Pengelolaan BUMG Matang Bayu Diduga Tidak Transparan: Ini Tanggapan Ketua BUMG

REDAKSI 2

- Redaksi

Senin, 10 Februari 2025 - 14:17 WIB

50384 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Aceh Utara – Diduga tidak transparannya pengelolaan BUMG Desa Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, yang ketuai oleh Syafi’i menuai sorotan.
Hal itu diduga tidak adanya keterbukaan oleh pengelola.

Dugaan tidak adanya transparansi pengelolaan itu di sampaikan RU salah satu warga Matang Bayu pada media ini, sabtu 8 Febuari 2025.
Menurut RU, Syafi’i membeli kebun sawit untuk BUMG di Desa Ujung Dama seluas 5, 6 hektare dengan harga Rp 110 juta per hektarenya itu tanpa musyawarah umum.
Syafi’i hanya bermusyawarah dengan beberapa orang tokoh saja itu terjadi didalam rapat khusus, tetapi didalam rapat umum agar semua masyarakat mengetahui, itu tidak dilakukan, pada saat peninjauan ke lokasi kebun tersebut yang datang hanya beberapa tokoh saja, sedangkan masyarakatnya tidak ada yang datang,, ujar RU.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut RU, hasil panen dari kebun sawit tersebut juga sangat tidak sesuai dengan luas areal, kalau kita kalkulasikan per hektarenya itu tidak mencapai 500 kg, itu sangat tidak wajar, ditambah lagi dengan pembelian lahan tersebut tidak mendongkrak ekonomi masyarakat Matang Bayu, karena lahan tersebut seluruh pekerjanya adalah warga Ujung Dama, tidak ada warga Matang Bayu selaku pemilik modal yang direkrut untuk dipekerjakan di kebun tersebut,, pungkas RU.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Terima 2 Unit Mobil Tangki dan Hasil Pembangunan 1.177 Unit Septik Tank Senilai Lebih Rp.30 M

Ketua BUMG Desa Matang Bayu, Syafi’i
saat dikonfirmasi media ini, minggu 9 Februari 2025 membantah tudingan tersebut, menurut Syafi’i, tudingan terhadap dirinya yang kurang terbuka terhadap pengelolaan BUMG yang dia kelola tersebut tidaklah benar.

Lebih lanjut Syafi’i mengatakan, saya dalam setiap mengambil sikap atau tindakan terkait BUMG saya selalu bermusyawarah terlebih dahulu dengan Aparatur Desa, tokoh dan masyarakat, dimananya yang kurang terbuka,, tutur nya .

Mengenai pembelian lahan sawit BUMG 5,6 hektar dengan harga 110 juta per hektare nya, itu sebelum pembelian, saya sudah melakukan musyawarah dengan tokoh serta aparatur Desa dan masyarakat.

Disaat kita melakukan peninjauan ke kebun tersebut, masyarakat juga banyak yang ikut ke lokasi lahan untuk sama – melakukan peninjauan,, jelasnya .

Terkait hasil dari kebun sawit yang katanya tidak sesuai, itu perlu ditinjau kembali, karena dari luas 5, 6 hektare, yang sudah produksi cuma 60 % , sementara 20 % nya lagi baru berbuah pasir, dan sisa 20 % nya baru selesai kita tanami, jadi wajar saja kalau hasilnya tidak sesuai dengan luas arealnya,, ujar Syafi’i.

Terkait pekerja di lahan BUMG tersebut menurut Syafi’i itu juga harus dikaji kembali, kenapa saya katakan demikian, karena lahan itu berada di Desa Ujung Dama, setiap Desa punya aturan atau Qanun nya sendiri, jadi jika kebun BUMG kita yang di sana pekerjanya warga Desa Ujung Dama, itu memang sudah aturan Desa mereka, kita harus menghargai aturan itu.

Baca Juga :  Palsukan Tanda Tangan Untuk Cairkan Dana Desa, Geusyik Paya Meudru Di Ringkus Sat Reskrim Polres Aceh Utara 

Selama saya jadi pengurus BUMG ini, sudah banyak manfaat yang diterima oleh masyarakat Matang Bayu, mulai dari santunan anak yatim/piatu setiap tahunnya, santunan kemalangan atau warga yang meninggal Rp 1 juta di setiap kemalangan, jerih untuk marbot atau bilal meunasah, serta 10 % untuk khas pemuda, itu semua dari hasil BUMG, dan masih banyak kegiatan-kegiatan sosial lainnya kita lakukan.
Saya rasa, belum ada BUMG di Baktiya Barat ini bisa melakukan seperti apa yang sudah saya kerjakan .

Dalam hal ini, jika ada oknum warga yang menuding saya dengan tudingan kurang enak, ya silahkan itu hak dia , tetapi, semua masyarakat melihat dan merasakan selama saya yang mengurus BUMG Matang Bayu sudah banyak manfaat positif yang telah diterima oleh masyarakat.
Saya juga mengamati bahwa keadaan BUMG Desa Matang Bayu dalam keadaan baik-baik saja.
Silahkan tanya langsung ke Aparatur Desa dan masyarakat Matang Bayu ,, pungkas nya. (Muh)

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB