Prahara Batas Terurai: Dari Rusia, Presiden Prabowo Tegaskan Empat Pulau Milik Aceh

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 17 Juni 2025 - 21:06 WIB

50324 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penting melalui konferensi video langsung dari Rusia hari ini, Selasa, 17 Juni 2025,dalam rangka lawatan kerjanya. Rapat yang membahas dinamika empat pulau strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara yang berkumpul di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Wakil Ketua DPR, Bapak Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Dalam Negeri, Bapak Tito Karnavian, dan Menteri Sekretaris Negara, Bapak Prasetyo Hadi.

Selain itu, turut hadir pula dua kepala daerah yang wilayahnya terkait langsung dengan pembahasan, yakni Gubernur Aceh, Bapak Muzakir Manaf, dan Gubernur Sumatra Utara, Bapak Bobby Nasution.

Fokus utama rapat terbatas ini adalah untuk membahas status administratif empat pulau yang selama ini berada dalam dinamika antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Utara.

Setelah mendalami dasar-dasar dokumen yang dimiliki oleh pemerintah, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengambil keputusan final.

Berdasarkan keputusan tersebut, keempat pulau yang dimaksud – yaitu Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek – secara administratif resmi masuk ke dalam wilayah Provinsi Aceh. Keputusan ini diharapkan dapat menyelesaikan sengketa administratif yang mungkin timbul di masa lalu dan memberikan kepastian hukum bagi pengelolaan dan pengembangan pulau-pulau tersebut ke depan.

Baca Juga :  Presiden RI Prabowo Subianto Terima Kunjungan Resmi Presiden Senat Kerajaan Kamboja.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai implikasi dari keputusan ini terhadap aspek-aspek lain seperti pembangunan infrastruktur atau pengelolaan sumber daya di keempat pulau tersebut. Namun, keputusan presiden ini menandai langkah penting dalam penataan wilayah administratif di Indonesia. []

Berita Terkait

Tokoh Pers Senior Ikut Retret Bela Negara Wartawan PWI
MK Tegaskan Tafsir Baru Perlindungan Wartawan, Permohonan Ikatan Wartawan Hukum Dikabulkan Sebagian
Transjakarta Minta Maaf Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got
Penghargaan Pers Nasional 2026 PWI Pusat Gelar Lima Ajang Prestisius di HPN: Total Hadiah Lebih dari Setengah Miliar Rupiah
Kemitraan Strategis Berusia 79 Tahun: Kapolri-PWI Kian Erat, Jamin Mekanisme Dewan Pers untuk Delik Jurnalis
Mengukir Jejak Budaya Inklusif: PWI Pusat Siapkan Anugerah Kebudayaan 2026
Langkah Lanjut di Tengah Ancaman Zat Baru PWI dan BNN Kunci Janji Perang Narkoba Lewat Pena
Kepala Daerah Diundang Ikuti Anugerah Kebudayaan PWI di HPN 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB