Desa Ngrance Jadi Percontohan “Desa Pintar Perlindungan Perempuan dan Anak”

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 1 November 2025 - 11:13 WIB

50136 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung/Jawa Timur – Komitmen serius dalam upaya penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak di tingkat akar rumput semakin menguat. Hari ini, Jumat (31/10/2025),

Desa Ngrance di Kecamatan Pekal, Kabupaten Tulungagung, bakal ditetapkan sebagai Desa Percontohan “Desa Pintar dan Melindungi Perempuan dan Anak”.
​Penetapan ini merupakan bagian dari program strategis yang dirancang dan diinisiasi oleh Jeny Claudya Lumowa, yang akrab disapa Bunda Naumi.

Program ini bertujuan untuk membentuk desa yang tidak hanya cerdas secara digital (smart village) dan tanggap sosial, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam serta implementasi regulasi perlindungan perempuan dan anak yang kuat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desa harus menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak. Dengan pengetahuan, kepedulian, dan kolaborasi, kita bisa menciptakan lingkungan yang ramah dan bebas dari kekerasan,” tegas Bunda Naumi, yang dikenal luas sebagai pegiat isu perlindungan anak, saat menyetujui penetapan Desa Ngrance.

Baca Juga :  Semangat HUT RI Ke 79, Pj. Bupati Heru suseno Lanjutkan Perjuangan Founding Father.

Komitmen Kuat dari Kepala Desa Ngrance dipilih sebagai model percontohan berkat kepemimpinan Kepala Desa H. Mujiono,yang dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan desa berbasis perlindungan sosial dan pendidikan masyarakat.

H. Mujiono menyambut baik kepercayaan ini. “Kami siap menjadikan Desa Ngrance sebagai contoh nyata penerapan nilai-nilai perlindungan sosial di tingkat desa. Ini adalah tanggung jawab besar yang akan kami emban bersama seluruh perangkat desa dan masyarakat,” ujarnya.

Fokus Program: Respon Cepat & Pemahaman Hukum,Program “Desa Pintar dan Melindungi Perempuan dan Anak” yang digagas Bunda Naumi menekankan pada beberapa pilar utama:

​Respon Cepat (Quick Response): Menjamin penanganan cepat dan efektif terhadap kasus-kasus perlindungan anak, termasuk kekerasan fisik, psikologis, dan penelantaran.
Literasi Hukum:

Mewajibkan setiap perangkat desa untuk memahami secara komprehensif Undang-Undang Perlindungan Anak, memastikan setiap kebijakan dan penanganan kasus di desa berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Ada Apa, DPRD Tulungagung Panggil Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Tulungagung -Trenggalek

​Kecerdasan Digital (Smart Village): Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi layanan dan penyebaran informasi terkait hak-hak perlindungan.

Inspirasi dari Gorontalo,prestasi Desa Ngrance ini bakal sejajar dengan keberhasilan Desa Sari Tani di Gorontalo yang juga diakui sebagai Desa Pintar dan Melindungi Perempuan dan Anak Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi dan kepedulian masyarakat desa adalah kunci utama dalam menjaga hak-hak dasar perempuan dan anak di wilayah masing-masing.

Dengan implementasi program ini, diharapkan Desa Ngrance dapat menjadi mercusuar bagi desa-desa lain, memicu gelombang desa-desa di seluruh Indonesia yang mampu mengimplementasikan konsep “Desa Pintar” — desa yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga tanggap, peduli, dan berpihak pada kesejahteraan dan keamanan perempuan dan anak.

[Hartanto, Kaperwil Oposisi News86. com, Wilayah Provinsi Jawa Timur]

Berita Terkait

Empat Pimpinan DPRD Tulungagung Dipanggil KPK, Penelusuran Dugaan Pemerasan Gatut Sunu Masuki Babak Baru
Dugaan Pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek Kian Menggantung, Keterangan Sekolah dan Komite Berbeda, DPRD Minta Audit Menyeluruh
Anggota DPRD Tulungagung Sutomo Mengundurkan Diri, Proses PAW Menuju Penggantian oleh Peraih Suara Terbanyak Kedua
Segenap keluarga besar Media Oposisi News 86 Provinsi Jawa Timur serta seluruh mitra kerja mengucapkan:
Warga Desa Ketanon Terima Bantuan Sembako Dengan Tertib 
Akhirnya Setelah 1,5 Tahun Rusak,Jembatan Junjung Tulungagung Segera Di Perbaiki.
Akibat Sarpras Dan Supplier 18 SPPG di Tulungagung Dihentikan Operasi, BGN Ungkap Permasalahan.
PPPK Paruh Waktu Menjerit, Gaji Rp300 Ribu Sebulan Jadi Sorotan DPRD Tulungagung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru