Toke Dun Gebrak Jakarta: Laut Aceh Utara Jangan Cuma Jadi Penonton!

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 26 Juni 2025 - 23:29 WIB

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Anggota DPRK Aceh Utara, Zulkifli SE – yang dikenal lugas dengan panggilan Toke Dun – tidak main-main.

Ia terbang langsung ke Jakarta untuk mendesak pemerintah pusat agar lebih serius memperhatikan ketahanan pangan dari laut di Aceh Utara. Kamis (26/6/2025) kemarin, Toke Dun ‘menggebrak’ Kementerian Kelautan dan Perikanan, membawa pesan tegas: laut kita bukan cuma buat lewat!

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan dengan Dr. H. Muh. Rasman Manafi, Sp. M.Si, seorang asisten deputi kunci di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Toke Dun blak-blakan.

Ia menekankan bahwa nelayan tradisional Aceh Utara adalah garda terdepan ketahanan pangan, dan mereka butuh perlindungan serta dukungan nyata.

Baca Juga :  Dua Anggota Polri Harumkan Indonesia Lewat Timnas U-23.

“Ketahanan pangan itu bukan cuma soal sawah di darat, tapi juga bagaimana kita mengelola laut kita dengan adil dan berkelanjutan,” ujar Toke Dun dengan nada tinggi usai pertemuan.

“Pemerintah harus hadir! Kita nggak mau masyarakat pesisir Aceh Utara cuma jadi penonton pembangunan. Mereka itu aktor utama, dan negara wajib ada buat mereka!”
Program Konkret, Bukan Sekadar Janji Manis
Toke Dun tidak datang dengan tangan kosong. Ia mendorong pembahasan tentang bantuan langsung untuk nelayan, modernisasi alat tangkap, dan penguatan rantai distribusi hasil laut.

Baca Juga :  Nama Baik Paspampres Tercoreng, Ketua Komite I Fachrul Razi Minta Panglima TNI Pecat Pelaku Penganiayaan Warga Aceh di Jakarta

Intinya, ia menginginkan program konkret, bukan hanya janji-janji manis yang menguap.
Menariknya, pejabat kementerian, Dr. Rasman Manafi, tampak menyambut baik ‘gertakan’ dari Toke Dun.

Ia berjanji akan membawa aspirasi dari Aceh Utara ini sebagai pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan nasional kelautan dan perikanan.

Kini, bola ada di tangan pemerintah pusat. Akankah suara lantang Toke Dun dari ujung Aceh Utara ini benar-benar mewujudkan perubahan nyata bagi para nelayan dan ketahanan pangan maritim Indonesia? Kita tunggu saja. [MUH]

Berita Terkait

Tokoh Pers Senior Ikut Retret Bela Negara Wartawan PWI
MK Tegaskan Tafsir Baru Perlindungan Wartawan, Permohonan Ikatan Wartawan Hukum Dikabulkan Sebagian
Transjakarta Minta Maaf Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got
Penghargaan Pers Nasional 2026 PWI Pusat Gelar Lima Ajang Prestisius di HPN: Total Hadiah Lebih dari Setengah Miliar Rupiah
Kemitraan Strategis Berusia 79 Tahun: Kapolri-PWI Kian Erat, Jamin Mekanisme Dewan Pers untuk Delik Jurnalis
Mengukir Jejak Budaya Inklusif: PWI Pusat Siapkan Anugerah Kebudayaan 2026
Langkah Lanjut di Tengah Ancaman Zat Baru PWI dan BNN Kunci Janji Perang Narkoba Lewat Pena
Kepala Daerah Diundang Ikuti Anugerah Kebudayaan PWI di HPN 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB