Mengurai Makna Ucapan Syukur di Tengah Gelombang Kehidupan

REDAKSI NTB

- Redaksi

Selasa, 8 April 2025 - 09:53 WIB

50231 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini — Pernyataan mendalam dari Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya menggema kuat dalam benak kita: “Apapun yang terjadi padamu, baik atau buruk, ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan.” Lebih dari sekadar anjuran spiritual, ungkapan ini mengajak kita untuk merangkul sebuah perspektif radikal tentang kehidupan dan peran Sang Pencipta di dalamnya.

Inti dari pesan ini terletak pada keyakinan bahwa setiap kejadian, suka maupun duka, bukanlah sekadar kebetulan, melainkan bagian tak terpisahkan dari “rencana-Nya yang sempurna.” Meskipun akal manusia seringkali kesulitan memahami alur takdir, terutama ketika badai menerpa.

Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengingatkan kita untuk tidak terjerumus dalam prasangka buruk. Sebaliknya, dalam ketidaksesuaian harapan, justru tersimpan janji akan “sesuatu yang jauh lebih baik” yang sedang dipersiapkan.

Pandangan ini menantang logika linier kita. Bagaimana mungkin kita bersyukur di tengah kesulitan? Jawabannya terletak pada pemahaman bahwa “cobaan” bukanlah hukuman, melainkan “cara Tuhan menguatkanmu, mengajarkanmu, dan membawamu ke tempat yang lebih tinggi.” Setiap tantangan adalah batu loncatan, setiap kesulitan adalah guru yang membimbing menuju kedewasaan spiritual dan emosional.

Lebih jauh lagi, tindakan bersyukur “di tengah badai” memiliki kekuatan transformatif. Ini bukan hanya sekadar demonstrasi keimanan yang teguh, tetapi juga sebuah kunci yang “membuka jalan bagi keajaiban.” Sikap positif dan penerimaan, alih-alih penolakan dan keputusasaan, menciptakan ruang bagi solusi tak terduga dan berkat yang mungkin tersembunyi di balik awan kelabu.

Baca Juga :  29 Desa Dapat SHU? Ketua Gempar NTB Soroti Kejanggalan Mekanisme Dan Logika kebijakan

Opini ini mengajak kita untuk melampaui pemahaman dangkal tentang baik dan buruk, untuk melihat setiap peristiwa sebagai bagian dari narasi yang lebih besar dan indah yang sedang ditulis oleh Sang Maha Sutradara. Dengan mengucap syukur, kita tidak hanya mengakui kekuasaan-Nya, tetapi juga melatih hati untuk senantiasa melihat hikmah di balik setiap kejadian, betapapun pahitnya. Ini adalah undangan untuk hidup dengan keyakinan yang mendalam, bahwa di balik setiap ujian, tersembunyi potensi pertumbuhan dan kebaikan yang tak terhingga. (*)

Berita Terkait

Patroli Rutin Koramil 1607-02/Empang, Upaya Preventif Jaga Kondusivitas Wilayah
Anggota Kodim 1607/Sumbawa Turut Ambil Bagian dalam Kegiatan Donor Darah Hari Bakti Imigrasi ke-76
‎Koramil Tunjukkan Sinergi Kewilayahan pada Kirap Pataka
‎Humanis dan Preventif, Patroli Malam Koramil 1607-12/Moyo Hilir Sasar Remaja dan Pemukiman
Dandim 1607/Sumbawa Tegaskan Komitmen TNI AD dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Gontar
Danramil 1607-04/Alas Hadiri Upacara Serah Terima Panji Lambang Kabupaten Sumbawa
‎Semarak HUT Kabupaten Sumbawa ke-67, Kodim 1607/Sumbawa Tunjukkan Kepedulian Sosial
‎Koramil 1607-09/Utan Pastikan Serah Terima Bendera Pataka Berjalan Aman dan Khidmat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB