Tunggakan Proyek di Subulussalam: Janji Manis “Tiga Tahun ke Depan” dan Jeritan Kontraktor yang Tercekik

KABIRO SUBULUSSALAM- ACEH SINGKIL

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 18:13 WIB

50436 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Aura “kekeluargaan” yang melingkupi audiensi antara perwakilan kontraktor dan jajaran Pemerintah Kota Subulussalam, Selasa (15/07/2025), tak mampu menutupi fakta pahit:

puluhan tunggakan pembayaran proyek yang menganga sejak tahun anggaran 2023 dan 2024 masih menjadi beban berat bagi pelaku usaha jasa konstruksi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah desakan untuk kejelasan, janji manis “tiga tahun ke depan” dari Pemko justru memicu pertanyaan besar tentang keseriusan dan komitmen.

Para kontraktor datang bukan dengan tangan hampa. Mahyu Danil, salah satu perwakilan, lugas menyampaikan bahwa pekerjaan telah tuntas sesuai kontrak, namun pembayaran tak kunjung tiba.

“Kami hanya berharap ada kejelasan dan kepastian,” keluhnya, mencerminkan frustrasi kolektif rekanan yang kini tercekik. “Kontrak sudah dijalankan, pekerjaan selesai, tapi pembayaran belum juga dilakukan.

Ini sangat memberatkan, apalagi beberapa proyek sudah selesai sejak 2023.” Ironisnya, mereka justru dihadapkan pada isu pelik bahwa sebagian pekerjaan terancam tak dibayar karena dianggap “warisan” anggaran pemerintahan sebelumnya. Kebijakan diskriminatif ini jelas-jelas menimbulkan potensi ketidakadilan dan merusak iklim investasi di daerah.

Baca Juga :  Kepala Desa Danau Tras Tanggapi Robohnya Bronjong.

“Kajian Administratif” atau Pengulur Waktu?
Menanggapi desakan ini, Wakil Wali Kota Subulussalam, Nasir, SE, mencoba meredam suasana dengan dalih “tidak berniat menghindari tanggung jawab.” Namun, pernyataannya justru memicu kerutan dahi: “Kami perlu mempelajari seluruh berkas dan dasar hukumnya terlebih dahulu. InsyaAllah dalam masa tiga tahun ke depan, semua tunggakan ini akan kami selesaikan.”

Pernyataan ini sontak memunculkan keraguan. Apakah “kajian administratif dan hukum” ini adalah bentuk kehati-hatian atau justru strategi pengulur waktu yang klasik? Komitmen penyelesaian dalam “tiga tahun ke depan” terasa seperti janji gombal yang terlalu jauh, sementara para kontraktor menghadapi beban ekonomi yang mendesak hari ini. Sekretaris Daerah hanya menambahkan bumbu dengan dalih “mengidentifikasi proyek yang memiliki dasar anggaran sah,” seolah-olah pekerjaan yang sudah selesai itu adalah proyek fiktif.

Kepastian yang Menggantung: Bisnis atau Belas Kasihan?

Meskipun “menyambut baik” komitmen pemerintah, ada nada kepasrahan dalam suara kontraktor. Mereka bukan mengemis belas kasihan, melainkan menuntut hak atas pekerjaan yang telah mereka selesaikan. “Kalau pun pembayaran belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, kami ingin ada langkah konkret yang bisa menjadi pegangan, sekecil apa pun. Yang penting ada kepastian,” ujar seorang kontraktor lainnya, menggambarkan betapa tipisnya harapan mereka.

Baca Juga :  Pengelolaan Dana BOSP, Dinas Pendidikan Kota Subulussalam Buka Suara

Pertemuan ditutup dengan “kesepakatan informal” untuk meninjau dan memverifikasi proyek, dengan skema pembayaran bertahap yang direncanakan dimulai pada Agustus 2025. Sebuah rencana yang masih terlalu samar untuk memberikan angin segar bagi pelaku usaha yang sudah lama menahan napas.

Kejadian ini bukan sekadar urusan administrasi. Ini adalah cerminan dari risiko tinggi berbisnis dengan pemerintah daerah yang belum mampu menjamin kepastian pembayaran. Bagaimana iklim investasi dan kepercayaan kontraktor bisa pulih jika janji pembayaran terasa seperti lotre yang baru akan cair beberapa tahun lagi?.

Subulussalam patut merenung, apakah pembangunan bisa terus berjalan jika para pelaksana proyek terus-menerus dihadapkan pada ketidakpastian yang menggerus modal dan semangat mereka?. [ER.K]

Berita Terkait

SMA Pesantren Raudhatul Jannah Lakukan Revitalisasi Tiga Ruangan, Target Selesai Tepat Waktu
Laporan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Panglima Sahman Masih Diproses Kejari Subulussalam
Sorotan Audit Dana Desa Panglima Sahman: Aroma Markup dan Kegiatan Fiktif Menyengat
PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN ESELON V KEJAKSAAN NEGERI SUBULUSSALAM BERLANGSUNG KHIDMAT
DPC CAPA Subulussalam Soroti Dugaan Penggelapan Dana Desa Rp266 Juta oleh Mantan Pj Kepala Kampong Dah
Rapat Koordinasi Muspika Kecamatan Simpang Kiri Digelar di Kantor Camat Subulussalam
Kapolres Subulussalam Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025
Brimob Polda Aceh Gelar Program “Jum’at Berkah”, Bagikan Jus Buah kepada Jamaah di Subulussalam

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:11 WIB

Kapolres Pidie Jaya Resmikan Depot Air Minum RO Gratis di Pos Satlantas untuk Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:59 WIB

Polres Pidie Jaya Dampingi Penertiban dan Sosialisasi Pengelolaan Pantai Wisata Islami Trienggadeng

Jumat, 20 Juni 2025 - 17:39 WIB

Polres Pidie Jaya Sukses Kumpulkan 65 Kantong Darah untuk Rayakan Hari Bhayangkara ke-79

Kamis, 7 November 2024 - 20:01 WIB

Hasil Penyelidikan Sementara’ Terkait Teror Posko SABAR Di Pidie Jaya

Senin, 4 November 2024 - 15:05 WIB

Posko Sabar Di Pijay Ditembak OTK, Ketua Tim Minta APH Usut Tuntas Masalah Ini

Jumat, 5 April 2024 - 16:59 WIB

Rajai Jajak Pendapat, H Said Mulyadi Calon Kuat Bupati Pidie Jaya Periode tahun ini

Jumat, 2 Februari 2024 - 01:36 WIB

Dr. Muslem Yacob Hadiri Wisuda Ke III STIS Ummul Ayman

Jumat, 2 Februari 2024 - 01:20 WIB

Pemerintah Aceh Serahkan Kursi Roda Adaptif Bagi Anak Disabilitas Di Pijay

Berita Terbaru