LANTIK 74 PEJABAT, KEPALA BNN RI INGATKAN BANGUN PENDEKATAN KOLABORATIF DALAM PENANGANAN NARKOTIKA SECARA EXTRAORDINARY

REDAKSI 2

- Redaksi

Rabu, 3 April 2024 - 15:28 WIB

50325 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Timur – Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Marthinus Hukom melantik 74 orang dengan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan BNN RI, pada Selasa (2/4), di R. M. Hatta-Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Dalam sambutannya usai melantik dan mengambil sumpah jabatan, Kepala BNN RI menekankan kepada para pejabat baru agar bersungguh-sungguh atas sumpah yang diucapkan. Sumpah tersebut hendaknya menjadi sikap batin dan janji moral individu terhadap masyarakat, bangsa, dan negara, serta kepada Tuhan YME.

“Bagi Saya sumpah itu tidak main-main. Sumpah itu memiliki konsekuensi. Kita dihadapkan dengan tugas dan tanggung jawab Kita untuk menyelamatkan generasi muda, anak-anak bangsa dari bahaya pengaruh narkotika. Yakinilah jika Kita tidak melaksanakan itu dengan serius maka konsekuensi itu akan datang pada Kita sendiri, negara, generasi bangsa, bahkan anak-anak Kita sendiri,” ujar Kepala BNN RI.

Terkait dengan pelaksanaan tugas dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kepala BNN RI menginstruksikan kepada para pejabat yang baru dilantik, utamanya Kepala BNN Provinsi dan Kepala BNN Kabupaten/Kota untuk segera melakukan lima hal sebagai berikut: Pertama, membaca dan mempelajari pertelaahan tugas. Kedua, melakukan scanning dan profilling terhadap permasalahan yang dihadapi. Ketiga, menyusun rencana-rencana tindakan. Keempat, melakukan tindakan-tindakan yang telah disusun tersebut, dan kelima, melakukan evaluasi atas tindakan yang telah dilakukan.

Lebih lanjut Kepala BNN RI mengatakan bahwa situasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia dengan angka prevalensi menyentuh angka 3,3 juta jiwa bergantung pada apa yang dilakukan oleh BNN RI.

Baca Juga :  Ikut Belasungkawa Meninggalnya Tu Sop, Haji Uma Ikut Shalati Jenazah di Rs Yarsi Jakarta Pusat

Angka prevalensi akan berkurang apabila insan BNN melakukan pekerjaan secara extraordinary yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan permasalahan narkotika.

“Pendekatan dalam permasalahan narkotika memang harus dilakukan secara kolaborasi karena narkotika bukan merupakan single issue melainkan multiple issues sehingga langkah-langkah kolaboratif adalah yang paling tepat untuk dilakukan,” ungkap Kepala BNN RI.

Menutup sambutannya, Kepala BNN RI mengatakan bahwa dalam dinamika organisasi, tempat baru adalah tantangan baru dan amal ibadah yang baru. Apapun tempatnya, dimanapun berada, jika diawali dengan rasa syukur, maka apapun yang dilakukan akan berhasil .

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

(Red)

 

Berita Terkait

Tokoh Pers Senior Ikut Retret Bela Negara Wartawan PWI
MK Tegaskan Tafsir Baru Perlindungan Wartawan, Permohonan Ikatan Wartawan Hukum Dikabulkan Sebagian
Transjakarta Minta Maaf Penumpang Tunanetra Jatuh ke Got
Penghargaan Pers Nasional 2026 PWI Pusat Gelar Lima Ajang Prestisius di HPN: Total Hadiah Lebih dari Setengah Miliar Rupiah
Kemitraan Strategis Berusia 79 Tahun: Kapolri-PWI Kian Erat, Jamin Mekanisme Dewan Pers untuk Delik Jurnalis
Mengukir Jejak Budaya Inklusif: PWI Pusat Siapkan Anugerah Kebudayaan 2026
Langkah Lanjut di Tengah Ancaman Zat Baru PWI dan BNN Kunci Janji Perang Narkoba Lewat Pena
Kepala Daerah Diundang Ikuti Anugerah Kebudayaan PWI di HPN 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB