Kemenko Polhukam Dorong Partisipasi BUMN dalam Tingkatkan Indeks Persepsi Korupsi

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:07 WIB

50198 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIARAN PERS NO. 239/SP/HM.01.02/POLKAM/7/2025

Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) melalui Desk Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola mendorong peningkatan Nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia. Targetnya adalah meraih skor 43 dari semula 37, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Upaya ini akan dicapai melalui partisipasi aktif Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengumpulkan kuesioner Analisis Kesenjangan (Gap Analysis).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai perwujudan dari Asta Cita Presiden Prabowo Nomor 7 yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba, maka Desk Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola mendorong partisipasi BUMN dalam menjalankan tata kelola dan pencegahan korupsi di instansi masing-masing sehingga dapat mendongkrak Nilai Indeks Persepsi Korupsi Indonesia,” kata Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Irjen Pol. Asep Jenal Ahmadi.

Baca Juga :  Membangun Fondasi Baru: BNNK Gayo Lues Meraih Penghargaan Berkat Pemberdayaan Ekonomi

Sejalan dengan target tersebut, Edy Birton, Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung selaku Sekretaris I Desk Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola, juga menyampaikan bahwa salah satu tujuan dibentuknya Desk ini adalah menciptakan sistem tata kelola yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam Konvensi PBB Anti Korupsi (UNCAC). Desk ini membidik target pencapaian berupa peningkatan proses kepatuhan terhadap UNCAC dan pelaksanaan aksesi Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

Baca Juga :  Pertama Dalam Sejarah. Presiden RI Prabowo Subianto, Lantik 961 Kepala Daerah Provinsi Dan Kabupaten/Kota Se Indonesia.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut, turut disampaikan informasi mengenai fungsi dan tanggung jawab dari setiap Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di dalam Desk, serta panduan dalam penyusunan dokumen kuesioner Analisis Kesenjangan kepada perwakilan BUMN yang hadir.

Beberapa perwakilan BUMN menyampaikan bahwa terdapat perubahan nomenklatur organisasi sehingga perlu dilakukan penyesuaian dalam pengisian kuesioner Analisis Kesenjangan.

Meskipun demikian, seluruh perwakilan BUMN yang hadir mendukung penuh dan berkomitmen untuk melaksanakan pengisian kuesioner Analisis Kesenjangan tepat waktu. []

Berita Terkait

Tokoh Pers Senior Ikut Retret Bela Negara Wartawan PWI
MK Tegaskan Tafsir Baru Perlindungan Wartawan, Permohonan Ikatan Wartawan Hukum Dikabulkan Sebagian
Transjakarta Minta Maaf Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got
Penghargaan Pers Nasional 2026 PWI Pusat Gelar Lima Ajang Prestisius di HPN: Total Hadiah Lebih dari Setengah Miliar Rupiah
Kemitraan Strategis Berusia 79 Tahun: Kapolri-PWI Kian Erat, Jamin Mekanisme Dewan Pers untuk Delik Jurnalis
Mengukir Jejak Budaya Inklusif: PWI Pusat Siapkan Anugerah Kebudayaan 2026
Langkah Lanjut di Tengah Ancaman Zat Baru PWI dan BNN Kunci Janji Perang Narkoba Lewat Pena
Kepala Daerah Diundang Ikuti Anugerah Kebudayaan PWI di HPN 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB