Miris, Dua Pemuda Jual Sabu Di Halaman Masjid, Pemasoknya Ternyata Ayah Kandung.

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 10:30 WIB

50838 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gayo Lues mengungkap jaringan peredaran sabu yang melibatkan dua pemuda, FS dan ZS. Keduanya ditangkap di halaman Mesjid Asal Penampaan, Blangkejeren, Rabu, 20 Agustus 2025. Dari penyelidikan awal, terungkap bahwa narkotika tersebut diperoleh dari ayah kandung FS. Kini, polisi memburu ayah pelaku yang telah ditetapkan sebagai buronan.

Penangkapan ini bermula dari informasi warga yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di sekitar mesjid yang dikenal sebagai salah satu mesjid tertua di daerah itu. Menurut Kepala Satresnarkoba Polres Gayo Lues, Iptu Bambang Pelis, S.H., M.H., petugas langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan.

Pada pukul 16.30 WIB, petugas mendapati FS dan ZS sedang berada di halaman mesjid, diduga menunggu pembeli. Saat digeledah, dari dompet FS, polisi menemukan dua paket sabu seberat 2,32 gram, satu kaca pirex, dan satu sendok takar dari pipet. Sementara itu, dari kantong jaket ZS, ditemukan satu paket sabu seberat 0,56 gram.

“Dari keterangan awal, kedua pelaku mengakui mendapatkan barang haram itu dari ayah kandung FS yang tinggal di Desa Agusen,” ujar Bambang.

Petugas kemudian langsung bergerak ke rumah orang tua FS di Desa Agusen untuk melakukan pengembangan. Namun, sang ayah tidak berada di tempat.

Dengan didampingi kepala dusun dan warga setempat, polisi tetap melakukan penggeledahan di rumah itu.

Hasilnya, petugas menemukan bukti yang menguatkan keterlibatan sang ayah: dua paket sabu seberat 16,46 gram, satu timbangan digital, dan satu alat hisap (bong) yang terbuat dari botol susu bayi.

Baca Juga :  DPRK Galus Umumkan Peserta Pansel KIP Yang Dinyatakan Lulus

Barang bukti ini semakin menguatkan dugaan bahwa sang ayah adalah pemasok utama bagi anak dan rekannya.

Saat ini, status ayah FS adalah buronan dan sedang dalam pengejaran pihak kepolisian. “Kami terus memfokuskan untuk memburu mereka, baik pengedar maupun kurir narkotika,” tegas Bambang.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat untuk memberantas peredaran narkoba.

“Langkah preventif dan sistem komunikasi akan terus kami bangun dengan masyarakat guna membasmi narkoba dari Negeri 1000 Bukit dan Hafidz,” pungkasnya.

Penangkapan ini menjadi pengingat bahwa peredaran narkoba bisa menyasar siapa saja, bahkan melibatkan lingkaran keluarga terdekat. []

Berita Terkait

Ketika Luka Alam Belum Mengering di Tanah Gayo Lues
Marak Penipuan Kartu Perdana Telkomsel di Facebook, Konsumen Gayo Lues Jadi Korban
Banjir Bandang Gayo Lues: Luka Alam yang Belum Sembuh, Kewaspadaan yang Tak Pernah Usai
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Kegiatan Bhakti Sosial Di Desa Pining, Berikut Videonya
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Pergantian Pasukan Bakti Sosial di Kampung
Lewat Program Polri Peduli, Sumur Bor Dibangun di Masjid Al Ikhlas Desa Rigeb
Jembatan Gantung Pepalan Putus Saat Hujan Deras, Dua Warga Dilaporkan Hanyut
Mendidik Dengan Hati: Pola Asuh Cerdas Era Digital Di Gayo Lues

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB