Asosiasi Getah Pinus Gayo Lues Berjuang untuk Keadilan Ekonomi

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 18:24 WIB

501,480 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Puluhan pengepul getah pinus di Gayo Lues membentuk Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Masyarakat Gayo Lues sebagai respons atas kondisi yang dianggap merugikan.

Ketua Asosiasi pengepul getah Pinus Merkusi Gayo Lues, Muhammad Ali, SH, memberikan semangat kepada Anggotanya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musyawarah yang digelar di Gedung Serbaguna Meeting Room Hotel Nusa Indah Desa Pengkala Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues ini dihadiri oleh para pengusaha dan beberapa anggota DPRK Gayo Lues sempat hadir, namun karena kesibukan di DPRK sehingga para anggota Dewan tersebut mohon pamit karena mengikuti sidang kepada Para Peserta, seperti Ketua DPRK H. Ali Husin, Wakil Ketua Fahmi Sahab, dan anggota Ibnu Hasim, S.Sos, MM, Abdul Karim, Ali Amran serta Muhammad L. Amin.

Ketua DPRK Gayo Lues didampingi Wakil Ketua DPRK serta Anggota Dewan saat berbicang – bincang dengan pengurus Asosiasi pengepul getah Pinus Merkusi Gayo Lues.

Menurut Ketua Asosiasi, Muhammad Ali, SH, para pengusaha getah pinus di Gayo Lues menghadapi tiga masalah utama: harga yang rendah, potongan yang besar, dan proses pembayaran yang lambat.

Baca Juga :  Dalam Jum'at Curhat Kapolres Gayo Lues Ingatkan SKPK, Agar Berhati - hati Dalam Pengelolaan Anggaran

“Saat ini satu-satunya penampung resmi, PT KHBL, membeli getah pinus dengan harga Rp13.000–Rp13.880 per kilogram, sementara di luar daerah harganya mencapai Rp16.000,” ujar Ali.

Ia menambahkan bahwa selisih harga ini sangat merugikan petani.
Peraturan Daerah yang Mencekik Petani
Muhammad Ali menyoroti Peraturan Gubernur Aceh Nomor 15/2023 yang dianggap sebagai akar masalah.

Peraturan tersebut melarang penjualan getah pinus mentah keluar daerah dan mewajibkan pengolahan menjadi gondorukem terlebih dahulu. “Aturan ini justru memiskinkan kita,” tegas Ali.

Ia memperkirakan kerugian mencapai Rp2 miliar per bulan, jika setiap petani menghasilkan 1 ton getah pinus dengan selisih harga Rp2.500 per kilogram.

Selain itu, Muhammad Ali juga menyoroti masalah lahan. Menurutnya, sebagian besar lahan garapan getah pinus di Gayo Lues adalah Areal Penggunaan Lain (APL), bukan hutan negara seperti yang sering dipersepsikan.

Baca Juga :  Pengurus PGRI Kabupaten Gayo Lues Dan Anggota Apresiasi Lomba Azan Yang Digelar Dinas Pendidikan Galus

Dengan badan hukum yang sah, Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Masyarakat Gayo Lues akan berjuang untuk menuntut hak-hak para petani. “Kita tidak anti siapa pun, tetapi ketika kita ditekan secara regulasi yang merugikan masyarakat, kita akan melawan,” pungkasnya, Rabu (20/08/2025) Sore.

Dampak Jangka Panjang bagi Gayo Lues
Munculnya Asosiasi ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi perekonomian Gayo Lues.

Melalui perjuangan hukum dan advokasi, Asosiasi Pengepul Getah Pinus Merkusi Masyarakat Gayo Lues berkomitmen untuk memperbaiki kesejahteraan petani dan pengusaha getah pinus. Mereka menuntut harga yang lebih adil, proses pembayaran yang lebih cepat, dan deregulasi yang mendukung, bukan merugikan.

Langkah ini menunjukkan bahwa masyarakat Gayo Lues tidak akan tinggal diam terhadap kebijakan yang dianggap merugikan. Dengan semangat kolektif dan kepemimpinan yang kuat, mereka siap melawan ketidakadilan demi masa depan yang lebih cerah bagi industri getah pinus Gayo Lues. []

Berita Terkait

Ketika Luka Alam Belum Mengering di Tanah Gayo Lues
Marak Penipuan Kartu Perdana Telkomsel di Facebook, Konsumen Gayo Lues Jadi Korban
Banjir Bandang Gayo Lues: Luka Alam yang Belum Sembuh, Kewaspadaan yang Tak Pernah Usai
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Kegiatan Bhakti Sosial Di Desa Pining, Berikut Videonya
Wakapolres Gayo Lues Pimpin Pergantian Pasukan Bakti Sosial di Kampung
Lewat Program Polri Peduli, Sumur Bor Dibangun di Masjid Al Ikhlas Desa Rigeb
Jembatan Gantung Pepalan Putus Saat Hujan Deras, Dua Warga Dilaporkan Hanyut
Mendidik Dengan Hati: Pola Asuh Cerdas Era Digital Di Gayo Lues

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:07 WIB

Retret PWI 2026 Teguhkan Peran Pers sebagai Penjaga Ketahanan Informasi Bangsa

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB