Bangkit dari Kubur: Menanti Janji Manis PWI di Museum Pers Solo

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 22:49 WIB

50709 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wartawan Serambi Tahun 90 an, H. Muhammad Amru,bersama Ketua Umum PWI Terpilih Akhmad Munir di jakarta baru- baru ini.

Jakarta – Rekonsiliasi yang terjadi di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah studi kasus tentang dinamika kekuasaan, etika profesi, dan peran media dalam sebuah negara.

Setelah dua tahun dilanda perpecahan yang menggerogoti kredibilitasnya, terpilihnya Akhmad Munir dan Atal S. Depari melalui Kongres Persatuan di Cikarang, Bekasi, pada 29-30 Agustus 2025, menjadi titik balik yang menarik untuk dikaji.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dualisme kepemimpinan PWI yang melibatkan dua kubu, yakni hasil Kongres Bandung 2023 dan Kongres Luar Biasa (KLB) Jakarta 2024, bukan fenomena baru.

 

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat berbincang- bincang dengan Ketua Umum PWI terpilih Akhmad Munir. 

Perpecahan ini, menurut beberapa pengamat, merupakan puncak dari akumulasi masalah internal yang sudah lama membusuk, mulai dari isu transparansi keuangan, dugaan politisasi organisasi, hingga konflik kepentingan.

PWI, sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia, seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga independensi pers, namun justru terjebak dalam pusaran konflik internal. Kondisi ini membuat PWI kehilangan daya tawar dan legitimasi di mata publik dan pemerintah.

Baca Juga :  Indonesia Berduka, Ekonom Kwik Kian Gie Tutup Usia

Intervensi dan peran Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam memfasilitasi rekonsiliasi ini menunjukkan betapa krusialnya peran PWI bagi stabilitas informasi nasional.

Menkomdigi secara eksplisit meminta pengurus baru untuk merangkul kembali Hendry Ch. Bangun, sebuah langkah yang menandakan pentingnya rekonsiliasi sejati—bukan sekadar formalitas.

Keputusan ini, jika diimplementasikan dengan tulus, bisa menjadi preseden positif bagi organisasi-organisasi profesi lainnya yang juga menghadapi perpecahan.

Meskipun kesepakatan sudah tercapai, jalan di depan tidak akan mulus. Akhmad Munir dan timnya menghadapi tiga tantangan utama. Pertama, tantangan internal. Mengintegrasikan kembali anggota dan pengurus dari dua kubu yang sempat berseteru membutuhkan lebih dari sekadar penempatan nama dalam struktur organisasi.

Diperlukan dialog, transparansi, dan komitmen bersama untuk melupakan friksi masa lalu. Kegagalan dalam mengelola dinamika internal ini bisa memicu perpecahan baru di masa depan.

Kedua, tantangan etika profesi. Di tengah arus informasi yang kian masif dan cepat, PWI harus kembali ke akarnya sebagai penjaga kode etik jurnalistik. Kasus-kasus pelanggaran etika yang melibatkan anggota PWI harus ditangani secara tegas dan transparan.

Baca Juga :  Presiden RI Prabowo Subianto Kunjungan Kerja Ke Bangkok Thailand, Bahas Isu - Isu Regional Dan Global.

Organisasi ini harus membuktikan bahwa mereka mampu menjadi benteng terakhir yang menjaga martabat dan profesionalisme wartawan.

Ketiga, tantangan disrupsi digital. Teknologi telah mengubah lanskap media secara fundamental.

Jurnalisme konvensional menghadapi ancaman dari kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan platform berita yang tidak terverifikasi. PWI harus berinovasi, tidak hanya dalam pelatihan bagi anggotanya, tetapi juga dalam merumuskan kebijakan yang relevan dengan ekosistem media saat ini.

Kolaborasi dengan pemerintah, seperti yang ditekankan oleh Menkomdigi, menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ini.

Rencana pelantikan pengurus di Museum Pers Nasional di Solo pada akhir September mendatang bukan sekadar pilihan lokasi, melainkan sebuah pernyataan. Museum ini adalah saksi bisu perjuangan pers nasional.

Dengan melangsungkan pelantikan di sana, PWI seolah ingin mengingatkan kembali seluruh anggotanya tentang sejarah dan misi luhur yang diemban: menjadi pilar keempat demokrasi yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Masa depan PWI akan ditentukan oleh seberapa baik mereka menanggapi ketiga tantangan ini.

Apakah rekonsiliasi ini akan menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun kembali PWI yang profesional dan berintegritas, ataukah hanya akan menjadi jeda singkat sebelum krisis lain muncul? Waktu yang akan menjawab. []

Berita Terkait

Ayahwa Ketuk Pintu Kemensos, Desak Percepatan Pemulihan Banjir dan Akses Pendidikan di Aceh Utara
PWI Pusat Desak Hotman Paris Klarifikasi Pernyataan kepada Wartawan, Ingatkan Martabat Pers Tak Boleh Direndahkan
Ayah Wa Temui Kemensos Percepat Penyaluran Bantuan Korban Bencana
Di Tengah Tugas Kenegaraan, Haji Uma Tuntaskan Magister Cumlaude dan Diwisuda Bersama Putranya
Duka Mendalam Menyelimuti PWI, Zulmansyah Sekedang Berpulang di Tengah Pengabdian
Kasasi Di Tengah Kewajiban Transparansi: Saat Penjaga Hukum Dipertanyakan Komitmennya
Ramai di Medsos Soal Untung Mitra MBG, BGN Buka Data Sebenarnya
HPN 2026 Banten Sukses Digelar, Panitia Sampaikan Apresiasi kepada Seluruh Mitra dan Pemangku Kepentingan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:45 WIB

Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Babinsa Lunyuk Dorong Semangat Sportivitas Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB