Peugrob Nezar: Tanpa Jurnalisme, Masyarakat Bisa Alami Kekacauan Informasi

REDAKSI 2

- Redaksi

Senin, 1 April 2024 - 14:27 WIB

50364 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Wakil Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Wamenkominfo RI), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa jurnalisme saat ini berada di persimpangan jalan karena tantangan besar dari media sosial.

Hal itu disampaikannya dalam acara “Peugrob Nezar” yang mengangkat topik Jurnalisme, Wirausaha Digital, dan Ekosistem Startup, di Banda Aceh, Jum’at (29/3/2024).

“Generasi Z dan milenial memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi media, ada perbedaan pola dalam mengkonsumsi informasi,” ujar Nezar.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi ini dapat mengurangi peran media mainstream yang selama ini dikenal sebagai pembawa good journalism.

“Bukan karena kualitas mereka menurun, tetapi karena ada perubahan pada perilaku pembaca-pembaca muda ini,” ungkap Nezar.

Baca Juga :  JARA Mintak Polda Aceh Segara Usut Tuntas Pengeboman Rumah Cagub Aceh

Selain itu, dengan platform media sosial setiap orang sering memproduksi informasi, sekaligus mengkonsumsi informasi, yang juga membuat pukulan kuat terhadap industri media mainstream terutama yang mengusung jurnalisme berkualitas.

Dengan kemudahan akses platform media sosial, lanjutnya, setiap individu kini dapat memproduksi sekaligus mengkonsumsi informasi, memberikan dampak signifikan terhadap industri media yang mengutamakan jurnalisme berkualitas.

“Jadi, industri media harus berjuang menghadapi dominasi media sosial ini,” tambah Nezar.

Ia juga menekankan pentingnya verifikasi dalam jurnalisme sebagai garis pemisah antara informasi yang dihasilkan di media sosial tanpa validasi dan jurnalisme yang selalu menguji fakta sebelum publikasi.

Baca Juga :  Disersi hingga Dugaan Jadi Tentara Bayaran, Bripda Muhammad Rio Dicopot dari Status Polisi

“Verifikasi ini lah menjadi garis pembatas, antara informasi yang dihasilkan di media sosial yang mungkin tidak pernah mengecek atau melakukan validasi ulang terhadap informasi yang diterima, dengan produk jurnalisme yang selalu mencoba menguji fakta informasi yang didapatkan sebelum dipublish,” tuturnya.

Karena itu, Nezar berharap kesadaran akan pentingnya jurnalisme berkualitas di tengah maraknya informasi yang dihasilkan oleh media sosial harus terus ditingkatkan.

“Tanpa jurnalisme, kita berpotensi mengalami kekacauan informasi,” pungkas Wamenkominfo, Nezar Patria menyoroti risiko hilangnya jurnalisme dalam menghadapi hoax, disinformasi, dan misinformasi.

(Saiful TB)

Berita Terkait

Disersi hingga Dugaan Jadi Tentara Bayaran, Bripda Muhammad Rio Dicopot dari Status Polisi
Direktur PT Media Harian Daerah, Bapak Kifran, S.H., Berpulang ke Rahmatullah
Nahkoda Baru Penanganan Sosial Aceh: Chaidir di Kursi Plt, Asa IPSM pada Kontinuitas
Dari Solo Ke Tanah Rencong: Menyambut Pimpinan PWI Dengan Peusijuk Menuntut Kebenaran Jurnalistik.
Selamat & Sukses
Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah Resmi Sandang Pangkat Irjen
Truk Tangki CPO Rusak Jalan Nasional, KPA Dorong Investasi Pelabuhan CPO untuk Solusi Jangka Panjang
Paskibraka Gayo Lues: Sebuah Langkah Taktis Menuju Cita-Cita

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB