Membangun Fondasi Baru: BNNK Gayo Lues Meraih Penghargaan Berkat Pemberdayaan Ekonomi

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 13 September 2025 - 20:46 WIB

50424 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Dalam kegiatan Commander Wish yang diselenggarakan di GOR Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Jawa Barat, BNNK Gayo Lues menorehkan prestasi signifikan. Pada Kamis, 11 September 2025, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman S.T., M.Si, menerima penghargaan langsung dari Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto S.H., S.I.K., M.Si. Penghargaan ini menjadi simbol keberhasilan dari sebuah mahakarya program yang terstruktur rapi: Grand Design Alternative Development (GDAD).

Alih-alih hanya berfokus pada pendekatan represif, program ini menciptakan arsitektur sosial-ekonomi yang kokoh, menggantikan tanaman ganja dengan komoditas pertanian yang berkelanjutan. Di Gayo Lues, program ini berhasil membangun fondasi ekonomi baru berbasis kopi, membuktikan bahwa pendekatan humanis dan pemberdayaan adalah kunci dalam mengatasi masalah narkotika.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam arahannya, Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menggarisbawahi tiga pilar utama yang menjadi pondasi kepemimpinannya: integritas, sinergitas, dan soliditas. Ia menekankan bahwa untuk mewujudkan visi Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba), setiap elemen BNN harus bergerak seirama, seperti sebuah tim konstruksi yang solid.

Baca Juga :  MK Tegaskan Tafsir Baru Perlindungan Wartawan, Permohonan Ikatan Wartawan Hukum Dikabulkan Sebagian

Komjen Suyudi juga memaparkan tiga misi strategis yang menjadi peta jalan BNN ke depan: pertama, peningkatan keamanan melalui kebijakan P4GN yang lebih berkualitas:

kedua, pemulihan & rehabilitasi yang lebih efektif bagi penyalahguna narkoba; dan ketiga, transformasi kelembagaan yang proaktif dan kolaboratif melalui transformasi digital, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Strategi yang ia sebut sebagai War on Drugs for Humanity ini menunjukkan komitmen BNN untuk bertindak tegas terhadap para bandar, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis bagi penyalahguna.

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, memaparkan secara rinci tahapan pembangunan program GDAD, yang ia analogikan sebagai sebuah proyek konstruksi jangka panjang. Tahap Fondasi (2016-2018) berfokus pada pembangunan kepercayaan dengan pemangku kepentingan dan masyarakat.

Tahap Konstruksi Awal (2018) dimulai dengan penanaman perdana kopi di lahan seluas 100 hektar, memberdayakan 100 petani mantan penanam ganja. Proyek ini diperluas secara masif pada tahap Perluasan (2019-2022), mencapai total 2.120 hektar yang dikelola oleh 2.110 petani. Program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga membangun infrastruktur pemasaran pada tahap Finishing & Pemasaran Global (2022-2023).

Baca Juga :  Ketum PWI Membuka Pra-UKW PWI Riau dan Papua Tengah, UKW dan SJI Prioritas Program PWI Pusat

Pembentukan Koperasi Kopi Merah Putih Gayo Lues Bersinar membuka jalan bagi biji kopi arabika Gayo untuk diekspor ke mancanegara, bahkan menembus pasar global seperti Starbucks.

Puncaknya, pada 2023, 1.007 petani mendapatkan sertifikasi dari Sustainable Development Service, menjamin kualitas produk untuk pasar ekspor.

Proyek terus berlanjut pada tahap Pemeliharaan & Pengembangan (2024), dengan fokus pada pembibitan, pengembangan agrowisata, dan kebun percontohan.

Program GDAD kini telah bertransformasi dari sekadar solusi alih profesi menjadi arsitektur ekonomi yang kokoh.

Keberhasilannya tidak hanya meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Gayo Lues. Ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan humanis yang terstruktur dan terperinci dapat membangun masa depan yang lebih baik, satu pondasi pada satu waktu. []

Berita Terkait

Tokoh Pers Senior Ikut Retret Bela Negara Wartawan PWI
MK Tegaskan Tafsir Baru Perlindungan Wartawan, Permohonan Ikatan Wartawan Hukum Dikabulkan Sebagian
Transjakarta Minta Maaf Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got
Penghargaan Pers Nasional 2026 PWI Pusat Gelar Lima Ajang Prestisius di HPN: Total Hadiah Lebih dari Setengah Miliar Rupiah
Kemitraan Strategis Berusia 79 Tahun: Kapolri-PWI Kian Erat, Jamin Mekanisme Dewan Pers untuk Delik Jurnalis
Mengukir Jejak Budaya Inklusif: PWI Pusat Siapkan Anugerah Kebudayaan 2026
Langkah Lanjut di Tengah Ancaman Zat Baru PWI dan BNN Kunci Janji Perang Narkoba Lewat Pena
Kepala Daerah Diundang Ikuti Anugerah Kebudayaan PWI di HPN 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB