatan Nongsa, Batam, terus berlangsung tanpa henti. Warga resah, lingkungan terancam, sementara aparat penegak hukum seolah tak berdaya. Muncul dugaan bahwa seorang berinisial Amir menjadi otak di balik kegiatan ini, yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.

Pertanyaan besar pun mengemuka: Siapa sebenarnya Amir sehingga ia diduga “kebal hukum” dan mampu menjalankan bisnis ilegal ini dengan begitu leluasa?
Kegiatan penambangan ini bukan sekadar pengerukan tanah biasa. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat berat—termasuk excavator dan traktor—bekerja tak kenal lelah meratakan bukit.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan truk dam hilir mudik setiap hari, mengangkut tanah yang dikeruk dari lokasi tersebut. Warga Punggur yang tinggal di sekitar area merasa sangat dirugikan, tidak hanya oleh kebisingan dan lalu lintas truk yang mengganggu, tetapi juga karena kekhawatiran akan dampak lingkungan jangka panjang.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya Selasa (19/08/2025) mengungkapkan, “Aktivitas ini sudah dua tahun berjalan, katanya punya seorang yang berinisial Amir.” Pernyataan ini diperkuat oleh warga lain di Bukit Perkemahan yang berharap besar agar Kapolda Kepri, Asep, dan jajarannya mengambil tindakan tegas. “Jika dibiarkan, pasti akan berdampak serius bagi lingkungan sekitar. Kami yakin Polda Kepri tahu, tapi tidak ada tindakan yang dilakukan. Itu yang membuat kami bertanya-tanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Rutan Batam Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96. Dengan Semangat Maju Bersama Indonesia Raya.

Aparat Terkesan Lepas Tangan, Oknum Ikut Bermain

Respons dari pihak berwenang terkesan pasif. Kusnan, dari Direktorat Pengamanan Aset (Ditpam), saat diwawancarai, menyatakan bahwa kegiatan ini pada dasarnya ilegal. Namun, ia mengakui bahwa Ditpam tidak bisa bertindak sendiri. “Kita pun tidak bisa melakukan tindakan sendiri, paling tidak kalau hal seperti ini kan harus ada namanya, harus gabungan antara BP Batam, Ditpam, Polsek Nongsa, dan seluruh instansi terkait (Tim Terpadu),” jelasnya.

Pernyataan ini menimbulkan kesan bahwa penindakan terhadap kegiatan ilegal tersebut terbentur oleh koordinasi antar lembaga yang tidak berjalan.

Menariknya, di tengah polemik ini, muncul dugaan keterlibatan oknum wartawan yang “membekingi” aktivitas penambangan liar tersebut. Jika dugaan ini benar, hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Baca Juga :  Polres Karimun Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Kapolres Ajak Personel Hayati Nilai Luhur Ideologi Bangsa

Sanksi pidana bisa menjerat oknum tersebut, karena ia menyalahgunakan profesinya, mencederai independensi, dan gagal menjalankan fungsi kontrol sosial yang seharusnya diemban oleh pers.

Dewan Pers sendiri menegaskan bahwa wartawan yang melakukan pemerasan atau tindakan ilegal lainnya tidak dilindungi oleh UU Pers dan penanganannya dapat diserahkan ke jalur pidana.

Kisah penambangan liar di Nongsa ini menjadi cermin nyata dari karut-marut penegakan hukum dan lemahnya koordinasi antarinstansi. Di satu sisi, lingkungan terancam dan warga hidup dalam ketakutan.

Di sisi lain, para pelaku bisnis ilegal seolah mendapatkan “lampu hijau” untuk terus beroperasi, didukung oleh dugaan adanya oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Pertanyaannya kini, sampai kapan kondisi ini akan terus dibiarkan? Apakah benar ada pihak yang begitu berkuasa hingga bisa melangkahi hukum di Batam?. [ALBAB]

Berita Terkait

SKANDAL DUGAAN TAMBANG PASIR LAUT DI KARIMUN! ABDUL RAHMAN, S.H., M.H.: APH DAN MINTA APH BESERTA KEMENTERIAN ESDM JANGAN TUTUP MATA
GEJOLAK GELPER BATAM! 10 Lokasi Di SURATI  ALIANSI LSM ORMAS PEDULI KEPRI INGATKAN RESIKO HUKUM
Mawar Putih
Lima Tersangka Kasus Blackout Batam-Bintan, Tanggung Jawab Manajemen PLN Batam Dipertanyakan
Misteri Blackout Batam Terungkap! IPJI Kepri Tantang Bareskrim Bongkar Fakta
Respons Cepat Laporan Pengeroyokan di Bengkong Batam, Polisi Sudah Periksa 4 Saksi
Polda Kepri Tindak Lokasi Penyalahgunaan Narkotika Di Kota Batam, Dorong Pemulihan Kawasan.
Kasus Dugaan Korupsi PLN Batam: Transfaransi Dipertanyakan, KPK Ditantang Turun Tangan?

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB

NASIONAL

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:33 WIB