Lhokseumawe — Konferensi II Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe kembali menegaskan arah kepemimpinan organisasi. Sayuti Achmad dikukuhkan sebagai Ketua PWI Lhokseumawe untuk periode berikutnya melalui mekanisme aklamasi, tanpa satu pun suara penantang.
Konferensi yang mengusung tema “Meneguhkan Peran Pers dan Keberlanjutan Industri Media di Era Digital” itu digelar di Graha PWI Lantai II, Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Selasa (3/2/2026).
Seluruh peserta konferensi sepakat mempercayakan kembali tampuk kepemimpinan kepada Sayuti, wartawan pemegang Sertifikasi Wartawan Utama dari Dewan Pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aklamasi tersebut mencerminkan soliditas internal sekaligus pengakuan atas kepemimpinan Sayuti yang dinilai mampu menjaga marwah organisasi di tengah tekanan industri media yang kian rapuh dan terdisrupsi digital.
Ketua Panitia Konferensi II PWI Lhokseumawe, Iskandar, S.T., menyebut konferensi berlangsung demokratis dan substantif. Ia menegaskan, forum ini tidak semata agenda rutin pemilihan ketua.
“Konferensi ini menjadi ruang konsolidasi, sekaligus refleksi kolektif tentang posisi pers di tengah krisis kepercayaan publik dan tantangan ekonomi media,” kata Iskandar.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, dalam sambutannya menilai kepemimpinan Sayuti berhasil memperkuat PWI Lhokseumawe sebagai organisasi profesi yang berintegritas dan tidak larut dalam pragmatisme kekuasaan.
“Di bawah kepemimpinan Saudara Sayuti Achmad, PWI Lhokseumawe tumbuh solid dan tetap menjaga profesionalisme wartawan. Ini capaian yang tidak mudah di era sekarang,” ujar Nasir.
Terpilihnya kembali Sayuti Achmad menempatkan PWI Lhokseumawe di persimpangan penting: antara menjaga idealisme jurnalistik dan bertahan dalam pusaran industri media digital yang kian kompetitif. Tantangan ke depan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga keberanian pers menjaga kepentingan publik di tengah tekanan ekonomi dan politik. [SR]




































