Kapolsek Moyo Hilir Angkat Bicara! Dugaan Penyerangan Rumah Orang Tua Warga Serading

REDAKSI NTB

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 17:39 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, OposisiNews86.com, (4 November 2026),– Kapolsek Moyo Hilir, IPTU Totok Ari Suwondo, S.H., M.Si., angkat bicara menyikapi dugaan aksi penyerangan dan pengrusakan rumah orang tua Adi Irawan (36), warga Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilaporkan terjadi pada Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 16.04 WITA.

Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal dengan mengecek tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bahan keterangan, serta membuat laporan kepada pimpinan.

“Langkah awal kami lakukan cek TKP, mengumpulkan bahan keterangan, dan membuat laporan kepada pimpinan. Imbauan saya selaku Kapolsek Moyo Hilir agar para pelaku pengrusakan bertanggung jawab atas perbuatannya, dan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polsek Moyo Hilir,” ujar IPTU Totok Ari Suwondo.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan keluarga Adi Irawan yang mengaku mengalami kepanikan setelah rumah orang tua Adi diduga menjadi sasaran serangan sekelompok orang.

Peristiwa ini kembali memicu perhatian publik, mengingat Adi Irawan sebelumnya diketahui melaporkan dugaan penganiayaan dan pengrusakan yang disebut melibatkan oknum anggota kepolisian berinisial IK.

Dalam pesan suara (voice note) yang diterima media ini, Adi Irawan terdengar histeris meminta bantuan setelah mendapatkan informasi bahwa rumah orang tuanya diserang.

“Bang, tolong bang, rumah orang tua saya diserang kelompok Kadek, Jako dan grup bandar itu. Rumah orang tua saya hancur, tolong bang,” ungkap Adi Irawan dengan nada panik.

Adi menduga kelompok yang menyerang rumah keluarganya berkaitan dengan pihak-pihak yang sebelumnya dilaporkan dalam perkara kekerasan dan pengrusakan. Namun, dugaan keterlibatan maupun motif pihak-pihak tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.

Kepanikan juga disampaikan Yuliani, istri Adi Irawan. Ia mengaku sangat khawatir karena kedua orang tua Adi beserta sejumlah orang lainnya disebut berada di dalam rumah ketika dugaan serangan berlangsung.

Menurut Yuliani, berdasarkan rekaman CCTV yang dilihatnya, sejumlah orang diduga melakukan penyerangan secara brutal. Ia juga menyebut perangkat CCTV mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Polsek Utan Sigap Bantu Pemadaman Kebakaran Rumah Warga di Dusun Labuan Bua

“Itu bapak ibu saya di dalam rumah, Bang. Rumah kami hancur, CCTV dirusak. Saya lihat dari CCTV mereka serang dengan brutal. Mungkin mertua saya dan orang rumah sudah mati, Bang. Tolong, siapa pun tolong kami,” ungkap Yuliani dengan suara menangis dan histeris.

Keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi orang-orang yang berada di dalam rumah saat kejadian. Hingga berita ini disusun, media ini belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai adanya korban jiwa maupun luka-luka.

Adi Irawan dan keluarganya mengklaim bahwa dugaan aksi kekerasan terhadap mereka bukan kali pertama terjadi.

Pada September 2026 lalu, keluarga ini disebut juga mengalami peristiwa serupa. Kini, dugaan serangan kembali terjadi dengan sasaran rumah orang tua Adi yang menurut keluarga dihuni ayah dan ibunya.

Rentetan kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai jaminan keamanan bagi pelapor dan keluarganya, terlebih setelah mereka menempuh jalur hukum terkait dugaan tindak pidana sebelumnya.

Keluarga berharap aparat kepolisian tidak hanya melakukan pemeriksaan awal, tetapi juga memastikan keselamatan para penghuni rumah, mengamankan lokasi, serta mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kuasa hukum Adi Irawan, Dr. Mohammad Ery Sariawan, S.H., M.H., mendesak Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Raharja agar segera mengambil langkah tegas menyikapi dugaan aksi kekerasan dan pengrusakan yang kembali terjadi di Desa Serading.

Ery menilai, peristiwa berulang tersebut harus menjadi perhatian serius jajaran kepolisian, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada warga yang sedang berhadapan dengan proses hukum.

Ia juga mempertanyakan langkah antisipasi dan penanganan yang telah dilakukan Polres Sumbawa setelah adanya laporan sebelumnya.

