Jalan Utama Geureudong Pase Aceh Utara Rusak Parah, Pemda Jangan Tutup Mata

REDAKSI 2

- Redaksi

Rabu, 25 Juni 2025 - 13:25 WIB

50273 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Kondisi jalan utama di Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, semakin memprihatinkan. Lubang-lubang besar dan badan jalan yang rusak parah nyaris tak bisa lagi dilalui dengan aman oleh warga. Warga pun mendesak Pemerintah Daerah Aceh Utara segera bertindak dan tidak terus-menerus menutup mata atas persoalan infrastruktur yang kian membahayakan ini.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan yang menghubungkan antar-gampong di wilayah tersebut dipenuhi lubang dalam, bahkan sebagian aspal telah tergerus total menyisakan jalanan tanah bercampur batu. Kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada perbaikan signifikan.

“Setiap hari kami melewati jalan ini dengan penuh kekhawatiran. Kalau hujan, lubang-lubangnya tertutup air dan sangat rawan menyebabkan kecelakaan,” ujar warga setempat. Ia menambahkan bahwa sudah banyak warga yang terjatuh akibat terperosok di lubang jalan, terutama pengendara sepeda motor.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Geureudong Pase yang namanya enggan disebutkan, menyayangkan sikap Pemda Aceh Utara yang dinilai lamban dan abai terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat pedalaman.

Baca Juga :  Kapolres Pidie Melaksanakan Peninjauan Pelipatan Surat Suara di Gudang Logistik KIP Pidie

“Kami bukan minta jalan tol, cukup jalan layak untuk anak-anak kami ke sekolah, untuk ibu-ibu bawa hasil tani ke pasar. Ini soal keadilan pembangunan. Jangan cuma pusat kota yang diperhatikan, sementara daerah pedalaman dibiarkan seperti ini,” tegasnya.

“Kami mohon Bupati Aceh Utara dan DPRK tidak hanya sibuk dengan agenda seremonial. Datanglah ke sini, lihat langsung penderitaan warga,” pungkasnya kesal.

Kerusakan jalan di Geureudong Pase menjadi bukti nyata bahwa ketimpangan pembangunan masih menjadi persoalan serius di Aceh Utara. Warga menanti bukan janji, tetapi aksi nyata dari pemerintah.

Ironisnya, meskipun kerusakan jalan sudah sangat parah, belum terlihat tanda-tanda dimulainya proses perbaikan oleh instansi terkait. Masyarakat menduga, ketidakseriusan pemerintah daerah disebabkan oleh rendahnya perhatian politik terhadap wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Ir. Jaffar, ST.,MSM. Saat dikonfirmasi membenarkan, jalan di kawasan Geureudong Pase kondisinya memang rusak parah dan sudah menjadi perhatian kita. Jalan itu sudah kami masukkan ke dalam daftar prioritas untuk ditangani,” ujar Kadis lepada wartawan, Selasa (23/6/2025).

Baca Juga :  PPA Dukung Penuh Sikap Tegas Ketua Panwaslih Aceh Utara

Ia melanjutkan, sesuai arahan bapak Bupati yang pertama untuk jalan strategis, salah satunya jalan Geureudong Pase yang menghungkan ke ibu kota Kecamatan, yang kedua untuk mengangkut hasi – hasill produksi pertanian, pihaknya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut melalui anggaran APBK Aceh Utara dan juga melalui koordinasi lintas sektor untuk kemungkinan bantuan dari provinsi atau pusat.

“Kita sedang upayakan melalui berbagai sumber pendanaan, termasuk melalui dana DOKA atau APBA jika memungkinkan. Proses perencanaan sedang berjalan, dan kita harap pelaksanaannya bisa segera dimulai dalam 2026,” jelasnya.

Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk bersabar karena proses administrasi dan teknis memerlukan waktu. “Kami tidak tinggal diam. Kami minta masyarakat bersabar karena semuanya harus melalui tahapan teknis dan perencanaan,” pungkasnya. (SR)

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB