Wartawan Di Aceh Utara Akan Laporkan Oknum Aparatur Desa Yang Intimidasi Wartawan

REDAKSI 2

- Redaksi

Jumat, 4 Oktober 2024 - 15:24 WIB

50598 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Aceh Utara – Beredarnya rekaman percakapan telepon antara Harmidi seorang sekdes di desa Matang Tunong kecamatan Lapang yang mencaci serta mengintimidasi wartawan. Jumat 04/10/2024

Zi wartawan yang di intimidasi kepada media ini mengatakan hal tersebut bermula saat dia mendapat pengaduan dari salah satu wali murid sekolah dasar yang ada di kecamatan Lapang, orang tua murid tersebut melaporkan terhadap dugaan pungli yang di lakukan oknum kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di duga tak terima kegiatan curang atau pungli yang mereka lakukan di telusuri oleh media, Harmidi sang oknum sekdes menelpon wartawan untuk mengintimidasi serta mengeluarkan kata-kata hujatan, di situ juga Harmidi menantang wartawan yang sedang menjalankan tugas negara.

Baca Juga :  Persoalan Agraria Masyarakat Geureudong Pase Aceh Utara dengan PT Satya Agung Masih Meniti Jalan Buntu

Banyak wartawan dan penggiat sosial serta aktivis di Aceh Utara yang tidak terima atas tindakan yang di lakukan oknum sekdes tersebut, salah satunya adalah Tri Nugroho Pangabean, seorang aktivis dan juga wartawan di provinsi Aceh mengutuk keras dan juga akan melaporkan oknum aparatur desa tersebut.

Baca Juga :  Ucapan Terima Kasih : Ketua Umum DPP IWO Indonesia Sambangi Kapolres BANYUASIN

Saya Tri Nugroho Panggabean menyatakan sikap yang menyayangi sikap dari sekdes desa Matang Tunong kecamatan l apang yang mengintimidasi wartawan yang lagi meliput tugas investigasi di SDN 4 lapang yang di duga ada temuan indikasi korupsi. Dan dasar apa oknum sekdes menjadi bekingan dari kepala sekolah.ucapnya

Kami mohon dari aparat penegak hukum untuk menindak oknum kepala sekolah dan sekdes yang di duga jadi backingan dari perbuatan korupsi dan pungli.
“Kami siap membuat laporan ke polisi”. Tutup Tri Nugroho.

(Red)

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB