H. Muhammad Amru
Bogor — Pelaksanaan Diklat Bela Negara Wartawan PWI dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 tidak hanya diikuti oleh wartawan aktif, tetapi juga melibatkan tokoh pers senior. Kehadiran mereka menjadi simbol kesinambungan nilai dan pengalaman dalam perjalanan pers nasional.

Salah satu tokoh yang turut serta dalam kegiatan retret ini adalah H. Muhammad Amru, mantan wartawan era 1990-an yang pernah meniti karier panjang di dunia jurnalistik dan pemerintahan.
Pengalaman beliau sebagai mantan Ketua DPRK Gayo Lues, anggota DPRA, serta mantan Bupati Gayo Lues memberikan perspektif tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Keikutsertaan tokoh senior ini dinilai memperkaya dinamika pelatihan. Selain mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama peserta lainnya, kehadiran mereka juga menjadi teladan tentang komitmen terhadap nilai kebangsaan yang tetap relevan lintas generasi.
Retret bela negara ini dirancang berlangsung selama beberapa hari dengan agenda padat yang mencakup pembinaan mental, penguatan disiplin, serta pembangunan solidaritas.
Seluruh peserta diperlakukan setara dan mengikuti tata tertib yang sama sebagai bagian dari pembentukan karakter kolektif.
Program ini menegaskan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab bersama, termasuk insan pers yang memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Melalui kegiatan ini, wartawan diharapkan semakin menyadari posisinya sebagai penjaga nalar publik dan pengawal kepentingan bangsa.
Rangkaian kegiatan Diklat Bela Negara Wartawan PWI menjadi salah satu penanda penting dalam peringatan HPN 2026, sekaligus refleksi bahwa pers nasional terus berupaya memperkuat fondasi kebangsaan di tengah dinamika zaman. []



































