Hadiri Pelantikan BRA, Ini Pesan Pj Bupati Aceh Utara

REDAKSI 2

- Redaksi

Senin, 27 Mei 2024 - 19:12 WIB

50342 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LHOKSUKON – Penjabat Bupati Aceh Utara Dr Mahyuzar, MSi, menghadiri pelantikan dan pengukuhan Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Aceh Utara, Senin, 27 Mei 2024, berlangsung di aula Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhoksukon.

Ketua BRA Aceh Utara masa bakti 2019 – 2024 dipercayakan kepada Kamaruddin sebagai Ketua Satuan Pelaksana BRA Kabupaten Aceh Utara. Dia dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua BRA Provinsi Aceh diwakili oleh Ketua Bidang Fasilitasi Rehabilitasi Kesehatan BRA Aceh Dr Zahari, MKom.I.
Dalam arahannya Dr Zahari antara lain meminta pimpinan BRA ke depan untuk melakukan penguatan kelembagaan dan memperkuat koordinasi dengan leading sektor terkait, khususnya dengan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota masing-masing.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini kita kerja kurang koordinasi, sehingga banyak kendala yang kita temui di lapangan. BRA juga minim anggaran, padahal pekerjaan dan program yang semestinya kita tangani sangat banyak. InsyaAllah dengan adanya koordinasi yang kuat dengan Pemerintah Daerah kita akan mendapatkan dukungan untuk menjalankan program dan kegiatan BRA ke depan,” kata Zahari.

Baca Juga :  Kadis DLH Aceh Utara Sebut, Kebersihan Aceh Utara Bukan Tanggung Jawab Pemerintah Semata. Tetapi Juga Tanggung Jawab Kita Bersama.

Sementara Pj Bupati Aceh Utara Dr Mahyuzar, MSi, dalam sambutannya mengajak pimpinan BRA Aceh Utara ke depan agar mampu memberikan daya ungkit yang kuat terhadap upaya untuk mewujudkan daerah ini yang religius, maju dan inovatif. “Tentu saja melalui peran aktif semua stakeholder terkait, termasuk peran dan konstribusi dari lembaga BRA Aceh Utara,” ungkapnya.
Mahyuzar berharap kerja sama dan komunikasi Ketua BRA dapat semakin terjalin dengan baik dan berjalan dua arah, BRA dengan jajaran Pemerintah Daerah, dan kiranya dapat semakin dimantapkan guna mengoptimalkan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi keberlanjutan akselerasi pembangunan daerah ke depan.

Mahyuzar juga mengharapkan BRA dapat semakin berkiprah aktif dan memberikan dukungan moril program-program pembangunan daerah secara objektif, berimbang, dan bertanggungjawab. “Saya percaya, dengan komitmen dan konsistensi keluarga besar BRA, maka dipastikan akan semakin mendorong pembangunan Aceh Utara, khususnya dalam kerja-kerja sosial bagi para mantan GAM dan korban konflik yang ada di daerah ini.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan Ketua BRA Aceh Utara turut disaksikan oleh para pejabat Forkopimda, sejumlah Kepala SKPK terkait, para Camat, pimpinan Komite Peralihan Aceh (KPA), dan sejumlah tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Cek Latorsarter, Dandim 0103/Aceh Utara Sampaikan Kemampuan Dasar Prajurit Harus di Asah.

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Mahyuzar juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua BRA sebelumnya yang telah melaksanakan tugas pengabdian dengan penuh dedikasi. Kata dia, berakhirnya periode tugas bukan berarti berakhirnya semangat pengabdian. “Mohon lanjutkan kiprah saudara-saudara dengan terus memberikan dukungan guna kebaikan dan kemajuan lembaga maupun masyarakat.

BRA merupakan sebuah lembaga yang menangani proses reintegrasi bagi mantan kombatan GAM, narapidana politik, dan masyarakat korban konflik. BRA lahir berdasarkan Intruksi Presiden RI Nomor 15 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Nota Kesepahaman antara Pemerintah RI dan GAM atau MoU Helsinki. Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2015 tentang BRA serta MoU Helsinki merupakan landasan pedoman BRA dalam menjalankan peranannya.

“Mudah-mudahan organisasi ini juga kedepan bisa berkiprah dan memberikan kontribusinya dalam mempercepat laju pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” harapnya.(red)

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB