Blokade Simpang Lito! Aliansi Masyarakat Lito, Pungkit dan Lantung Turun ke Jalan, 12 Tuntutan Selamatkan Lantung dari Dampak Tambang

REDAKSI NTB

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:19 WIB

50522 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB, oposisinews86.com, (29 Juli 2026),– Gelombang protes terhadap aktivitas pertambangan di Kecamatan Lantung kembali menguat. Aliansi Masyarakat Lito, Pungkit, dan Lantung menggelar aksi damai di Simpang Lito, Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Selasa (28/7/2026), dengan membawa 12 tuntutan kepada pemerintah, aparat penegak hukum, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

‎Aksi yang diikuti oleh masyarakat dari sejumlah desa itu berlangsung tertib namun penuh semangat. Massa secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti pentingnya keterbukaan informasi, penegakan hukum, perlindungan lingkungan, hingga pemenuhan hak-hak masyarakat yang terdampak aktivitas pertambangan.

‎Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa masyarakat hingga kini masih menunggu penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas pertambangan yang beroperasi di Kecamatan Lantung, termasuk legalitas perizinan, dampak terhadap lingkungan, serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Aliansi juga menyampaikan dukungan terhadap langkah Bupati Sumbawa yang sebelumnya turun langsung meninjau lokasi pertambangan dan menyatakan komitmen menertibkan aktivitas pertambangan tanpa izin. Namun, menurut massa aksi, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui langkah nyata berupa pengawasan yang ketat serta penegakan hukum yang konsisten terhadap setiap dugaan pelanggaran.

‎Bagi masyarakat Desa Lito, persoalan pertambangan bukan sekadar menyangkut aktivitas ekonomi. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani menilai kawasan hulu merupakan penyangga utama kehidupan masyarakat karena menjadi sumber air bagi lahan pertanian serta kebutuhan sehari-hari. Kerusakan kawasan hulu dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan hidup masyarakat di wilayah hilir.

‎Koordinator Umum aksi, Irwansa Putra, menegaskan bahwa perjuangan masyarakat merupakan bentuk ikhtiar untuk memperoleh keadilan.

Baca Juga :  ‎Tampil Anggun, Persit KCK Dim 1607/Sumbawa Ikut Memeriahkan Pawai Alegoris ‎

‎”Kami hadir membawa aspirasi masyarakat yang terdampak langsung. Pemerintah harus memberikan perhatian serius agar persoalan ini dapat diselesaikan secara adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tegasnya, Selasa (29/7).

‎Sementara itu, Koordinator I, Sappudin, mengingatkan bahwa masyarakat masih menyimpan trauma atas banjir bandang yang melanda Desa Lito pada tahun 2023. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kawasan hulu agar tidak semakin rusak.

‎”Perjuangan ini bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi demi menjaga lingkungan dan masa depan generasi yang akan datang,” ujarnya.

‎Koordinator Lapangan II, Nandi Saputra, mendesak aparat penegak hukum agar meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aktivitas pertambangan di Kecamatan Lantung serta menindak setiap dugaan pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

‎Ketua Lembaga Gentar Selatan, Muhammad Sadam, selaku penanggung jawab aksi, berharap pemerintah benar-benar hadir mendengar suara masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul akibat aktivitas pertambangan harus diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan langkah-langkah yang konkret.

‎Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Taloma, Koasa, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab aksi. Ia mengajak Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pertambangan.

‎”Seluruh aktivitas pertambangan harus berjalan secara transparan, sesuai aturan hukum, dan memberikan manfaat nyata tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” tegasnya.
‎
‎12 Tuntutan Massa Aksi. 
‎‎Dalam aksi tersebut, Aliansi Masyarakat Lito, Pungkit, dan Lantung menyampaikan 12 tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait, yaitu:
‎1. Mendesak pihak pertambangan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak.
‎2. Mendesak Kapolres Sumbawa menindak dugaan aktivitas pertambangan ilegal.
‎3. Mendesak DPRD Kabupaten Sumbawa dan Bupati mengambil langkah tegas terhadap maraknya aktivitas pertambangan di Kecamatan Lantung.
‎‎4. Menuntut transparansi seluruh aktivitas pertambangan, khususnya yang telah memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR).
‎5. Menuntut perbaikan bantaran Sungai Desa Lito dan normalisasi sungai.
‎‎6. Menuntut penjelasan terbuka mengenai aktivitas dan perizinan pertambangan.
‎‎7. Menuntut pelibatan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan.
‎‎8. Menuntut jaminan perlindungan terhadap lingkungan dan hak-hak masyarakat.
‎‎9. Menuntut perlindungan atas hak masyarakat terhadap air bersih, lahan pertanian, dan lingkungan hidup yang sehat.
‎10. Menuntut mekanisme ganti rugi yang layak bagi masyarakat yang mengalami kerugian.
‎‎11. Menuntut kajian lingkungan secara menyeluruh terhadap dampak aktivitas pertambangan.
‎12. Menuntut normalisasi ruas Sungai Desa Pungkit yang menjadi sumber pengairan lahan persawahan masyarakat.

Baca Juga :  ‎Gotong Royong di Desa Ropang, Babinsa Bersama Warga Wujudkan Lingkungan yang Bersih dan Aman

Sekitar pukul 11.00 WITA, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa datang menemui massa aksi di lokasi demonstrasi. Dalam dialog tersebut, ia menyampaikan komitmen DPRD untuk memfasilitasi hearing dengan menghadirkan Bupati Sumbawa, Kapolres Sumbawa, pihak pertambangan, serta organisasi perangkat daerah terkait guna membahas seluruh aspirasi masyarakat.

‎Mendengar komitmen tersebut, Koordinator Umum mengimbau seluruh peserta aksi untuk mengakhiri demonstrasi secara tertib dan memberikan kesempatan kepada DPRD menindaklanjuti aspirasi melalui forum resmi tersebut.

‎Aksi damai di Simpang Lito, Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu pun berakhir dengan aman dan kondusif di bawah pengamanan aparat. Meski demikian, masyarakat menegaskan akan terus mengawal realisasi hasil hearing dan berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata demi menjamin kepastian hukum, menjaga kelestarian lingkungan, serta melindungi hak-hak masyarakat yang terdampak aktivitas pertambangan. (Fa)

Berita Terkait

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!
Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak
Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan
Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Babinsa Lunyuk Dorong Semangat Sportivitas Generasi Muda
Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju
Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya
Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:45 WIB

Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Babinsa Lunyuk Dorong Semangat Sportivitas Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB