Pandangan Kritis Nandi Saputra, Pemuda Desa Lito: “Ekologi Kita di Titik Kritis, Lantung Jangan Ulangi Tragedi Sumatra!”

REDAKSI NTB

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025 - 20:39 WIB

501,077 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar, Jumat (28/11/2025) — Suara lantang datang dari pemuda Desa Lito Kecamatan Moyo Hulu, Nandi Saputra, yang angkat bicara terkait kondisi ekologis Indonesia dan ancaman yang kini membayangi wilayah-wilayah di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kecamatan Lantung. Dalam wawancara khusus, Nandi menyampaikan pandangan keras dan analisis tajam mengenai situasi ekologi nasional yang menurutnya telah mencapai “titik kritis”.

Menurut Nandi, Indonesia hari ini sedang menghadapi fase paling berat dalam sejarah ekologinya. Ia menggambarkan kerusakan lingkungan dari Sabang hingga Merauke dengan nada prihatin sekaligus geram. “Hutan terus menyusut, tanah kehilangan daya dukung, sungai tercemar, masyarakat adat dan desa terdesak perlahan oleh eksploitasi sumber daya alam. Ini bukan isu lokal, ini darurat nasional,” tegasnya.

Ia menyinggung secara khusus kondisi di Sumatra yang hari ini menjadi cermin paling jelas tentang bagaimana kebijakan yang tidak berpihak pada lingkungan dapat berujung pada bencana ekologis berkepanjangan. “Kebakaran hutan yang berulang, ekspansi tambang dan perkebunan tanpa kendali — itu bukan sekadar kejadian tahunan. Itu bukti bahwa kita gagal menjaga tanah kita sendiri,” ujarnya.

Nandi menilai bahwa pola kerusakan yang terjadi di Sumatra kini sedang ‘menjelma’ di beberapa wilayah NTB. Ia secara spesifik menyoroti keberadaan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di kawasan Selonong Bukit Lestari, Kecamatan Lantung.

Menurutnya, masyarakat saat ini sedang berada pada persimpangan besar: apakah akan memilih keuntungan ekonomi jangka pendek atau menjaga kelestarian wilayah yang selama ini menjadi penyangga kehidupan.

“IPR ini seharusnya memberi harapan. Tapi jika pengawasan lemah dan kebijakannya tidak memihak pada kelestarian, maka yang terjadi justru tiruan kerusakan seperti di Sumatra. Kita bisa melihat polanya, dan itu sangat mengkhawatirkan,” kata Nandi.

Ia menegaskan bahwa hutan di sekitar Selonong Bukit Lestari bukan hanya aset ekonomi, melainkan sistem ekologis penting yang menjaga kehidupan. “Hutan itu bukan sekadar pohon. Ia menjaga air, menahan longsor, mencegah erosi, dan menjadi ruang hidup bagi satwa dan masyarakat. Sekali rusak, biaya memulihkannya jauh lebih besar daripada keuntungan tambang yang hanya sesaat,” ungkapnya.

Nandi menilai bahwa Kecamatan Lantung saat ini berada pada momen paling menentukan. Apakah akan jatuh pada kerusakan yang sama seperti banyak wilayah di Sumatra, atau menjadi contoh keberhasilan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Baca Juga :  ‎Koramil 1607-12/Moyo Hilir Dukung Simulasi TTX Penguatan Koordinasi Penanggulangan Bencana di Kecamatan Moyo Utara

“Lantung punya kesempatan membuktikan bahwa tambang rakyat bisa berdampingan dengan ekologi. Tapi syaratnya jelas: kebijakan harus berpihak pada kelestarian, pengawasan transparan, masyarakat diberdayakan, dan kepentingan jangka panjang lebih diutamakan daripada keuntungan sesaat,” tegasnya.

Dalam pernyataan akhirnya, Nandi menyampaikan pesan tegas bagi pemerintah daerah dan para pemegang kepentingan di sektor pertambangan. Ia menilai bahwa apa yang terjadi di Sumatra adalah peringatan yang tidak boleh diabaikan.

“Sumatra itu alarm keras. Kalau kita tidak belajar dari sana, maka Lantung hanya akan mengulang sejarah kelam itu. Indonesia masih bisa membangun tanpa menghancurkan alamnya — tapi hanya jika kita berani menolak kebijakan yang abai terhadap lingkungan,” tutupnya.

Suara lantang pemuda Desa Lito ini menjadi momentum baru bagi masyarakat untuk kembali mempertanyakan arah pengelolaan sumber daya alam di NTB. Lantung kini berada di panggung utama — apakah akan memilih jalan selamat, atau mengulang tragedi ekologis yang sudah terlalu sering terjadi di negeri ini. (Red)

Berita Terkait

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan
Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Babinsa Lunyuk Dorong Semangat Sportivitas Generasi Muda
Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju
Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya
Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga
Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam
Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB

NASIONAL

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:33 WIB