Mosi Tidak Percaya Terhadap Kepala Desa, Masyarakat Gampong Biara Barat Unjuk Rasa

REDAKSI 2

- Redaksi

Rabu, 10 Januari 2024 - 18:34 WIB

50704 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH UTARA – Warga Desa Biara Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara meminta Inspektorat turun ke desa mereka untuk mengaudit dana desa. Hal itu disampaikan warga dalam aksi mosi tidak percaya yang digelar di kantor camat, Rabu (10/1/2024).

Semua penggelar aksi terlihat mematuhi aturan, sehingga kegiatan aksi berjalan tertib. Mereka menenteng spanduk bertuliskan ‘Kami masyarakat Gampong Biara Barat menyatakan ketidakpercayaan pada Geuchik Biara Barat dan Lembaga Tuha Peut. Kami mendesak Tim Inspektorat Aceh Utara melalui Camat Tanah Jambo Aye untuk mengaudit dana desa 2019-2023.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Koordinator aksi, Muhammad Ramzi, yang juga mantan Ketua Lembaga Tuha Peut menyampaikan langsung keinginan warga pada pihak kecamatan yang disambut Sekcam, M. Yusuf, Camat Fauzi Saputra, S.STP, Kapolsek Herman S dan pihak Koramil. Audiensi itu berlangsung di ruang Sekcam sekitar setengah jam.

Baca Juga :  SMPN 1 Geureudong Pase, Gelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

“Kami menginginkan Inspektorat segera turun ke desa Kami untuk mengaudit dana desa 2019 sampai 2023. Kami, berencana tidak menyelenggarakan Musrenbang (Musyawarah Rencana pembangunan) sebelum dana desa ini diaudit,” kata Muhammad Ramzi dalam ruangan itu.

Di depan Camat dan Kapolsek, Muhammad Ramzi juga membeberkan permasalahan lainnya seperti dugaan pemalsuan tanda tangan Tuha Peut pada dokumen negara hingga masalah pemecatan terhadap ketua Tuha 4.

Menanggapi hal tersebut, Camat Fauzi Saputra meminta segala bentuk keinginan masyarakat Desa Biara Barat dituangkan dalam sebuah surat secara resmi yang nantinya ditujukan ke kantor camat.

“Oleh Kami nantinya merekomendasikan untuk diteruskan ke kabupaten dan hari ini Kami juga mengeluarkan surat untuk kabupaten mengenai kejadian (aksi) hari ini,” ujar Fauzi.

Baca Juga :  PT. Satya Agung Klarifikasi Terkait Pemberitaan Vidio Adu Mulut Antara Warga Dengan Perusahaan Yang Beredar di Media

Namun, kata Fauzi, terkait dengan kapan Inspektorat turun ke desa, pihaknya berharap masyarakat Biara Barat untuk saat ini bersabar terlebih dahulu, apalagi mengingat jumlah desa di Kabupaten Aceh Utara mencapai 852. Hal ini tentu menjadi sebuah kendala dalam pelaksanaan administrasi.

“Desa di Aceh Utara cukup banyak. Masalah seperti ini, setahu Saya bukan di Biara Barat saja, banyak juga terjadi di desa-desa lain yang anggarannya telah ‘dimatikan’. Jadi, Saya harap bersabar, kadang Inspektorat bisa jadi turut bulan 4, bulan 5,” kata Fauzi lagi.

Audiensi di ruang Sekcam tersebut juga berjalan tertib. Tokoh yang mewakili masyarakat Desa Biara Barat secara bersama-sama juga membubarkan diri, begitu juga para masyarakat yang melakukan aksi demo.

[Tri Nugroho Pangabean]

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB