Sorotan Transparansi Anggaran Diskominfo Karimun: Kadis Sulit Dikonfirmasi Terkait MOU Pemberitaan 2024

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 13:24 WIB

50340 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri – Transparansi pengelolaan anggaran, khususnya terkait Memorandum of Understanding (MOU) pemberitaan dengan pihak media tahun 2024, menjadi sorotan di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karimun.

Kepala Diskominfo, Dr. Helmi SE, M.SI, dinilai kerap mengelak saat dimintai konfirmasi mengenai detail anggaran yang dialokasikan maupun yang telah terealisasi, menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Beberapa upaya konfirmasi yang dilakukan awak media terkait besaran anggaran MOU untuk media dan realisasinya di tahun 2024 dilaporkan selalu berujung pada berbagai alasan penghindaran dari Dr. Helmi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memunculkan asumsi publik tentang adanya ketidakberesan dalam pengelolaan dana tersebut.

Sulitnya Akses dan Inkonsistensi dengan Visi Bupati

Selain isu transparansi anggaran, Dr. Helmi juga dikenal sebagai kepala dinas yang sulit ditemui. Nomor telepon selulernya yang kerap berganti semakin mempersulit upaya konfirmasi.

Baca Juga :  Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.

Situasi ini dinilai sangat bertentangan dengan salah satu visi dan misi Bupati Karimun yang baru, yakni program “Hallo Bupati”. Program tersebut dirancang untuk menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat secara cepat, serta menjamin aksesibilitas pemerintah daerah. Komitmen Bupati untuk menyediakan saluran pengaduan yang mudah diakses dan efisien bagi masyarakat seolah tidak sejalan dengan praktik di Diskominfo.

Anggaran Jasa Iklan yang Perlu Dijelaskan
Berdasarkan data yang diperoleh, anggaran belanja jasa iklan/reklame, film, dan pemotretan untuk tahun 2024 mencapai Rp 1.646.480.000.

Namun, saat dikonfirmasi pada Rabu, 30 Juni 2025, Kepala Diskominfo Helmi justru mengarahkan pertanyaan tersebut kepada bawahannya atau “Dino,” tanpa memberikan penjelasan langsung. Hal ini menimbulkan keheranan mengingat seorang kepala dinas seharusnya memahami rincian anggaran di instansinya.

Secara terpisah, Reja, mantan Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik di Diskominfo yang kini telah berpindah tugas, menyampaikan bahwa saat ia masih menjabat, anggaran untuk media sekitar Rp 600 juta, dengan kemungkinan penambahan sekitar Rp 200 juta.

Baca Juga :  Bau Amis Reklamasi Ilegal? KSOP Karimun dan PT KMS Terendus Rapat Tertutup di Hotel

Pernyataan ini menunjukkan adanya perbedaan estimasi angka yang signifikan dengan data belanja jasa iklan yang diperoleh.

Upaya konfirmasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 30 Juni 2025, juga tidak membuahkan hasil. Dr. Helmi kembali meminta awak media untuk datang ke kantor menemui Kepala Bidang atau menunggu telepon dari “Dino” untuk penjelasan.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lebih lanjut yang diberikan.
Masyarakat dan awak media menantikan transparansi dan akuntabilitas dari Diskominfo Karimun terkait pengelolaan anggaran MOU pemberitaan serta kemudahan akses informasi dari Kepala Dinas demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan terbuka. [Bersambung]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru

KARIMUN KEPRI

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu

Senin, 2 Nov 2026 - 09:32 WIB