kisah sukses UD Indah: Dari Tantangan Lokal Menuju Dominasi Pasar Kopi Medan, Kisah Inspiratif dari Gayo Lues

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:04 WIB

50582 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Kisah sukses Usaha Dagang (UD) Indah, sentra pengolahan dan distribusi kopi terkemuka di Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, adalah cerminan ketekunan dan visi seorang pengusaha.

Musdar, sang pemilik, telah membuktikan bahwa rintangan awal dapat diubah menjadi pijakan untuk mencapai kesuksesan yang meluas hingga ke pasar Medan. Selama sembilan tahun terakhir, UD Indah telah berkembang pesat, menjadi pemain kunci dalam industri kopi Arabika dan Robusta, sekaligus membawa kesejahteraan bagi petani lokal.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan Penuh Kegigihan: Mengatasi Tantangan Awal

Musdar mengenang awal perjalanannya yang tidak mudah. Seperti banyak pengusaha perintis, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga dinamika pasar yang tidak menentu.

Namun, berbekal kesabaran dan strategi yang matang, UD Indah mampu bertahan dan terus tumbuh. “Perkembangannya bagus, lumayan banyak barang,” ujar Musdar dengan bangga, menggambarkan pertumbuhan bisnisnya yang stabil dan pasokan yang melimpah.

Rantai Pasok Kuat: Menopang Kualitas dan Kuantitas

Keberhasilan UD Indah tak lepas dari sistem rantai pasok yang solid. Bahan baku kopi, yang mayoritas adalah jenis Arabika, didapatkan dari berbagai desa dan kecamatan di Gayo Lues.

UD Indah aktif menjemput kopi langsung dari petani di area seperti Agusen dan Pantai Cuaca, sementara sebagian petani juga mengantar hasil panen mereka langsung ke Belangkejeren.

Baca Juga :  Selamat Datang Kapolres Baru, AKBP. Setiyawan Eko Prasetiya SH SIK. Dan Selamat Jalan Kepada AKBP. Efrianza SIK Menempati Tugas Baru

Kontribusi terbesar datang dari Agusen, menyumbang sekitar 80% dari total pembelian, disusul dari Kecamatan Pantan Cuaca. Harga Menggembirakan Petani dan Proses Olah Cermat. Salah satu pencapaian UD Indah adalah kemampuan mereka untuk memberikan harga yang menggembirakan bagi petani.

Saat ini, harga beli kopi Arabika dari petani mencapai Rp 51.000 per bambu (gapah), meningkat signifikan dari sebelumnya Rp 48.000. Kenaikan harga ini secara langsung meningkatkan pendapatan petani, menciptakan simbiosis mutualisme yang sehat antara pengusaha dan produsen.

Proses pengolahan di UD Indah dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan kualitas biji kopi Green Bean yang optimal. “Pertama prosesnya masuk Gapah, kita jemur Gapah dulu.

Baru kita olah, baru kita jemur ke Green House. Baru kita proses penyaringan (blending), baru kita kirim ke Medan,” jelas Musdar, merinci setiap tahapan yang cermat.

Dominasi Pasar Medan: 40 Ton Green Bean per Bulan

Angka produksi UD Indah sangatlah impresif. Dari Agusen saja, UD Indah mampu mengumpulkan sekitar 6 hingga 7 ton kopi Green Bean setiap bulan. Secara keseluruhan, UD Indah mengirimkan sekitar 40 ton kopi Green Bean per bulan ke Medan.

Pengiriman dilakukan secara rutin, empat kali dalam sebulan, dengan setiap pengiriman membawa 10 ton kopi. Angka ini menegaskan posisi UD Indah sebagai pemasok kopi terkemuka di Gayo Lues yang telah berhasil menembus pasar regional yang kompetitif.

Baca Juga :  Plt. Sekda Lepas Keberangkatan 51 Jema'ah Haji Asal Gayo Lues

Visi Masa Depan dan Pesan untuk Petani
Meskipun belum menjalin kerja sama resmi dengan lembaga atau perusahaan swasta lain di Medan, Musdar tetap optimistis dengan prospek bisnisnya. Harapannya sederhana namun kuat: “Harapannya itulah lebih banyak lebih bagus.”

Ia juga merasa “sejahtera” dengan kondisi harga kopi saat ini, mencerminkan kepuasan terhadap pencapaian bisnisnya.

Musim panen puncak kopi di Gayo Lues yang jatuh pada bulan November menjadi momen krusial. Musdar menekankan bahwa kualitas kopi sangat ditentukan oleh proses pengolahan dan jenis bibitnya.

 

Untuk petani di wilayah Belangkejeren, bibit kopi “Peteng Super” direkomendasikan sebagai pilihan terbaik untuk menghasilkan kualitas unggul.

Mengakhiri wawancara, Musdar menyampaikan pesan penting kepada para petani kopi di Gayo Lues: “Kita harus banyak menanam kopi.” Ini adalah seruan untuk terus meningkatkan produksi dan menjaga keberlanjutan sektor kopi, yang merupakan tulang punggung perekonomian daerah dan kunci bagi kesejahteraan bersama.

Kisah UD Indah adalah bukti nyata bahwa dengan kegigihan dan strategi yang tepat, potensi lokal dapat diangkat untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. [KAMISAN]

Berita Terkait

Ketika Luka Alam Belum Mengering di Tanah Gayo Lues
Marak Penipuan Kartu Perdana Telkomsel di Facebook, Konsumen Gayo Lues Jadi Korban
Banjir Bandang Gayo Lues: Luka Alam yang Belum Sembuh, Kewaspadaan yang Tak Pernah Usai
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Kegiatan Bhakti Sosial Di Desa Pining, Berikut Videonya
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Pergantian Pasukan Bakti Sosial di Kampung
Lewat Program Polri Peduli, Sumur Bor Dibangun di Masjid Al Ikhlas Desa Rigeb
Jembatan Gantung Pepalan Putus Saat Hujan Deras, Dua Warga Dilaporkan Hanyut
Mendidik Dengan Hati: Pola Asuh Cerdas Era Digital Di Gayo Lues

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:44 WIB

Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:10 WIB

Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB

Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:07 WIB

Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB