Pungli Berkedok ‘Uang Gerenti’ di Pelabuhan Karimun: Mafia Tiket Pekerja Migran?.

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 08:53 WIB

50110 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Karimun Diduga Diamkan Praktek Haram yang Merugikan Ratusan Juta Rupiah Rakyat Kecil. Oknum Imigrasi Terindikasi ‘Main Mata’.

KARIMUN, KEPRI. Di tengah sorotan nasional terhadap praktik pungutan liar (pungli), aktivitas ilegal berkedok “uang gerenti” di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, dilaporkan terus berjalan mulus, seolah tanpa tersentuh hukum.

Praktik haram yang membebani calon pekerja migran ini terindikasi melibatkan sindikat agen dan oknum aparat, menciptakan mesin uang gelap yang bernilai ratusan juta rupiah per hari.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jebakan ‘Gerenti’ yang Mencekik Calon Pekerja

Kasus terbaru yang terekam adalah pengalaman Karim (bukan nama sebenarnya), calon pekerja sawit asal Tanjung Batu yang hendak kembali bekerja di Malaysia.

Pada Selasa, 4 November 2025, Karim terpaksa merogoh kocek hingga Rp1.100.000 hanya untuk bisa berangkat. Padahal, biaya ongkos resmi kapal yang harus ia bayar hanya Rp460.000.

“Tadi saya bayar ongkos dan gerenti sebesar 1.100.000, sama Pak De, salah seorang agen gerenti,” ujar Karim. Ia mengaku pembayaran itu dilakukan agar perjalanannya tidak terhambat.

Selisih sebesar Rp640.000 per orang ini disinyalir sebagai “uang pelicin” atau pungli yang secara sistematis diambil oleh para agen yang berafiliasi di pelabuhan. Menurut informasi terpercaya, agen berinisial Pak De ini bernaung di bawah seorang ‘Big Bos Agen Gerenti’ bernama Hendri.

Baca Juga :  Inovasi dan Komitmen: Polres Karimun Dianugerahi Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik Kapolri

Ketika dikonfirmasi, Pak De dengan santai mengakui praktik tersebut. “Sama, Pak. Semua uang gerenti di pelabuhan ini Rp1.150.000,” jawabnya tanpa sedikit pun menunjukkan rasa bersalah, mengindikasikan bahwa tarif haram ini sudah menjadi standar di sana.

Aparat Bungkam, Mafia Senang
Keberanian para pelaku pungli ini diduga didukung oleh “kerja sama yang baik” dengan oknum petugas di pelabuhan. Salah satu yang disorot adalah peran petugas Imigrasi.

Sebelumnya, petugas Imigrasi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Jamal, pernah membantah adanya praktik “uang gerenti” ini. Namun, ketika dikonfirmasi ulang mengenai pengakuan Pak De tentang keseragaman tarif Rp1.150.000, Jamal memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.

Kebisuan aparat Imigrasi ini memperkuat dugaan adanya pembiaran sistematis atau bahkan keterlibatan langsung yang memungkinkan pungli ini berjalan aman dan berlangsung lama.

Perputaran Uang Gelap Ratusan Juta
Jika praktik ini diasumsikan berjalan setiap hari dengan jumlah calon pekerja migran yang signifikan, angkanya sungguh mencengangkan dan berpotensi menjadi skandal korupsi lokal.

Dengan asumsi selisih pungli adalah Rp640.000 per orang, dan bila rata-rata terdapat 200 calon pekerja migran yang berangkat setiap hari ke Malaysia, maka perkiraan uang gelap yang berputar mencapai:

Baca Juga :  Polres Karimun Hadiri Rakor Persiapan Debat Kandidat Paslon Pilkada 2024

Ini berarti, dalam sebulan (30 hari), total pungutan liar bisa mencapai Rp3,84 Miliar (Tiga Miliar Delapan Ratus Empat Puluh Juta Rupiah). “Siapakah yang menikmati uang rakyat kecil sebesar ini?” tanya seorang warga Karimun yang hanya ingin dikenal sebagai H.

Tantangan Terbuka untuk Kapolres dan Kajari

Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum. Secara terpisah, permintaan tanggapan kepada Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K., M.H. melalui pesan WhatsApp terkait pungli berkedok “uang gerenti” ini belum mendapatkan balasan. Masyarakat Karimun mendesak keras agar Polri dan Kejaksaan turun tangan segera.

“Sudah selayaknya pihak Polres Karimun, atau pun Kajari Karimun, untuk segera memeriksa pelaku agen-agen gerenti ini,” tegas H. Ia menambahkan, tindakan ini harus dilakukan karena pungutan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar hukum yang sah. “Tangkap bila terbukti bersalah, agar tidak menjadi preseden buruk di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Praktek pungli yang terstruktur dan melibatkan oknum aparat ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga merusak citra penegakan hukum dan memiskinkan rakyat kecil yang mencari nafkah. AKBP Robby Topan Manusiwa kini berada di persimpangan: menindak tegas mafia pungli, atau membiarkan skandal korupsi ini terus menjadi ‘rahasia umum’ di wilayah hukumnya. [Sajirun S.]

Berita Terkait

Skandal Plang Proyek Pelindo Karimun: Transparansi BUMN ‘Terselubung’ di Balik Regulasi Wajib Pasang
PT MPK Akan Kelola Parkir Pelabuhan Taman Bunga Dengan Sistim Digital
Jejak Retak Proyek 8,8 Miliar BP Karimun: Aspal Tipis, Pejabat Pembungkam
Benteng Regulasi Internal Kontra Tembok Transparansi UU KIP: Proyek “Siluman” Pelindo di Karimun
Rangkaian kegiatan Rutin Tahunan Di Bulan Rabi’ul Awal Didesa Tanjung Berlian Barat.
Agen-Agen Grenti Di Pelabuhan Tanjung Bale Karimun Kebal Hukum
Transparansi ‘Buntung’ di Pelabuhan: Proyek Pelindo Karimun Tanpa Plang, Melawan Asas Akuntabilitas
Pungli Berkedok ‘Uang Gerenti’ Menjajah Pelabuhan Karimun: Jerat Pahlawan Devisa di Tanah Sendiri

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:01 WIB

TNI Hadir di Malam Hari, Koramil 1607-04/Alas Jaga Kondusifitas Wilayah

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:10 WIB

‎Koramil 1607-03/Ropang Perkuat Dukungan Program Penanaman Jutaan Bibit Pohon di Orong Telu ‎

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:02 WIB

‎Launching “Satu Pohon Satu Siswa”, Kodim 1607/Sumbawa Tunjukkan Kepedulian Lingkungan

Selasa, 6 Januari 2026 - 06:04 WIB

Anggota Koramil 1607-08/Moyo Hulu Gelar Patroli Rutin, Warga Dihimbau Jauhi Narkoba

Senin, 5 Januari 2026 - 10:47 WIB

‎Babinsa Hadiri Rakor Desa, Dukung Efisiensi Anggaran dan Pembangunan Orong Bawa

Senin, 5 Januari 2026 - 09:39 WIB

‎Upacara Perdana Tahun 2026, Kodim 1607/Sumbawa Komitmen Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Senin, 5 Januari 2026 - 06:07 WIB

‎Musim Hujan Datang, Koramil 1607-09/Utan Ajak Warga Lebih Hati-hati Berkendara

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:34 WIB

Apresiasi Rotasi Pejabat, Laskar Rindu Permata Nilai Pemerintahan Jarot Ansori Bergerak Profesional dan Objektif

Berita Terbaru