“Kami mempertanyakan kinerja dan kapasitas Kapolres Sumbawa. Beliau tidak memahami analisa dan kalkulasi gangguan keamanan di wilayahnya dengan cermat dan tepat. Buktinya, gangguan keamanan kembali terjadi. Kelompok yang diduga kartel narkoba bebas melakukan aksi main hakim sendiri dan teror di wilayah hukum Polres Sumbawa,” tegas Ery.

Atas dasar itu, Ery mendesak Kapolda NTB melakukan evaluasi terhadap Kapolres Sumbawa AKBP Marietta Dwi Ardhini, termasuk mempertimbangkan pencopotan apabila ditemukan adanya kelalaian atau kegagalan dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Polres Sumbawa Kembali Grebek "Kampung Narkoba", Dua Orang Berhasil Diamankan

Ia menegaskan, desakan tersebut merupakan bentuk tuntutan atas perlindungan hukum dan jaminan keamanan bagi kliennya beserta keluarga.

Tidak hanya meminta perhatian Kapolda NTB, kuasa hukum Adi Irawan juga menyampaikan seruan terbuka kepada Kapolri dan Menteri Hukum Republik Indonesia agar negara hadir memberikan perlindungan kepada warga yang diduga menjadi korban aksi kekerasan.

Ery meminta agar dugaan tindakan main hakim sendiri, pengrusakan, intimidasi, serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika diusut secara profesional dan transparan.

“Pak Menteri Hukum dan Kapolri harus memberikan respons tegas untuk melindungi setiap warga negara dari aksi main hakim sendiri dan kriminalitas brutal. Apalagi, pelaku diduga bagian dari jaringan kelompok kartel narkoba,” ujarnya.

Menurut Ery, perlindungan terhadap Adi Irawan dan keluarganya tidak boleh berhenti pada penerimaan laporan semata. Aparat harus memastikan tidak ada lagi ancaman maupun tindakan kekerasan yang berpotensi membahayakan keselamatan korban dan keluarganya.

Ia juga meminta agar seluruh laporan yang telah disampaikan sebelumnya ditindaklanjuti secara serius, termasuk dugaan penganiayaan, pengrusakan, serta dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian yang disebut dalam perkara tersebut.

Dugaan penyerangan terhadap rumah orang tua Adi Irawan kembali menempatkan persoalan keamanan dan perlindungan hukum di Desa Serading dalam sorotan publik.

Di tengah klaim adanya kekerasan berulang, masyarakat menanti kepastian bahwa setiap laporan ditangani secara profesional, setiap dugaan tindak pidana diusut berdasarkan bukti, dan setiap warga negara memperoleh perlindungan tanpa terkecuali.

Kini, perhatian tertuju pada langkah lanjutan Polres Sumbawa dan Polda NTB untuk memastikan keselamatan keluarga Adi Irawan, mengungkap identitas serta motif pihak-pihak yang diduga terlibat, dan menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana sesuai hukum yang berlaku.

Ketika sebuah keluarga berteriak meminta pertolongan karena rumahnya diduga diserang, jaminan keamanan dan kehadiran negara menjadi tuntutan yang tidak bisa diabaikan.

OposisiNews86.com akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan membuka ruang bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan klarifikasi. (Fr)

Berita Terkait

500 Personil Gabungan TNI-POLRI Kawal Eksekusi Lahan 1,58 Hektar Di Aijati
Babinsa Serka Jufrin Hadiri Pelantikan Kepala Dusun Samparanong, Dorong Pelayanan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Peduli Sesama, Koramil Utan Bantu Pemulihan Rumah Warga Pascakebakaran
Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat, Koramil Moyo Hilir Gelar Patroli Malam
Meriahkan HUT ke-16 Desa Pamanto, Babinsa Serka Herman Hadiri Pembukaan Lomba Voli dan Tarik Tambang Antar Dusun
Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda
Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian
Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Danramil Dukung Pelayanan Kesehatan Desa

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Senin, 2 November 2026 - 15:29 WIB

Skill Gaming Competitions: The Exciting New Frontier for Casinos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Optimalisasi Irigasi Mamak-Kakiang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Sinergi TNI dan PKK Jadi Pilar Penguatan Keluarga dalam Mewujudkan Sumbawa Sejahtera

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Babinsa Koramil Lape-Lopok Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Jaga Kebersihan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Dukung Kesejahteraan Warga, Serma Sukardi Ikuti Sosialisasi Kebijakan Desil di Moyo Utara

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Boost Your Casino Loyalty: Strategies for Keeping Players Engaged

Berita Terbaru