ITK Sumbawa; Demokrasi Dikebiri, Aspirasi Mahasiswa Hanya Sampai di Pagar DPRD

REDAKSI NTB

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 11:17 WIB

50118 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Besar|NTB, ( Rabu 3 September 2025)— Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumbawa, Selasa (3/9/2025), menyisakan catatan kritis dari kalangan pegiat demokrasi. Bukan soal substansi tuntutan mahasiswa, melainkan sikap pejabat daerah yang memilih menemui massa hanya di pagar gerbang gedung dewan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan empat tuntutan utama:

• Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset,

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

• Menuntut pencopotan Kapolri,

• Menolak kenaikan pajak, dan

• Meminta DPRD memperkuat fungsi pengawasan di sektor pendidikan.

Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, bersama Bupati Syarafuddin Jarot, turun menemui mahasiswa. Nanang berjanji menindaklanjuti aspirasi, sedangkan Jarot menegaskan isu lokal akan ditangani daerah, sementara isu nasional diteruskan ke pemerintah pusat.

Baca Juga :  ‎Babinsa Kawal MTQ Kecamatan Ropang, Wujudkan Generasi Unggul ‎

Namun, langkah pejabat menemui massa di luar pagar justru dianggap pelemahan demokrasi oleh Integritas Transparansi Kebijakan (ITK) Sumbawa.

Presidium ITK, Abdul Haji, S.Ap, menilai pertemuan di depan pagar tidak memberi ruang substansial bagi mahasiswa untuk masuk ke mekanisme formal.

“Aspirasi publik seharusnya masuk ke ruang sidang, bukan berhenti di pintu pagar. Demokrasi menuntut risalah, rapat, dan keputusan yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau hanya di gerbang, itu sekadar politik simbolis,” tegas Abdul Haji.

Sebagai mantan aktivis HMI dan Presiden Mahasiswa BEM Unsa periode 2008–2009, Abdul Haji menyebut pola ini bukan hal baru. Menurutnya, pejabat sering tampil responsif di depan massa, namun enggan menindaklanjutinya secara resmi.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih Siap Didirikan, Babinsa Bersama Warga Bahas Langkah Strategis di MUSDESUS

“Kami dulu berjuang agar pintu dewan menjadi pintu rakyat. Kalau sekarang pejabat masih membatasi rakyat di luar pagar, berarti demokrasi kita dikebiri. Aspirasi jadi ritual basa-basi, bukan substansi kebijakan,” ujarnya.

 

Aksi mahasiswa berakhir damai setelah ditemui Ketua DPRD dan Bupati. Tetapi bagi ITK, pertemuan di pagar hanyalah potret demokrasi yang belum matang.

Pagar besi di depan gedung dewan kini menjadi metafora: demokrasi masih dikurung, rakyat hanya boleh menunggu di luar. Pertanyaan yang menggantung adalah, kapan aspirasi benar-benar dibawa masuk ke ruang sidang dan diwujudkan dalam kebijakan, bukan berhenti sebagai janji di depan pintu gerbang?. (Aj)

Berita Terkait

Patroli Rutin Koramil 1607-02/Empang, Upaya Preventif Jaga Kondusivitas Wilayah
Anggota Kodim 1607/Sumbawa Turut Ambil Bagian dalam Kegiatan Donor Darah Hari Bakti Imigrasi ke-76
‎Koramil Tunjukkan Sinergi Kewilayahan pada Kirap Pataka
‎Humanis dan Preventif, Patroli Malam Koramil 1607-12/Moyo Hilir Sasar Remaja dan Pemukiman
Dandim 1607/Sumbawa Tegaskan Komitmen TNI AD dalam Pembangunan Infrastruktur Desa Gontar
Danramil 1607-04/Alas Hadiri Upacara Serah Terima Panji Lambang Kabupaten Sumbawa
‎Semarak HUT Kabupaten Sumbawa ke-67, Kodim 1607/Sumbawa Tunjukkan Kepedulian Sosial
‎Koramil 1607-09/Utan Pastikan Serah Terima Bendera Pataka Berjalan Aman dan Khidmat

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:24 WIB

Menhan Tekankan Peran Pers Hadapi Perang Psikologis di Era Digital

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:14 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB