Masyarakat Geureudong Pase di Hebohkan Dengan Penemuan Mayat Laki Laki

REDAKSI 2

- Redaksi

Kamis, 26 September 2024 - 17:46 WIB

50296 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LHOKSEUMAWE – Masyarakat Desa Suka Damai, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara di buat geger dengan penemuan sesosok mayat laki di area perkebunan kelapa sawit PT Satya Agung, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian Polres Lhokseumawe atas penemuan mayat pria tersebut Kamis (26/9/2024) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban diketahui bernama Agus Priyono (56), seorang petani asal Dusun Karang Rejo, Desa Suka Damai, yang ditemukan oleh dua orang saksi di pinggir jalan perkebunan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, S.I.K melalui Kasat Reskrim Iptu Yudha Prasatya, S.H menyatakan, pria tersebut ditemukan dalam posisi tertidur dengan wajah menghadap ke atas, berdekatan dengan sepeda motor Supra X 125D miliknya yang biasa digunakan sebagai alat transportasi bekerja. Saat ditemukan, korban mengalami pendarahan di hidung dan pergelangan tangan kiri bagian bawah mengeluarkan darah dari pori pori (dugaan mengalami pecah pembuluh darah).

Baca Juga :  Haji Uma Hadiri UPP Terbang Layang, Kalungkan Medali Untuk Pemenang

Lanjutnya, tim Inafis dari Satreskrim Polres Lhokseumawe sudah melakukan olah TKP dan serta mengumpulkan barang bukti.

Dugaan awal, sebut Kasat Reskrim, korban meninggal akibat pecahnya pembuluh darah karena riwayat penyakit hipertensi, namun kita tetap lanjutkan penyelidikan terkait penemuan mayat ini.

Keluarga korban menolak dilakukannya otopsi, mengingat korban memiliki riwayat penyakit hipertensi/tekanan darah tinggi dan pernah berobat ke Pos Kesehatan Desa. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, pungkasnya.

(Red)

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:44 WIB

Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:10 WIB

Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB

Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:07 WIB

Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB